Menko Mahfud: Djoko Tjandra Bisa Kena Pidana Tambahan

Menko Mahfud: Djoko Tjandra Bisa Kena Pidana Tambahan
Buronan kasus cessie Bank Bali Djoko Soegianto Tjandra (baju tahanan) tiba di Bandara Halim Perdakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Robertus Wardi / FMB Sabtu, 1 Agustus 2020 | 14:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam Mahfud MD mengemukakan buronan 11 tahun Djoko Tjandra bisa dikenakan hukuman pidana tambahan. Hal itu sebagai akibat dari perbuatannya yang membuat surat palsu dan menyuap pejabat negara saat melarikan diri.

"Karena tingkahnya dia bisa diberi hukuman-hukuman baru yang jauh lebih lama," kata Mahfud dalam akun twitter pada Sabtu (1/8/2020).

Ia menjelaskan dengan perbuatan-perbuatannya, Djoko Tjandra tidak hanya menghuni penjara dua tahun sebagaimana vonis yang diterimanya selama ini. Buronan korupsi ini bisa dihukum lebih panjang atas tindakan pidana lainnya.

"Pejabat-pejabat yang melindunginya pun harus siap dipidanakan. Kita harus kawal ini," ujar Mahfud dalam twitnya.

Baca juga: Tetap Ditahan di Mabes Polri, Djoko Tjandra Jadi Warga Binaan

Dia mengaku sudah bicara dari hati ke hati dengan Kapolri dan Jaksa Agung terkait pengusutan kasus Djoko Tjandra tersebut. Dia percaya pada pimpinan dua lembaga tersebut untuk memproses siapa saja yang terlibat.

"Jaksa Agung dan Kapolri yang sekarang ini beserta Kabareskim, saya sudah berdiskusi dari hati ke hati selama beberapa kali. Saya tahu mereka ini bersungguh-sungguh dan tidak terbebani oleh masa lalu sehingga lebih leluasa untuk lakukan tindakan. Dan itu pasti bisa, saya akan mendorong ke arah sana sekuat-kuatnya sebagai Menko Polhukam," tutup Mahfud. SP/R-14



Sumber: BeritaSatu.com