SIG Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif Pembuatan Semen

SIG Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif Pembuatan Semen
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (baju putih), Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (dua dari kiri) dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yassin Maimoen saat peresmian operasionalisasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (RDF) di fasilitas pemanfaatan sampah perkotaan di TPA Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (21/7/ 2020). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Amrozi Amenan / Stefi Thenu / FER Selasa, 21 Juli 2020 | 16:26 WIB

Cilacap, Beritasatu.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), memanfaatkan sampah perkotaan yang diolah di fasilitas pengolahan sampah di Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap sebagai bahan bakar alternatif untuk pembuatan semen di pabrik SBI di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).

Baca Juga: UMKM Binaan Semen Indonesia Produksi Masker

Peresmian operasionalisasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif (RDF) dilaksanakan pada hari ini, Selasa (21/7/ 2020) oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan InvestasiLuhut Binsar Pandjaitan, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yassin Maimoen, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Direktur Produksi SIG Benny Wendry dan Direktur Utama SBI Aulia Mulki Oemar.

Direktur Produksi SIG, Benny Wendry, mengatakan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan solusi untuk pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan masyarakat yang lebih baik.

"Refuse-derived fuel (RDF) merupakan hasil dari sampah domestik yang diolah dengan metode biodrying untuk dijadikan energi terbarukan dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Pemanfaatan sampah tersebut mampu mensubstitusi penggunaan batu bara menjadi bahan bakar hingga 3 persen substitusi energi panas atau thermal substitution rate (TSR)," jelas Benny.

Baca Juga: KLHK Dorong Produsen Aktif Kurangi Sampah Kemasan

Menurut Benny, saat ini sampah terus bertambah tiap hari dan menjadi masalah besar di beberapa daerah termasuk di Kabupaten Cilacap. Hal ini yang mendorong SIG untuk memanfaatkan sampah yang semula tidak bernilai menjadi energi alternatif pengganti batu bara.

"Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini merupakan inovasi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. SIG ingin memberikan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah domestik yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkap Benny.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyatakan, penerapan teknologi RDF merupakan upaya untuk meningkatkan pengelolaan persampahan di Indonesia dan diharapkan agar pilot proyek ini bisa menjadi titik balik pengelolaan sampah di Indonesia yang selama ini masih menjadi permasalahan pelik.

Baca Juga: Semen Indonesia Bagi Dividen Rp 239,22 Miliar

"Harus ada terobosan dalam pengelolaan sampah sehingga dapat mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah kota/kabupaten kepada tempat pemrosesan akhir (TPA) Sampah dimana sampai saat ini keberadaannya selalu menjadi masalah, baik lingkungan maupun sosial. Semoga teknologi yang dibangun di Cilacap ini selanjutnya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” kata Luhut.

Fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu yang pertama di Indonesia ini merupakan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama Pemerintah Kerajaan Denmark melalui program ESP3, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, yang juga didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera). SBI yang ditunjuk sebagai operator mempersiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan, dan offtaker produk RDF.

Fasilitas pemanfaatan sampah perkotaan atau municipal solid waste (MSW) menjadi RDF yang terletak di TPA Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dibangun di atas lahan seluas 1 hektare dan mampu mengolah limbah sampah domestik sebesar 120 ton per hari yang dapat menghasilkan 60 ton RDF per hari.



Sumber: BeritaSatu.com