Industri Berkembang, Kudus Pertahankan Lahan Pertanian
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Industri Berkembang, Kudus Pertahankan Lahan Pertanian

Jumat, 24 Juli 2020 | 11:52 WIB
Oleh : Stefi Thenu / JEM

Kudus, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus berupaya melakukan pencegahan alih fungsi lahan pertanian. Kendati industri di wilayah itu berkembang pesat, tapi lahan pertanian tetap dipertahankan kelestariannya.

"Lahan pertanian punya peran penting dalam mencegah ketergantungan masyarakat Kudus terhadap produk pangan impor, makanya tetap kami pertahankan," tegas Pelaksana Tugas Bupati Kudus, Hartopo, Jumat (24/7/2020).

Menurut Hartopo, lahan pertanian di Kudus saat ini sejatinya 57 persen dari keseluruhan luas wilayah kota kretek itu yang mencapai 42.500 hektare. Namun, beberapa waktu terakhir ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Kudus belakangan telah dibangun banyak bangunan permanen.

"Lahan pertanian kita 20 ribu hektare. Tapi, realnya 17 ribu. Jadi masih gantung 3 ribu hektare. Lahan ditempati bangunan tapi tanpa IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Kita harus banyak kontrol, soalnya kadang-kadang ada sawah tiba-tiba dibangun bangunan. Tiba-tiba ada dua lantai dan tiga lantai. Mau dibongkar, jadi masalah," ungkap Hartopo.

Meski memiliki lahan pertanian yang cukup luas, Hartopo mengatakan sektor pertanian di Kudus sulit berkembang. Sebab, masyarakat Kudus kurang pandai berinovasi dalam mengolah lahan pertanian.

"Memang harus ada lahan pertanian. Cuma masyarakat kita selalu monoton, jadi inovasinya kurang. Ngambil buruh tani harian saja susah dan sudah mahal. Makanya lahan pertanian banyak untuk kavlingan," jelas Hartopo.

Hartopo mengatakan Kudus merupakan daerah di Jateng yang banyak dilirik investor. Banyak investor yang terpaksa ditolak menanamkan modal mereka di Kudus karena terkendala masalah lahan. "Kudus banyak incaran dari investor. Itu banyak sekali. karena lahan dibatasi, investor banyak yang mundur," jelasnya.

Padahal, dari sisi ekonomi, sebenarnya sektor industri lebih menjanjikan ketimbang sektor pertanian. Sebab, sektor industri bisa dengan cepat menyerap banyak tenaga kerja di Kudus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pertamina Pastikan Penyaluran LPG di Jawa Tengah Lancar

Pertamina di wilayah MOR IV khususnya Jawa Tengah memiliki 107 Stasiun Pengisian Pusat Bulk Elpiji.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Pilkada Medan, Bobby Nasution Berani Keluar dari Zona Nyaman

Meski berusia tergolong masih hijau, Bobby Nasution dinilai bukan sosok pemuda yang mengandalkan hidup di balik kemewahan orang tuanya.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Cegah Perkawinan Anak, Pemkab Wonosobo Dirikan PKSAI

Kehadiran PKSAI di Wonosobo, kata Agus, tak lepas dari prakarsa Kementerian Sosial RI bersama UNICEF serta Yayasan Setara Semarang.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Mensos Dorong Puslitbangkesos untuk Terus Lakukan Riset

Menurut Mensos Juliari Batubara, riset dibutuhkan untuk mengukur kekosistenan kementerian.

NASIONAL | 24 Juli 2020

MAKI Adukan Oknum Jaksa Terkait Kasus Djoko Tjandra ke Komjak

MAKI akan melaporkan sejumlah oknum jaksa yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus Djoko Tjandra ke Komisi Kejaksaan (Komjak).

NASIONAL | 24 Juli 2020

Wamenhan Buka Diksarmen Mahasiswa S1 Unhan

Program ini juga selaras dengan Peta Jalan Unhan menjadi World Class Defense University pada 2024.

NASIONAL | 24 Juli 2020

KPK Tindakanjuti Temuan BPK soal Dana APBN Masuk ke Rekening Pribadi

KPK bakal menindaklanjuti BPK terkait adanya lima kementerian yang menggunakan rekening pribadi untuk mengelola dana APBN.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Kemhan Akui Dana Negara Masuk Rekening Pribadi Atase

Dalam pelaksanaan tugas di luar negeri, para atase pertahanan membutuhkan pengiriman dana kegiatan yang segera dan cepat

NASIONAL | 24 Juli 2020

Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Luwu

Sejsk kemarin gempa bumi sudah tiga kali mengguncang Kabupaten Luwu.

NASIONAL | 23 Juli 2020

Cabut Bibit Radikal dari Generasi Penerus Bangsa

Juru bicara Badan Intelijen Negara, Wawan Hari Purwanto menilai anak-anak dan remaja pada rentang usia 17-24 tahun adalah sasaran empuk kelompok radikal.

NASIONAL | 23 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS