Raih Opini WTP, Kempora Akhiri Penantian 10 Tahun

Raih Opini WTP, Kempora Akhiri Penantian 10 Tahun
Anggota III BPK Achsanul Qosasi saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) 2019 kepada Menpora Zainudin Amali di Auditorium Wisma Kempora, Jakarta, Selasa (22/7/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 23 Juli 2020 | 10:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.cpm - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) usai menanti selama sepuluh tahun.

Diketahui, opini WTP terakhir kali diraih Kempora pada tahun 2009. Kemudian, Kempora terus menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Bahkan di tahun 2015 dan 2016, BPK memberikan opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau Disclaimer usai mengaudit laporan keuangan Kempora.

Menurut Menpora Zainudin Amali, Kempora harus tetap mempertahankan opini WTP ini dan tanggung jawab atas keuangan negara yang masuk dalam anggaran kementerian tersebut.

"Hasil ini menggembirakan, sekaligus menjadi tantangan kita untuk mempertahankan. Untuk meraih WTP adalah suatu usaha yang besar. Menurut saya, mempertahanakan jauh lebih berat dan lebih besar terhadap image yang kurang baik di masyarakat tentang Kemenpora," ungkap Menpora Zainudin saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kempora Tahun 2019 di Auditorium Wisma Kempora, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Baca juga: Beri Opini WTP, BPK Puji Akuntabilitas Kempora

Dirinya menyatakan, komitmen dan kinerja yang baik dari tingkat pimpinan hingga staf akan meyakinkan publik bahwa adanya perubahan yang baik di Kempora. Kempora, lanjutnya, juga bertekad untuk merealisasikan lima program prioritas hingga lima tahun ke depan.

Program prioritas pertama adalah perbaikan tata kelola yang selama ini dianggap sebagai kelemahan Kempora. Sedangkan, sisanya berkaitan dengan bidang kepemudaan dan keolahragaan.  

"Saya yakin, jika tata kelolanya baik, maka yang lain akan menjadi baik. Jika tata kelolanya buruk, pasti kegiatan dan program apapun tidak akan menghasilkan hasil yang baik," kata Menpora.

Baca juga: Menpora Paparkan Lima Program Prioritas Kempora 2020-2024

Tak hanya itu, pihaknya akan melakukan review semua regulasi untuk mempercepat pelayanan publik.

"Semua tidak akan berhasil hanya dengan perintah dan arahan tanpa dukungan para pejabat. Saya berterima kasih kepada para pejabat mulai Pak Sesmenpora, semua deputi hingga ke bawahnya karena mendukung ini dan ini adalah hasil kita bersama-sama," ujar Menpora.

Dirinya juga menekankan setiap program yang akan dikeluarkan harus memiliki output, outcome dan kemanfaatan yang jelas bagi masyarakat.

"Jika ada program yang muncul tanpa bisa mengait lima program prioritas dan ukurannya tidak sesuai kemanfaatannya di tengah masyarakat, maka harus dicoret dan diganti," tutup Menpora.



Sumber: BeritaSatu.com