Bupati Deno Diminta Tidak Lindungi Mantan Kades Goloworok
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Bupati Deno Diminta Tidak Lindungi Mantan Kades Goloworok

Senin, 27 Juli 2020 | 20:21 WIB
Oleh : Willy Grasias / RSAT

Ruteng, Beritasatu.com – Peneliti senior dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lusius Karus meminta Bupati Deno Kamelus agar tidak melindungi mantan Kepala Desa (Kades) Goloworok Fransiskus Darius Syukur yang diduga mengorupsi dana desa periode 2015-2019 hingga Rp 1 miliar. Tindakan melindungi mantan Kades tersebut sangat tidak patut karena merusak semangat melahirkan pemerintah bersih (good governance). Tindakan melindungi mantan Kades itu juga dapat dinilai bersekongkol untuk menutup praktik kotor.

"Bunuh diri kalau benar Bupati Deno melindungi mantan Kades Goloworok. Tidak ada gunannya," kata Lusius saat dihubungi lewat handphone, Senin (27/7/2020).

Informasi yang beredar di masyarakat saat ini menyebutkan, Ansi panggilan Fransiskus Darius Syukur, sudah menghadap Deno untuk melaporkan kasus yang menimpanya. Atas laporan itu, Deno disebut meminta pengacaranya untuk membantu Ansi. Bahkan antara pengacara Deno dan Ansi sudah sempat bertemu.

Lusius mengemukakan jika informasi yang beredar itu benar, akan sangat berbahaya bagi Deno. Kejaksaan Negeri Ruteng bisa memeriksa Deno untuk mengetahui keterlibatannya dalam kasus terebut.

Di sisi lain, posisi Deno yang akan kembali maju pada Pilkada 9 Desember 2020 sangat riskan jika melindungi mantan Kades itu. Kubu lawan atau penantang akan memanfaatkan kasus tersebut dengan membangun stigma Deno melindungi koruptor. Implikasinya peluang Deno untuk terpilih kembali bisa menipis karena dianggap bersekutu dengan koruptor.

"Lebih baik Deno rela mantan Kades itu diproses hukum. Tidak ada gunanya melindungi. Hanya hilang satu suara kok pada Pilkada nanti. Daripada melindungi, bisa hilang semua nanti pemilihnya," saran Lusius.

Menurut Lusius, ongkos politik yang dihadapi Deno lebih besar jika ikut melindungi Kades tersebut. Apalagi berita laporan dugaan korupsi oleh mantan Kades Goloworok itu sudah menyebar ke seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bahkan hingga ke tingkat nasional.

Dia menyarankan Deno tidak memanfaatkan kasus hukum seperti itu dalam mendulang suara. Strategi seperti itu malah bumerang karena persepsi masyarakat adalah tidak suka dengan pemimpin yang melindungki praktik kotor.

“Kalau sudah tercipta stigma Deno pendukung koruptor, akan sulit bagi Deno meraih kemenangan kembali. Maka lebih baik Deno tampil dengan perintah supaya kasus itu diusut tuntas,” tegas Lusius.

Sebagaimana diketahui, hubungan Deno dengan Ansi sangat dekat. Disamping hubungan atasan dan bawahan dalam jalur birokrasi, hubungan keduanya juga dekat dalam politik. Ansi merupakan salah satu tim sukses utama untuk kemenangan Deno lima tahun lalu.

Dalam Pilkada 2020 ini, Ansi juga sebagai salah satu tim sukses utama. Berkat kepiwaian Ansi, Deno dan istrinya diangkat menjadi anak angkat kampung Goloworok. Deno diangkat menjadi anak angkat saat hendak maju Pilkada Manggarai lima tahun lalu. Sementara istinya diangkat saat hendak maju calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Provinsi NTT, lima tahun lalu. Padahal Deno dan istrinya bukan warga Goloworok.

Selama menjabat, Ansi juga sering dipakai Deno dalam kunjungan ke mana-mana dan selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan Deno. Bahkan Ansi pernah ditetapkan sebagai Kades terbaik untuk Kabupaten Manggarai.

Sebelumnya, sebanyak 92 warga Desa Goloworok, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT melaporkan dugaan korupsi dari mantan Kades Goloworok Fransiskus Darius Syukur. Ansi, sapaan akrab Fransiskus Darius Syukur diduga melakukan korupsi dana desa selama periode kepemimpinnya (2014-2019) lebih dari Rp 1 miliar.

“Perkiraan kami bisa lebih dari Rp 1 miliar sejak 2014 sampai 2019. Itu hitungan-hitungan kasar kami. Berapa yang sebenarnya, biarkan penegak hukum yang menyelediki,” kata ‘Tua Golo’ (Kepala Kampung) Wela, Philipus Jeharut saat memberikan laporan di Kejaksaan Negeri, Ruteng, Kamis (9/7/2020).

Dia menyebut salah satu proyek mangkrak dan janggal yang dilakukan Ansi yaitu pembangunan Tembok Penahan Tanah di halaman ‘Mbaru Gendang’ (Rumah Adat) Kampung Wela. Pembangunan itu masih dikelola dan di bawah pengawasan Ansi di tahun 2020. Padahal Ansi sudah selesai masa jabatannya pada Oktober 2019.

Saat ditanya, Ansi mengaku proyek itu masuk dalam Tahun Anggaran 2019. Anehnya, pengerjaan proyek baru dilakukan mulai tanggal 6 Januari 2020. Padahal Tahun Anggaran 2019 sudah selesai.

“Yang menyedihkan, proyek mangkrak (terhenti) hingga saat ini. Padahal anggarannya ada dan sudah lewat. Ini kan sudah terang-benderan manipulasi dan korupsi,” ujar Philipus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

RUU Cipta Kerja Dinilai Jadi Solusi Perbaikan Ekonomi

Publik menilai RUU Cipta Kerja merupakan jalan tengah antara kepentingan investasi, UMKM, dan kepentingan pekerja.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kemdikbud Akan Buka Sekolah di Luar Zona Hijau

Jumlah siswa yang hadir dalam satu kelas akan dibatas dan durasi pembelajaran juga dipersingkat.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kudatuli, Gus Dur dan Megawati Jadi Simbol Lawan Orde Baru

Peristiwa 27 Juli menjadi bagian dari kristalisasi perlawanan rakyat di berbagai daerah terhadap rezim otoriter Orde Baru.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Skandal Prasetijo Utomo, Polisi Telusuri Aliran Dana

Prasetijo Utomo terancam pasal tambahan yakni tindak pidana korupsi.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Doni Monardo: Presiden Minta Sosialisasi Protokol Kesehatan Digencarkan

Jokowi minta Satgas Covid-19 libatkan media untuk sosialisasi protokol kesehatan.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kabareskrim: Jenderal Prasetijo Utomo Musnahkan Barang Bukti

Prasetijo pernah memerintahkan anak buahnya untuk membakar surat jalan yang digunakan dalam petualangan liciknya bersama Djoko Soegianto Tjandra.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Dugaan Korupsi Bansos Jadi 102 Kasus

Kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi terkait bantuan sosial (Bansos) melonjak menjadi 102 kasus.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Prasetijo Utomo Jadi Tersangka, Belum Ada Pasal Motif

Prasetijo Utomo terancam ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Menpora: Gerakan Pramuka Ujung Tombak Pembangunan Karakter

Menpora Zainudin Amali menganggap Gerakan Pramuka berperan penting dalam pembangunan karakter bangsa.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Pemdes Diminta Terapkan Digitalisasi Monografi Desa

Digitalisasi monografi desa dapat membantu pemdes maupun pemda untuk melakukan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

NASIONAL | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS