Umat Muslim Perlu Jaga Solidaritas tetapi Tidak Boleh Paksakan Kehendak
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Umat Muslim Perlu Jaga Solidaritas tetapi Tidak Boleh Paksakan Kehendak

Kamis, 23 Juli 2020 | 13:02 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah KH Yusnar Yusuf Rangkuti mengatakan, umat Muslim perlu menjaga solidaritas keagamaan, tetapi tidak boleh memaksakan kehendak, bahkan mencampuri urusan negara lain.

Yusnar mengatakan, umat beragama dalam konteks negara dan bangsa sering kali berada dalam identitas ganda, yakni sebagai umat beragama dan warga negara, sehingga seringkali persoalan terkait solidaritas keagamaan melupakan persaudaraan kebangsaan.

Untuk itulah diperlukan kepedulian sesama umat beragama untuk tidak sampai pada merobek persaudaraan kebangsaan, kata Yusnar, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Menurut dia, memang sejatinya umat beragama, khususnya umat Islam, perlu untuk saling berbagi pengalaman terkait kejadian atau musibah yang dialami di masing-masing negaranya sebagai sesama umat Muslim, tetapi terkait dengan permasalahan dalam negeri masing-masing, tentunya umat di Indonesia tidak bisa terlalu ikut campur dengan hal itu.

"Jadi yang bisa kita lakukan adalah jika ada orang Indonesia yang sedang merantau dan sebagainya di negara tersebut, maka itu baru bisa ditangani dengan memberi nasihat dan sebagainya karena kita memiliki hubungan diplomatik dengan negara bersangkutan. Karena jika tidak ada kerja sama luar negeri ya apa yang bisa dilakukan," ujar Yusnar.

Menurut dia, persaudaraan sesama Muslim tentu saja harus dibangun, tetapi juga tidak bisa memaksakan.

Dia mencontohkan terkait konflik umat di dunia, seperti Palestina, Rohingya atau Uyghur, Yusnar menjelaskan bahwa dirinya sendiri pernah diundang oleh pemerintah Tiongkok untuk berkunjung ke Xinjiang bersama para tokoh agama lainnya dan delegasi dari Indonesia.

“Saya melihat sendiri itu Islam Uyghur di sana bagus, tidak ada masalah. Namun, ada yang menyatakan di kita bahwa itu sebenarnya tidak seperti itu, kemudian kita diprovokasi untuk mendesak pemerintah dan lain sebagainya. Hal ini sebenarnya menunjukkan hebatnya Indonesia sebagai negara merdeka dan demokrasi di mana semua orang bebas untuk berbicara dan berpendapat,” tutur pakar ilmu tilawah Alquran itu.

Yusnar menyampaikan, jangan hanya karena diprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu kemudian jika ada masalah dengan umat di sana, lalu menyuruh pemerintah Indonesia untuk berperang dengan Tiongkok atau negara lainnya.

“Harusnya kan tidak sampai seperti itu, karena kalau kalah jadi abu, menang jadi arang kita nanti. Masalah seperti itu sendiri sebenarnya adalah masalah di luar negeri yang bisa kita perjuangkan lewat jalur diplomasi dan melalui forum-forum dunia, tidak perlu sampai diprovokasi segala macam,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Yusnar mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam membentuk Gugus Tugas Pemuka Agama dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme di masyarakat.

“Saya sendiri berharap agar pembentukan gugus tugas pemuka agama yang di inisiasi oleh BNPT ini juga bisa berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan. Karena ini juga sebagai jembatan antara pemerintah dengan para tokoh agama dalam mengedukasi dan menentramkan umatnya. Tujuannya, agar para umat ini juga tidak mudah terprovokasi ataupun termakan isu-isu yang dihembuskan oleh segelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan agama tertentu,” katanya.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Usulan Pemberhentian Bupati Jember dari DPRD, Gubernur Jatim Tunggu Fatwa MA

Terkait usulan pemberhentian Faida sebagai Bupati Jember, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya menunggu fatwa dari MA.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Panglima TNI Pimpin Rapat Satgas Covid-19 di Kalimantan Selatan

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memimpin rapat intern virtual dengan Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan melalui konferensi video.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Mendikbud Semangati Anak Indonesia untuk Terus Belajar

Di Hari Anak Nasional ini, Mendikbud Nadiem Makarim juga menyampaikan apresiasinya kepada para orang tua dan guru yang mendampingi anak belajar di rumah.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Pemakzulan Kepala Daerah Ganggu Roda Pemerintahan

Pemakzulan yang dialami Bupati Jember akan mengganggu roda pemerintahan terlebih lagi dalam kondisi pandemi Covid-19.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Dukung Program Padat Karya, Hasto: PDIP Perintahkan 3 Pilar Bersinergi dengan Pemerintah

Saat ini ada 14 program infrastruktur berbasis masyarakat yang merupakan padat karya untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi pengangguran.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Pembekuan Aset Djoko Tjandra Tidak Bisa Dilakukan Walaupun Status WNI Dicabut

Agustinus Pohan menilai, harus ada dasar dalam penyitaan, pemblokiran, ataupun pembekuan aset milik seseorang termasuk Djoko Tjandra.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Presiden: 70 Juta Anak Indonesia Terdampak Covid-19

Presiden mengungkapkan terdapat lebih dari 70 juta anak Indonesia yang merasakan dampak dari pandemi virus corona (Covid-19).

NASIONAL | 23 Juli 2020

Kasus Positif Covid-19 di Sumut Bertambah 100 Orang

Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) kembali bertambah sebanyak 100 orang. Jumlah total kasus positif menjadi 3.263 orang dari jumlah sehari

NASIONAL | 23 Juli 2020

Eks Dirut Jasa Marga Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Pekerjaan Fiktif

KPK menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani sebagai tersangka kasus korupsi proyek fiktif.

NASIONAL | 23 Juli 2020

KPK Tahan 5 Tersangka Korupsi Proyek Pekerjaan Fiktif

KPK menahan lima tersangka selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 23 Juli 2020 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2020.

NASIONAL | 23 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS