BKSAP–AIPA Bahas Peningkatan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi

BKSAP–AIPA Bahas Peningkatan Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Mardani Ali Sera saat pertemuan daring BKSAP DPR RI dengan AIPA-ECC di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis (30/7/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Sabtu, 1 Agustus 2020 | 08:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR dan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) baru-baru ini membahas peningkatan kualitas pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Diketahui, mewabahnya virus corona telah berdampak besar pada sektor pendidikan. Siswa di seluruh dunia terpaksa harus belajar dari rumah untuk mencegah penularan. Berbagai tantangan pun muncul selama kegiatan belajar dari rumah berlangsung seperti kendala akses internet dan perangkat teknologi.  

“Fokus yang pertama tentang bagaimana menjaga serta meningkatkan kualitas pendidikan di era Covid-19. Tadi Filipina bagus, dimana perusahaan telekomunikasi mereka diminta untuk meningkatkan CSR-nya, sehingga bisa memberikan kuota internet gratis," kata Wakil Ketua BKSAP Mardani Ali Sera di sela-sela pertemuan daring ASEAN-AIPA yang bertajuk  "Parliamentary Partnership on Educational and Cultural Cooperation for Sustainable Development (AIPA-EEC)”, di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

"Kemudian, tadi Vietnam mendesai kurikulum yang lebih simple. Jadi, bagi BKSAP DPR RI, pertemuan sore ini membuat kita mendapat best practice," jelas politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Pada pertemuan tersebut, BKSAP DPR RI menjelaskan beberapa kebijakan yang telah diterapkan di Indonesia, seperti penambahan budgeting di sektor pendidikan yang telah diterapkan di Indonesia dan wacana penghapusan Ujian Nasional.

Baca juga: Pembukaan Sekolah di Zona Hijau Wajib Penuhi Persyaratan Ini

Di masa pandemi, dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah juga harus mengantongi izin dari pemerintah daerah, tentunya dengan memperhatikan kondisi pandemi Covid-19 di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, Mardani mengajukan pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antar negara ASEAN terutama yang bertetangga dalam penyediaan infrastruktur internet. Gagasan ini dianggap selaras dengan quotes AIPA mengenai seamless connectivity melalui penyediaan fasilitas internet khususnya di daerah terluar, terpinggir dan tertinggal (3T) di masing-masing negara.

“Inilah pentingnya AIPA quotes tentang ‘Seamless Connectivity’. Contohnya, beberapa daerah 3T di Indonesia ada yang lebih dekat ke Filipina atau Malaysia. Maka, kita usulkan untuk suplai internet ke daerah 3T itu bersumber dari kedua negara itu. Sebaliknya, warga Filipina yang dekat Sulut mendapatkan fasilitas dari Indonesia. Kita ajukan, demi membangun ‘ASEAN as Single Community’ yang maju,” pungkas Mardani.



Sumber: BeritaSatu.com