Pantau Penularan Covid-19 pada ASN, DIY Serahkan ke OPD

Pantau Penularan Covid-19 pada ASN, DIY Serahkan ke OPD
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, memberikan keterangan pers tentang perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di DIY usai rapat forum pimpinan daerah DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Fuska Sani)
Fuska Sani Evani / CAR Rabu, 29 Juli 2020 | 07:24 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum akan memberlakukan tes usap bagi aparatur sipil negara (ASN). Pemantauan setiap pegawai diserahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD).

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji memaparkan, penantauan ASN cenderung lebih mudah dan pihaknya sudah menerapkan SOP protokol kesehatan di seluruh bagian.

“Pertama dari kebiasaan cuci tangan dan tes suhu tubuh baik saat masuk maupun keluar kompleks kantor, dan DIY tidak lagi menerapkan presensi sidik jari maupun retina, melainkan presensi melalui perangkat handphone masing-masing, untuk menhindari sentuhan,” kata Kadarmanta, Selasa (28/07/2020).

Sementara tes usap massal, lebih difokuskan kepada masyarakat, baik tenaga kesehatan maupun masyarakat rentan.

“Saya titip kepada media, bahwa DIY ini belum sampai kepada puncak penularan Covid-19, karena DIY akan kedatangan sekitar 300 ribu mahasiswa, belum lagi sekolah yang mulai pembelajaran tatap buka. Kita tidak boleh lengah,” tegas Kadarmanta.

Dia juga menyatakan, sekolah tatap muka tersebut harus benar-benar diperhitungkan, dan tidak bisa diberlakukan secara langsung. “Perlu bertahap dan dievaluasi, karena kita tidak boleh asal memutuskan,” imbuhnya.

Di sisi lain, turnamen sepak bola Liga I yang rencananya akan dilangsungkan di DIY, sebaiknya dilakukan tanpa penonton.

“Saya senang ada laga di DIY, tetapi dengan tanpa penonton atau pentandingan hanya bisa ditonton secara virtual. Nanti pemda akan membantu atau memfasilitasinya, kalau perlu kita support untuk streaming, karena protokol kesehatan akan sangat sulit diterapkan dalam kerumunan massa,” kata Kadarmanta.



Sumber: BeritaSatu.com