Bantu Djoko Tjandra, Prasetijo Utomo Terancam Hukuman 9 Bulan sampai 6 Tahun Penjara
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0)   |   COMPOSITE 6251.05 (0)   |   DBX 1329.86 (0)   |   I-GRADE 180.794 (0)   |   IDX30 506.396 (0)   |   IDX80 136.709 (0)   |   IDXBUMN20 403.084 (0)   |   IDXESGL 140.339 (0)   |   IDXG30 143.133 (0)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0)   |   IDXQ30 145.232 (0)   |   IDXSMC-COM 293.729 (0)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (0)   |   IDXV30 135.556 (0)   |   INFOBANK15 1043.56 (0)   |   Investor33 435.417 (0)   |   ISSI 183.035 (0)   |   JII 629.726 (0)   |   JII70 221.943 (0)   |   KOMPAS100 1220.71 (0)   |   LQ45 950.717 (0)   |   MBX 1696.63 (0)   |   MNC36 322.327 (0)   |   PEFINDO25 325.87 (0)   |   SMInfra18 306.901 (0)   |   SRI-KEHATI 370.644 (0)   |  

Bantu Djoko Tjandra, Prasetijo Utomo Terancam Hukuman 9 Bulan sampai 6 Tahun Penjara

Rabu, 22 Juli 2020 | 14:08 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / FMB

Jakarta, Beritasatu.com — Mabes Polri mengaku telah meningkatkan kasus mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo ke penyidikan.

Jenderal bintang satu itu menurut Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono diancam dengan minimal tiga pasal. Tak ada pasal gratifikasi di dalamnya yang bisa jadi motif di balik aksi Prasetijo melayani Djoko Soegianto Tjandra.

“Kemarin tanggal 20 Juli, kasus tersebut naik penyidikan dengan dugaan Pasal 263 KUHP (tentang pemalsuan surat) , Pasal 426 KUHP (membiarkan orang yang dirampas kemerdekaannya melarikan diri), atau Pasal 221 KUHP (menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Selasa kemarin (21/7/2020).

Baca juga: Mahfud Perintahkan Pejabat yang Bantu Djoko Tjandra Dihukum

Lalu bagaimana ancaman ketiga pasal itu? Ternyata ancaman hukuman kurungan untuk ketiga pasal itu relatif rendah. Setelah dicek pasal 263 KUHP diancam 6 tahun penjara, Pasal 426 KUHP 4 tahun, dan Pasal 221 KUHP bahkan hanya 9 bulan.

Seperti diberitakan, Djoko pergi setelah sukses “mengobrak-abrik” dan meninggalkan noda hitam bagi Polri.

Bayangkan saja dicari sejak 2019 oleh Kejaksaan Agung namun Djoko dengan leluasa masuk ke Indonesia, mengurus KTP-Paspor, dan mendapatkan dua surat sakti dari Prasetijo.

Yang lebih menyakitkan, sekaligus memalukan, Djoko mendapat karpet merah itu karena ‘sponsor’ dari Prasetijo. Lulusan Akpol 91 itu yang berada didua surat sakti untuk lelaki berusia 69 tahun yang licin bak belut itu.

Baca juga: Jenderal Prasetijo Belum Jadi Tersangka



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gereja Katolik di Medan Diwajibkan Tampung Jemaat 20% Saat Beribadah

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Uskup Agung Kornelius Sipayung beberapa kali melakukan perjalanan dan pertemuan dengan umat di sejumlah daerah.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Polisi Tangkap 4 Pelaku Penganiayaan Relawan Pemakaman Covid-19 di Kalteng

Polisi terus mendalami kasus penganiayaan keempat relawan untuk mencari pelaku lainnya.

NASIONAL | 22 Juli 2020

PTPP Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Luwu Utara

PTPP kerahkan 2 excavator dan 5 dump truck bantu korban banjir di Luwu Utara.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Belum Ada Penyebaran Covid-19 di Kantor Pemerintah dan Swasta di Bengkulu

Penyemprotan disinfektan dilakukan Satgas Covid-19 Bengkulu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di lingkungan perkantoran.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Polri Harus Pidanakan Jenderal Polisi yang Terbukti Terlibat Pelarian Djoko Tjandra

"Banyak pihak mendukung pimpinan Polri untuk proses sanksi pidana," ujar Agus Yohanes,

NASIONAL | 22 Juli 2020

Dompet Dhuafa-Tokopedia Gelar Rapid Test Massal Bagi Dhuafa di 17 Provinsi

Kegiatan Test Covid Mobile diawali dari Surabaya dan wilayah Jawa Timur lainnya yang dioperatori tim Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama pemerintahan daerah setempat, pada Rabu (22/7)

NASIONAL | 22 Juli 2020

Kejati DKI Tahan Pejabat OJK yang Jadi Tersangka Suap Rp 7,45 M

DIW ditetapkan sebagai tersangka saat menjadi tim pemeriksaan umum terhadap PT Bank Bukopin Cabang Surabaya.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Tunggu Petunjuk Teknis dari Pusat, Gugus Tugas Covid-19 Banten Masih Gunakan Prosedur Lama

Nana mengatakan, pihaknya tidak memiliki gambaran terkait seperti apa petunjuk teknis (juknis) Satgas Penanganan Covid-19 yang akan dibentuk nanti.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Gugus Tugas Covid-19 Dibubarkan, Ganjar Usulkan Tambah Sektor Pemulihan Sosial

"Jawa Tengah akan segera menyesuaikan. Ini menunggu teknisnya," kata Ganjar,=.

NASIONAL | 22 Juli 2020

Jabar Daerah Paling Aktif Gempa di Pulau Jawa

Sejak Januari 2020 hingga saat ini sudah terjadi 35 aktivitas gempa di Jawa Barat dan Banten.

NASIONAL | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS