Cegah Perkawinan Anak, Pemkab Wonosobo Dirikan PKSAI
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Cegah Perkawinan Anak, Pemkab Wonosobo Dirikan PKSAI

Jumat, 24 Juli 2020 | 11:16 WIB
Oleh : Stefi Thenu / JEM

Wonosobo, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, meresmikan berdirinya Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI), yang salah satu misinya adalah untuk menekan dan mencegah tingginya angka perkawinan usia anak di Wonosobo.

"Saya berharap adanya PKSAI ini dapat mempercepat penanganan setiap kasus anak di Kabupaten Wonosobo. Tentu bukan hanya bersifat reaktif, di mana saat terjadi kasus kemudian baru menyelesaikan. Namun diharapkan PKSAI ini, bisa mencegah kekerasan sejak dini,” kata Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo, pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020, Kamis (23/7/2020).

Agus menuturkan, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini tetap terasa istimewa meskipun dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Meskipun dengan suasana yang berbeda, pihaknya berharap peringatan Hari Anak Nasional kali ini, tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk terus belajar dan berkarya.

Pihaknya ingin setiap permasalahan anak bisa segera dilakukan identifikasi sejak awal. Sehingga permasalahan itu langsung dapat ditangani sebelum terjadi kasus-kasus kekerasan anak.

“Saya sangat mendukung adanya PKSAI. Keberadaan PKSAI bisa mewujudkan harapan dan hak-hak anak di Wonosobo,” ujarnya.

Kehadiran PKSAI di Wonosobo, kata Agus, tak lepas dari prakarsa Kementerian Sosial RI bersama UNICEF serta Yayasan Setara Semarang. PKSAI merupakan kolaborasi layanan, sebagai upaya yang terarah, terpadu, komprehensif dan berkelanjutan dalam penanganan persoalan anak.

“Adanya pelayanan sosial terintegrasi ini, saya berharap Kabupaten Wonosobo semakin mendapat prioritas sebagai kabupaten layak anak,” katanya.

Ia bersyukur Wonosobo merupakan satu dari tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah yang ditunjuk untuk membentuk replikasi PKSAI. Komitmen itu ditunjukan melalui Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 9 Tahun 2020, tentang Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo Tarjo mengatakan, PKSAI menjadi kerja kolaborasi di Kabupaten Wonosobo untuk memenuhi hak anak. Untuk mewujudkan hak anak itu, kolaborasi dilakukan oleh Dinas Sosial PMD, bersama Dinas PPKBPPPA, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Kami tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan layanan kesejahteraan anak, tidak ada lembaga tunggal yang memiliki mandat untuk melayani semua aspek dalam layanan kesejahteraan sosial anak. Karena itu, melalui PKSAI sebagai kolaborasi layanan kesejahteraan sosial anak akan bersama-sama mewujudkan pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak,” tegasnya.

Data Pemkab Wonosobo menyebutkan, anak usia 0-18 tahun saat ini berjumlah 258.773 jiwa. Selama Januari hingga pertengahan Juli 2020, dilaporkan telah terjadi 14 kasus kekerasan kepada anak. Selain itu, terdapat 167 calon pengantin usia anak yang mendapatkan layanan konseling dan pemeriksaan psikologi di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Kondisi ini yang menjadi perhatian dari PKSAI sebagai layanan pencegahan untuk menekan angka pernikahan usia anak, dan juga layanan pengurangan dan penanganan risiko anak rentan. PKSAI bisa melakukan intervensi sejak awal kepada anak-anak yang sudah menikah dini di Wonosobo.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial Republik Indonesia Kanya Eka Santi menjelaskan, komitmen dari Pemkab Wonosobo ini bisa memberikan pembeda bagi anak-anak. Adanya keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat bisa merintis penanganan anak di Indonesia.

“PKSAI merupakan satu sistem layanan yang bisa mengupayakan anak dan keluarga untuk memperoleh dukungan yang optimal,” katanya.

Amanda Bissex, Chief Child Protection Cluster UNICEF Indonesia mengatakan, adanya PKSAI di Kabupaten Wonosobo ini bisa memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Layanan ini tentu saja menjadi pondasi bagi anak-anak yang lebih inovatif.

“Semua tim di PKSAI yang terdiri dari berbagai pihak di Wonosobo bisa mengedepankan kepentingan anak,” ujar Amanda.

Menurut Amanda, bagi anak-anak di Wonosobo, pelayanan PKSAI tentu menjadi kado indah di Hari Anak Nasional. Mereka bisa memastikan adanya layanan yang mendukung serta cepat dalam melayani anak-anak.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Mensos Dorong Puslitbangkesos untuk Terus Lakukan Riset

Menurut Mensos Juliari Batubara, riset dibutuhkan untuk mengukur kekosistenan kementerian.

NASIONAL | 24 Juli 2020

MAKI Adukan Oknum Jaksa Terkait Kasus Djoko Tjandra ke Komjak

MAKI akan melaporkan sejumlah oknum jaksa yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus Djoko Tjandra ke Komisi Kejaksaan (Komjak).

NASIONAL | 24 Juli 2020

Wamenhan Buka Diksarmen Mahasiswa S1 Unhan

Program ini juga selaras dengan Peta Jalan Unhan menjadi World Class Defense University pada 2024.

NASIONAL | 24 Juli 2020

KPK Tindakanjuti Temuan BPK soal Dana APBN Masuk ke Rekening Pribadi

KPK bakal menindaklanjuti BPK terkait adanya lima kementerian yang menggunakan rekening pribadi untuk mengelola dana APBN.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Kemhan Akui Dana Negara Masuk Rekening Pribadi Atase

Dalam pelaksanaan tugas di luar negeri, para atase pertahanan membutuhkan pengiriman dana kegiatan yang segera dan cepat

NASIONAL | 24 Juli 2020

Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Luwu

Sejsk kemarin gempa bumi sudah tiga kali mengguncang Kabupaten Luwu.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Cabut Bibit Radikal dari Generasi Penerus Bangsa

Juru bicara Badan Intelijen Negara, Wawan Hari Purwanto menilai anak-anak dan remaja pada rentang usia 17-24 tahun adalah sasaran empuk kelompok radikal.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Kihajar 2020 Jadi Momentum Lahirnya Generasi Teknologi

Tahun ini, Kihajar hadir dengan format yang berbeda dan tampilan dan kreativitas yang berbeda karena digelar secara virtual.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Umat Muslim Perlu Jaga Solidaritas tetapi Tidak Boleh Paksakan Kehendak

Persaudaraan sesama Muslim tentu saja harus dibangun, tetapi juga tidak bisa memaksakan.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Usulan Pemberhentian Bupati Jember dari DPRD, Gubernur Jatim Tunggu Fatwa MA

Terkait usulan pemberhentian Faida sebagai Bupati Jember, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya menunggu fatwa dari MA.

NASIONAL | 23 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS