Tembus 100.303 Kasus, Indonesia Masih Krisis Covid-19
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Tembus 100.303 Kasus, Indonesia Masih Krisis Covid-19

Senin, 27 Juli 2020 | 20:39 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan penambahan kasus positif virus corona atau Covid-19 per hari ini, Senin (27/7/2020) sudah tembus angka 100.303 kasus. Hal ini membuktikan Indonesia masih dalam krisis Covid-19.

Baca Juga: Update Covid-19: Kasus Positif Tembus 100.000 Hari Ini

"Pada hari ini, kasus mencapai 100.303, hari ini adalah Indonesia mencapai angka yang secara psikologis cukup berarti, yaitu 100 ribu. Dan mengingatkan semua pihak, Indonesia masih dalam kondisi krisis,” kata Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya secara virtual melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (27/7/2020).

Wiku Adisasmito meminta semua pihak tetap waspada dengan kondisi krisis Covid-19 di Indonesia. Masalah pandemi virus corona ini, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga negara-negara di belahan dunia. Ia juga menyinggung adanya banyak pihak yang sering kali membandingkan Indonesia dengan negara lain di dunia, baik negara dengan populasi lebih besar maupun lebih sedikit.

"Apabila kita bandingkan kasus di dunia per satu juta penduduk, sebenarnya posisi Indonesia di dunia, kita masih di 142 dari 21 negara di dunia. Sedangkan bila dibandingkan Indonesia di Asia, kita urutan ke-28 dari 49 negara,” ujar Wiku Adisasmito.

Namun, lanjutnya, posisi yang masih rendah dibandingkan negara lain itu tidak serta merta menggambarkan Indonesia sudah dalam kondisi aman dari Covid-19. Melainkan tetap masih dalam kondisi krisis, sehingga semua pihak tidak boleh lengah.

Baca Juga: Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru

"Kondisi ini tidak serta merta mengatakan Indonesia aman, tapi masih dalam kondisi krisis. Dan kita tidak boleh lengah dalam menghadapi kondisi Covid-19,” terang Wiku Adisasmito.

Meski pertumbuhan kasus positif meningkat terus tiap hari, Wiku Adisasmito mengungkapkan ada kabar menggembirakan dalam penanganan pandemi virus corona ini. Bahwa kasus positif yang mengalami kesembuhan per 27 Juli 2020 semakin baik. Hari ini sudah mencapai 1.525 orang yang sembuh.

"Hal ini bisa dilihat, harusnya kita mampu kasus sembuh lebih banyak lagi, dibandingkan yang terkonfirmasi positif. Dan paling tidak, bisa jadi angka yang sama. Terutama tenaga kesehatan sudah lebih baik menangani sehingga pasien kondisinya menjadi lebih baki, dan kesembuhan bisa ditingkatkan,” jelas Wiku Adisasmito.

Kabar baik lainnya, angka kematian per 27 Juli 2020 juga mengalami penurunan. Hal ini, menurut Wiku memberikan tanda yang baik. Namun tetap harus dijaga agar angka kematian tidak naik kembali.

Baca Juga: Pembukaan Fasum Harus Pertimbangkan Risiko Penularan

"Seperti pesan Presiden hari ini, kita harus menekan kasus meninggal serendah-rendahnya dan kesembuhan setinggi-tingginya serta mengendalikan kasus positif baru secepat-cepatnya. Ini target kita bersama. Dan kami mohon kerja sama semua pihak agar tercapai dengan baik,” ungkap Wiku Adisasmito.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Suap Proyek Kempupera, KPK Pastikan Dalami Aliran Dana ke Cak Imin

KPK memastikan mendalami adanya dugaan aliran dana ke Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar terkait perkara suap proyek Kempupera.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Bupati Deno Diminta Tidak Lindungi Mantan Kades Goloworok

Mantan Kepala Desa (Kades) Goloworok Fransiskus Darius Syukur yang diduga mengorupsi dana desa periode 2015-2019 hingga Rp 1 miliar.

NASIONAL | 27 Juli 2020

RUU Cipta Kerja Dinilai Jadi Solusi Perbaikan Ekonomi

Publik menilai RUU Cipta Kerja merupakan jalan tengah antara kepentingan investasi, UMKM, dan kepentingan pekerja.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kemdikbud Akan Buka Sekolah di Luar Zona Hijau

Jumlah siswa yang hadir dalam satu kelas akan dibatas dan durasi pembelajaran juga dipersingkat.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kudatuli, Gus Dur dan Megawati Jadi Simbol Lawan Orde Baru

Peristiwa 27 Juli menjadi bagian dari kristalisasi perlawanan rakyat di berbagai daerah terhadap rezim otoriter Orde Baru.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Skandal Prasetijo Utomo, Polisi Telusuri Aliran Dana

Prasetijo Utomo terancam pasal tambahan yakni tindak pidana korupsi.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Doni Monardo: Presiden Minta Sosialisasi Protokol Kesehatan Digencarkan

Jokowi minta Satgas Covid-19 libatkan media untuk sosialisasi protokol kesehatan.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kabareskrim: Jenderal Prasetijo Utomo Musnahkan Barang Bukti

Prasetijo pernah memerintahkan anak buahnya untuk membakar surat jalan yang digunakan dalam petualangan liciknya bersama Djoko Soegianto Tjandra.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Dugaan Korupsi Bansos Jadi 102 Kasus

Kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi terkait bantuan sosial (Bansos) melonjak menjadi 102 kasus.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Prasetijo Utomo Jadi Tersangka, Belum Ada Pasal Motif

Prasetijo Utomo terancam ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

NASIONAL | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS