Cabut Bibit Radikal dari Generasi Penerus Bangsa
Logo BeritaSatu

Cabut Bibit Radikal dari Generasi Penerus Bangsa

Kamis, 23 Juli 2020 | 23:29 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto menilai anak-anak dan remaja pada rentang usia 17-24 tahun adalah sasaran empuk kelompok radikal untuk mencari pengikut baru dalam menjalani misi kejinya. Usaha para kelompok radikal ini pun semakin dipermudah, dengan adanya jaringan internet.

Fakta tersebut, menurut Wawan, harus dilawan dengan cara tegas mencabut bibit radikal dari generasi penerus bangsa, karena selayaknya anak-anak dididik dengan baik tanpa kekerasan ideologi yang mengancam dan menjerumuskan mereka pada pemahaman radikal sejak dini.

"Kita tahu bahwa teror ideologi dapat mengubah pemikiran dan pemahaman dari seorang individu. Sejak usia dini anak-anak mudah terpapar radikal. Salah satu faktor adalah mudahnya narasi-narasi kebencian yang didapatkan dari berbagai sumber. Sebut saja internet, lingkaran pergaulan, hingga keluarganya sendiri,” jelas Wawan dalam diskusi Aliansi UI Toleran, Kamis (23/7/2020).

Menurut Wawan, radikalisasi via daring melalui media sosial (medsos) sudah menjadi ancaman nyata dan sangat serius, sehingga perlu diwaspadai. Bagi kelompok radikal terorisme,medsos merupakan sarana yang efektif digunakan untuk merekrut dan melakukan indoktrinasi karena jangkauan yang luas.

"Ini yang jadi perhatian kita, membersihkan anak-anak kita dari pikiran keliru. Untuk itu kita adakan patroli cyber selama 24 jam, dengan menyelisik ajaran serta propaganda, yang memasukkan intrik kekerasan dan membawa ideologi yang mengatasnamakan ayat, tanpa menjelaskan penyebab turunnya ayat-ayat tersebut,” tuturnya.

Selain memantau medsos, penting juga memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk lembaga pendidikan akan literasi digital dan paham radikal secara berkelanjutan.

“Literasi digital ini harus berkelanjutan dan harus menyebar ke seluruh elemen masyarakat. Lembaga pendidikan di semua jenjang harus mendapatkan literasi tentang bahayanya penyebaran paham-paham radikal itu melalui dunia maya atau medsos,” terangnya.

Sementara itu, orang tua juga memiliki tanggung jawab tinggi dalam mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak, mendidik anak sesuai kemampuan, bakat, dan minatnya, serta memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti kepada anak.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kihajar 2020 Jadi Momentum Lahirnya Generasi Teknologi

Tahun ini, Kihajar hadir dengan format yang berbeda dan tampilan dan kreativitas yang berbeda karena digelar secara virtual.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Umat Muslim Perlu Jaga Solidaritas tetapi Tidak Boleh Paksakan Kehendak

Persaudaraan sesama Muslim tentu saja harus dibangun, tetapi juga tidak bisa memaksakan.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Usulan Pemberhentian Bupati Jember dari DPRD, Gubernur Jatim Tunggu Fatwa MA

Terkait usulan pemberhentian Faida sebagai Bupati Jember, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya menunggu fatwa dari MA.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Panglima TNI Pimpin Rapat Satgas Covid-19 di Kalimantan Selatan

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memimpin rapat intern virtual dengan Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan melalui konferensi video.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Mendikbud Semangati Anak Indonesia untuk Terus Belajar

Di Hari Anak Nasional ini, Mendikbud Nadiem Makarim juga menyampaikan apresiasinya kepada para orang tua dan guru yang mendampingi anak belajar di rumah.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Pemakzulan Kepala Daerah Ganggu Roda Pemerintahan

Pemakzulan yang dialami Bupati Jember akan mengganggu roda pemerintahan terlebih lagi dalam kondisi pandemi Covid-19.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Dukung Program Padat Karya, Hasto: PDIP Perintahkan 3 Pilar Bersinergi dengan Pemerintah

Saat ini ada 14 program infrastruktur berbasis masyarakat yang merupakan padat karya untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi pengangguran.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Pembekuan Aset Djoko Tjandra Tidak Bisa Dilakukan Walaupun Status WNI Dicabut

Agustinus Pohan menilai, harus ada dasar dalam penyitaan, pemblokiran, ataupun pembekuan aset milik seseorang termasuk Djoko Tjandra.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Presiden: 70 Juta Anak Indonesia Terdampak Covid-19

Presiden mengungkapkan terdapat lebih dari 70 juta anak Indonesia yang merasakan dampak dari pandemi virus corona (Covid-19).

NASIONAL | 23 Juli 2020

Kasus Positif Covid-19 di Sumut Bertambah 100 Orang

Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) kembali bertambah sebanyak 100 orang. Jumlah total kasus positif menjadi 3.263 orang dari jumlah sehari

NASIONAL | 23 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS