Kemdikbud Diminta Ikuti Rekomendasi IDAI untuk Durasi Belajar Selama PJJ

Kemdikbud Diminta Ikuti Rekomendasi IDAI untuk Durasi Belajar Selama PJJ
Ilustrasi mahasiswa (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Maria Fatima Bona / IDS Jumat, 31 Juli 2020 | 18:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Sekjen Federasi Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim, menyarankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menggunakan rekomendasi durasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) sesuai rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Pasalnya, selain mempertimbangkan ketersediaan kuota internet, Kemdikbud juga harus fokus pada kesehatan peserta didik.

“Sekarang IDAI sudah membuat rekomendasi, tapi saya pikir tidak akan didengarkan oleh kepala sekolah. Sebab, yang akan didengarkan itu keputusan berupa surat edaran dinas pendidikan baik itu tingkat provinsi maupun kabupaten/kota serta keputusan resmi dari Kemdikbud,” ujarnya kepada Suara Pembaruan, Jumat (31/7/2020).

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Aman B Pulungan, mengeluarkan rekomendasi untuk durasi selama anak belajar dari rumah. Misalnya, untuk siswa SD, durasi PJJ daring sebaiknya tidak boleh lebih dari 90 menit dalam sehari. Sedangkan untuk sekolah menengah, PJJ daring tidak boleh lebih dari dua jam per hari.

IDAI juga memberi rekomendasi untuk orang tua agar selalu mendampingi anak untuk melakukan screen time atau terpapar layar laptop, komputer, maupun gawai.

Menurut Satriwan, dengan tidak adanya kurikulum adaptif selama pandemi ini, para guru pun tidak memiliki pedoman nasional untuk mengatur durasi belajar daring maupun luar jaringan (luring). Sekolah dan guru hanya fokus pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 yang diperkuat dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BDR selama Darurat Covid-19.

Padahal dalam panduan itu tidak ada aturan tentang durasi sama sekali.

Berdasarkan pantauan FSGI, Satriwan menyebutkan, pada waktu normal, durasi belajar siswa untuk tingkat SMP, dan SMA/SMK berlangsung selama delapan jam. Masuk sekolah pukul 07.00 WIB dan keluar sekolah pukul 15.00 WIB.

Namun, pada situasi pandemi, khusus untuk daring, siswa mulai belajar pukul 07.00 WIB dan selesai pada 11:30 WIB, atau mulai pada pukul 08.00 WIB dan selesai pukul 12.00 WIB.

Sedangkan untuk PAUD dan SD, durasi PJJ umumnya berlangsung selama dua atau tiga jam. Kata Satriwan, sebelum adanya panduan resmi dari pemerintah, guru dan kepala sekolah harus kreatif menetapkan durasi belajar, termasuk mengurangi jumlah mata pelajaran atau meringkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com