Legislator Dorong Pengembangan Obat dengan Bahan Baku Lokal
Logo BeritaSatu

Legislator Dorong Pengembangan Obat dengan Bahan Baku Lokal

Senin, 27 Juli 2020 | 20:51 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mendorong pengembangan obat dengan bahan baku lokal untuk mengurangi ketergantungan impor.

"Pada momentum pandemi Covid-19 ini, kita harus berpikir jauh ke depan. Jangan sampai kita terlena akan obat impor atau riset yang dilakukan pihak luar negeri. Kita harus mulai bangkit dan bangun agar Indonesia tidak tergantung impor lagi, tapi bisa mandiri dengan obat berbasis kearifan lokal," kata Rahmad dalam keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.

Rahmad menyatakan, 90% bahan baku obat-obatan masih mengandalkan impor. Untuk itu, pandemi Covid-19 diharapkan dijadikan momentum bagi industri obat tradisional.

Menurutnya, ahli-ahli farmasi dalam negeri mampu mengembangkan obat berbasis kearifan lokal sepanjang didukung oleh pemerintah.

Pemerintah, lanjut Rahmad, perlu memberikan insentif kepada farmasi baik itu insentif fiskal atau bentuk lainnya yang memberikan kemudahan untuk berinvestasi. Pemerintah juga diharapkan membangun rumah sakit khusus yang menggunakan obat-obat dengan bahan baku lokal.

"Kita kan harus mandiri di bidang kesehatan, Karena itu, riset farmasi berbasis kearifan lokal harus didorong. Beri kesempatan kepada perusahaan farmasi untuk mengembangkan manfaat kandungan lokal, seperti jahe, kunyit serta berbagai rempah-rempah yang menjadi kekayaan alam Indonesia," terangnya.

Dirinya menuturkan, pengembangan obat-obatan berbasis tumbuhan di Indonesia sempat mengemuka. Pada Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum pada Februari lalu, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan industri obat tradisional dapat menjadi solusi ketergantungan obat impor.

Berdasarkan data Data Ditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemperin), Indonesia mempunyai sekitar 30.000 varietas tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi berbagai formula obat herbal oleh pelaku industri jamu dan obat tradisional.

Data Kemperin juga memperlihatkan saat ini ada sekitar 1.200 pelaku industri jamu, dari jumlah itu ada sekitar 129 usaha yang masuk masuk kategori industri. Sisanya merupakan industri berskala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terklasifikasi menjadi usaha menengah obat tradisional (UMOT) dan usaha kecil obat tradisional (UKOT).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Jember

KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi di Jember, Jawa Timur.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Tembus 100.303 Kasus, Indonesia Masih Krisis Covid-19

Wiku Adisasmito meminta semua pihak tetap waspada dengan kondisi krisis Covid-19 di Indonesia.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kasus Suap Proyek Kempupera, KPK Pastikan Dalami Aliran Dana ke Cak Imin

KPK memastikan mendalami adanya dugaan aliran dana ke Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar terkait perkara suap proyek Kempupera.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Bupati Deno Diminta Tidak Lindungi Mantan Kades Goloworok

Mantan Kepala Desa (Kades) Goloworok Fransiskus Darius Syukur yang diduga mengorupsi dana desa periode 2015-2019 hingga Rp 1 miliar.

NASIONAL | 27 Juli 2020

RUU Cipta Kerja Dinilai Jadi Solusi Perbaikan Ekonomi

Publik menilai RUU Cipta Kerja merupakan jalan tengah antara kepentingan investasi, UMKM, dan kepentingan pekerja.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kemdikbud Akan Buka Sekolah di Luar Zona Hijau

Jumlah siswa yang hadir dalam satu kelas akan dibatas dan durasi pembelajaran juga dipersingkat.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kudatuli, Gus Dur dan Megawati Jadi Simbol Lawan Orde Baru

Peristiwa 27 Juli menjadi bagian dari kristalisasi perlawanan rakyat di berbagai daerah terhadap rezim otoriter Orde Baru.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Skandal Prasetijo Utomo, Polisi Telusuri Aliran Dana

Prasetijo Utomo terancam pasal tambahan yakni tindak pidana korupsi.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Doni Monardo: Presiden Minta Sosialisasi Protokol Kesehatan Digencarkan

Jokowi minta Satgas Covid-19 libatkan media untuk sosialisasi protokol kesehatan.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kabareskrim: Jenderal Prasetijo Utomo Musnahkan Barang Bukti

Prasetijo pernah memerintahkan anak buahnya untuk membakar surat jalan yang digunakan dalam petualangan liciknya bersama Djoko Soegianto Tjandra.

NASIONAL | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS