Stimulus Dorong Pengembangan Green Economy

Stimulus Dorong Pengembangan Green Economy
Chief Executive Officer Landscape Indonesia, Agus Sari, Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Gita Syahrani, Executive Chairman Yayasan Inisiatif Dagang Hijau, Fitrian Ardiansyah, dan Co-founder Corporate Social Responsibility Indonesia (CSRI), Jalal berpartisipasi pada acara DBS Asian Insights Conference 2020 yang diinisiasi Bank DBS Indonesia. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. DBS)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 22 Juli 2020 | 22:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah pakar menilai, upaya mengatasi dampak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi virus corona atau Covid-19 di antaranya dapat dilakukan melalui pendekatan green economy. Selain kebijakan dan paket stimulus yang digagas pemerintah, green economy dinilai dapat mendorong laju perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Siapkan Dana Kesehatan dengan digibank KTA

Chief Executive Officer (CEO) Landscape Indonesia, Agus Sari, mengungkapkan, stimulus yang diberikan pemerintah akan memberikan kekuatan untuk pengembangan green economy. Prinsip dasar sustainability adalah ketika faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan harus dipetakan secara komprehensif.

"Mengorbankan salah satunya akan mengorbankan ketiga-tiganya. Semua harus dipetakan untuk melihat sektor mana yang tahan banting terhadap segala kondisi, termasuk pandemi saat ini," kata Agus, dalam DBS Asian Insights Conference 2020 yang diinisiasi Bank DBS Indonesia.

Menurut Agus, jangan sampai stimulus tersebut diberikan kepada sektor yang rentan atau bahkan merusak. "Pandemi ini jarang terjadi tapi semua orang tahu itu pasti terjadi. One way or another, apakah ini black swan? Belum tentu, karena ini pasti terjadi, hanya waktunya saja yang belum kita tahu. Jadi, kita harus bisa antisipasi hal ini sejarang apa pun dia terjadi," ungkapnya.

Agus menambahkan, salah satu sektor yang harus menjadi perhatian pengembangan green economy adalah sektor energi. Energi terbarukan yang ada di dalam negeri masih sangat bisa untuk dikembangkan.

Baca Juga: Kadin Jatim Dorong Industri Pariwisata Bangkit Kembali

"Tidak hanya itu, pandemi juga mengajarkan bahwa sektor kesehatan dan obat-obatan yang ada di Indonesia masih sangat rentan. Hal ini membuat kedua sektor tersebut menjadi sangat penting untuk dikembangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mengaku telah memulai penerapan langkah-langkah sustainability dalam pembangunan dan industri manufaktur.

"Kami melihat tujuh peluang yang tengah menjadi fokus Provinsi Jabar dalam memajukan ekonomi di tengah pandemi. Salah satunya, bisnis dan industri kami telah mengarah pada sustainable,” kata Ridwan Kamil.

"Kami sedang melakukan transformasi terhadap lima pabrik plastik untuk menjadi pabrik solar, menggunakan sampah kota menjadi bahan pembakaran pengganti batu bara yang sedang dibangun di kawasan Bogor dan beberapa daerah di Jabar," tambahnya.

Baca Juga: Pemprov Sumut Antisipasi Dampak Terburuk Covid-19

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah mengidentifikasi pembangunan rendah karbon dapat menghasilkan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari 6 persen dalam setahun, dari sekarang hingga 2045.

Pemerintah memiliki peranan penting untuk menciptakan strategi investasi hijau yang berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali ke rencana semula. Apalagi, implementasi green economy kini tengah dipersiapkan dan mulai dilirik oleh para investor dan pelaku bisnis.

Executive Director Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Gita Syahrani memaparkan,investasi hijau merupakan salah satu stimulus efektif dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Pemerintah daerah (Pemda) telah menerapkan kebijakan inovatif untuk pembangunan lestari yang menjaga lingkungan tapi mensejahterakan rakyat seperti Perda Sigi Hijau dan Peraturan Bupati Siak Hijau.

"Hal ini dilakukan agar setiap pembangunan bisa menjaga fungsi ekologis seperti ketersediaan air, kualitas tanah dan udara yang baik serta akses terhadap sumber energi terbarukan. Apabila ini terjadi, maka ketahanan terhadap bencana, termasuk Covid-19, akan meningkat," jelas Gita.

Baca Juga: Enam Alasan Utama Harus Investasi di Tengah Pandemi

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna, menyatakan, isu keberlanjutan atau sustainability merupakan salah satu prioritas dan fokus bisnis Bank DBS Indonesia, dengan menerapkan nilai dan langkah keberlanjutan dalam setiap lini bisnis, budaya kerja, dan aktivitas perbankan.

“Sebagai bank, kami terus berupaya menerapkan nilai keberlanjutan atas kesadaran peran kami sebagai lembaga keuangan, yang menjalankan bisnis yang berkelanjutan bagi generasi masa depan dan lingkungan hidup,” kata Paulus Sutisna.



Sumber: BeritaSatu.com