Menpora Pantau Persiapan Olimpiade Cabor Angkat Besi Secara Virtual

Menpora Pantau Persiapan Olimpiade Cabor Angkat Besi Secara Virtual
Lifter Indonesia Eko Yuli melakukan angkatan "Snatch" angkat besi putra grup A nomor 62 kg Asian Games ke-18 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, 21 Agustus 2018. (Foto: BeritaSatu Photo / Ruht Semiono)
Jayanty Nada Shofa / JNS Sabtu, 25 Juli 2020 | 09:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali terus memantau persiapan atlet yang akan bertanding di ajang Olimpiade Tokyo.

Pada Rabu lalu (22/7/2020), Menpora telah meninjau pelatnas cabang olahraga angkat besi secara virtual dari Graha Pemuda, Jakarta. Peninjauan ini guna menyaksikan uji coba kesiapan atlet angkat besi menuju Olimpiade Tokyo.

Menpora berpesan agar para atlet tetap disiplin berlatih.

"Ada tiga cabor yang melakukan Pelatnas dan sedang kita pantau, yaitu bulutangkis, angkat besi, dan menembak. Kali ini PB PABBSI, karena angkat besi salah satu yang ditargetkan mendapatkan medali emas," ujar Menpora.

"Salah satunya diharapkan dari Eko Yuli Irawan. Tadi saya sudah ngobrol, perkembangannya bagus," harapnya.

Menpora bahkan memberikan pesan khusus bagi lifter internasional tersebut usai mengetahui bahwa Eko Yuli rutin berlatih di rumah dengan disiplin dan dekat dengan keluarga.

"Karena kondisi sekarang, yang disiplin tidak hanya Eko. Tetapi, keluarga juga harus disiplin. Bayangkan terus Olimpiade Tokyo yang akan datang. Kalau tidak disiplin, impian akan hilang," pesannya.

Berdasarkan laporan Wakil Ketua Umum PB PABBSI Djoko pramono, pelatnas menggelar tes progres internal yang telah dirancang sesuai dengan standar pertandingan International Weightlifting Federation (IWF).

Tes progres ini digelar setiap bulan dan mematuhi protokol kesehatan.

"Apa yang digariskan Kempora tentang protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat. Sepeti hari ini, dalam gedung keseluruhan tidak boleh lebih dari 30 orang," kata Djoko.

Adapun hasil tes internal yang baru digelar menempatkan Windy Cantika Aisyah sebagai lifter terbaik untuk kategori putri dengan skor 287,17. Disusul oleh Nurul Akmal dengan nilai 262,28. Untuk kategori putra, peringkat pertama Eko Yuli Irawan (429,19) dan peringkat kedua Rahmat Erwin Abdullah (410,76).

Sementara ini, atlet yang sudah dipastikan lolos Olimpiade adalah Eko Yuli Irawan (kelas 61 kg), Windy Cantika Aisyah (kelas 49 kg), Nurul Akmal (kelas 87 kg). Sementara itu, Rahmat Erwin Abdullah (kelas 73 kg) dan Triyatno (kelas 73 kg) masih mengikuti tahap kualifikasi.



Sumber: BeritaSatu.com