Pancasila Pilihan Terbaik dan Final bagi Muhammadiyah dan NU
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pancasila Pilihan Terbaik dan Final bagi Muhammadiyah dan NU

Selasa, 28 Juli 2020 | 18:27 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / WM



Depok, Beritasatu.com - Bagi organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), Pancasila merupakan pilihan terbaik dan final karena Pancasila merupakan hasil perjanjian seluruh elemen bangsa. Dalam pemahaman Muhammadiyah, Pancasila adalah darul 'ahdi wa al-syahadah (negara konsensus dan kesaksian). Sedangkan NU memahami Pancasila sebagai mu’ahadah wathaniyah (kesepakatan kebangsaan).

Hal itu dikatakan Said Romadlan saat mempertahankan disertasinya yang berjudul “Diskursus Gerakan Radikalisme dalam Organisasi Islam (Studi Hermeneutika pada Organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama tentang Dasar Negara, Jihad, dan Toleransi),” dalam sidang terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), di Depok, Jawa Barat, Selasa (28/7/2020).

"Peneguhan sikap Muhammadiyah dan NU mengenai Pancasila tersebut sekaligus menjadi kritik dan perlawanan atas upaya-upaya kelompok tertentu untuk mengganti dan mengubah Pancasila sebagai ideologi bangsa," kata Said.

Dalam salah satu kesimpulan hasil penelitiannya, Said mengatakan bahwa pemahaman dan sikap Muhammadiyah dan NU atas Pancasila sebagai pilihan terbaik dan final merupakan hasil penafsiran ayat Alquran dan refleksi kedua organisasi Islam terbesar Indonesia tersebut atas Pancasila.

Muhammadiyah merujuk pada Alquran Surat Saba’ ayat 15 ‘baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur’ (sebuah negeri yang baik dan berada dalam ampunan Allah Swt). Kalimat tersebut oleh Muhammadiyah ditafsirkan sebagai Negara Pancasila.

Sedangkan NU mengacu pada Alquran Surat Al-Baqarah ayat 30 "khalifah fil ardhi". Kata 'khalifah' ditafsirkan NU sebagai melaksanakan amanat Allah melalui NKRI dan Pancasila.

"Pancasila sebagai pilihan terbaik dalam pandangan Muhammadiyah dan NU bukanlah pandangan politik yang didasarkan atas kepentingan pragmatis dan jangka pendek. Pandangan kedua organisasi Islam moderat ini dihasilkan melalui proses refleksi dan dialektika keduanya atas sejarah lahirnya Pancasila, di mana para tokoh Muhammadiyah dan NU terlibat langsung dalam proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara," papar Said Romadlan.

"Selain itu, secara kontekstual peneguhan sikap Muhammadiyah dan NU atas Pancasila juga merupakan perlawanan kedua organisasi Islam ini terhadap upaya-upaya kelompok-kelompok tertentu yang hendak mengganti dan mengubah Pancasila," kata Said.

Selain meneguhkan pandangan dan sikap tentang Pancasila sebagai pilihan terbaik dan final, dalam disertasinya diuraikan pula mengenai pandangan Muhammadiyah dan NU tentang jihad dan toleransi terhadap non muslim.

Dalam pandangan Muhammadiyah dan NU, jihad bukanlah diwujudkan dalam bentuk kekerasan, apalagi terorisme.

"Bagi Muhammadiyah jihad adalah jihad lil-muwajahah, yakni bersungguh-sungguh menciptakan sesuatu yang unggul dan kompetitif. Sedangkan bagi NU, jihad adalah sebagai mabadi’ khaira ummah, yaitu bersungguh-sungguh mengutamakan kemaslahatan umat," tutur Said.

Toleran
Said melanjutkan, Muhammadiyah dan NU sejak awal dikenal sebagai organisasi Islam yang toleran terhadap non muslim. Bagi Muhammadiyah, toleransi terhadap non-muslim sebagai ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). Sedangkan bagi NU, sebagai ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan).

Dalam disertasinya, Said merekomendasikan pentingnya peran Muhammadiyah dan NU sebagai kekuatan sipil Islam untuk melakukan gerakan penyadaran dan perlawanan terhadap gerakan radikalisme yang dianggap antidemokrasi dan menyimpang dari ajaran Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin.

"Salah satu bentuk penyadaran dan perlawanan terhadap gerakan radikalisme adalah dengan terus menciptakan narasi-narasi sebagai kontra-diskursus atas pemahaman kelompok-kelompok Islam radikal mengenai isu-isu radikalisme yang selama ini dominan dan dianggap benar adanya, yang disuarakan melalui media-media resmi organisasi, lembaga pendidikan, dan pengajian-pengajian," pungkas Said.

Dalam sidang disertasi terbuka yang dilaksanakan secara daring ini, Tim promotor terdiri dari Ibnu Hamad, Effendi Gazali. Said pun berhasil lulus dengan predikat sangat memuaskan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Spanduk Dukungan Jokowi Bertebaran, Kobar: Indonesia Telah Melakukan Lompatan Jauh

Sejumlah spanduk dukungan dengan tagline #KobarkanJokowi #JokowiFokusKerja #JanganGangguJokowi bertebaran di berbagai kota dan daerah di Indonesia

NASIONAL | 21 Oktober 2021

2 Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Jubir Presiden: Terjadi Transformasi Progresif di Indonesia

Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam dua tahun ini dinilai telah mewujudkan transformasi progresif di segala bidang.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

FKMTI Khawatir Perintah Presiden Jokowi untuk Memberantas Mafia Tanah Diabaikan

Menurut FKMTI, perintah Presiden Jokowi terkesan diabaikan karena praktik mafia tanah masih sering terjadi dan tidak bisa tersentuh hukum.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Penyelundupan Narkoba Lewat Pelabuhan Bakauheni, Polisi Tembak 1 Pengedar

Dit Narkoba Bareskrim Polri, membekuk 19 pengedar dan menyita 62,9 kilogram narkotika jenis sabu-sabu, di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Satu orang ditembak mati

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Universitas Prasetiya Mulya Hadirkan S1 Financial Technology

Universitas Prasetiya Mulya membuka program terbaru, yaitu S1 Financial Technology di School of Business & Economics.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Perkuat Komunikasi Publik, Polri Terus Tingkatkan Kinerja Humas

Polri menyadari akan makna penting hubungan masyarakat (humas) dalam penguatan komunikasi publik.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Presiden Optimistis Jembatan Sei Alalak Makin Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Kalsel

“Alhamdulillah, Jembatan Sei Alalak telah rampung dan hari ini kita resmikan sehingga segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Presiden Jokowi.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Jokowi Resmikan Jembatan Sei Alalak yang Tahan Gempa dan Bisa Bertahan 100 Tahun

Jembatan ini dibangun dengan struktur bangunan yang tahan gempa dan mampu bertahan hingga 100 tahun.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Marriott dan Ecolab Dukung Pasokan Air Bersih di Bali

Marriott dan Ecolab berkolaborasi untuk mendukung Bali Children Foundation dalam menyediakan pasokan air bersih dan sarana mencuci tangan bagi anak-anak sekolah dasar di dataran tinggi Bali.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Kemkominfo Periksa Dugaan Peretasan Data KPAI

Kemkominfo sedang memeriksa dugaan kebocoran dan peretasan data pengaduan online milik KPAI

NASIONAL | 21 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
Spanduk Dukungan Jokowi Bertebaran, Kobar: Indonesia Telah Melakukan Lompatan Jauh

Spanduk Dukungan Jokowi Bertebaran, Kobar: Indonesia Telah Melakukan Lompatan Jauh

NASIONAL | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings