NU dan Muhammadiyah Putuskan Tidak Bergabung dalam POP 2020
Logo BeritaSatu

NU dan Muhammadiyah Putuskan Tidak Bergabung dalam POP 2020

Selasa, 4 Agustus 2020 | 22:07 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Polemik Program Organisasi Penggerak (POP) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) masih terus berlangsung. Setelah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menolak bergabung pada POP 2020. Kini, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) juga sepakat untuk tidak bergabung.

Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU, Arifin Junaidi mengatakan, secara lembaga PBNU telah memutuskan untuk tidak bergabung dalam POP 2020. Arifin menuturkan, LP Ma'arif NU meminta kepada Kemdikbud untuk mematangkan konsep dan menunda pelaksanaannya tahun depan. Dalam hal ini, LP Ma'arif NU mempertimbangkan akan untuk bergabung dalam POP tahun depan setelah mempelajari dan mencermati revisi konsep POP.

“Apabila Kemdikbud memaksakan POP dilaksanakan tahun ini, maka LP Ma'arif NU PBNU menyatakan tidak bergabung dalam POP Kemdikbud,” kata Arifin dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Selasa (4/8/2020).

Kendati demikian, Arifin mengatakan, LP Ma'arif NU PBNU tetap melaksanakan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru serta inovasi pendidikan secara mandiri. “Karena dilaksanakan secara mandiri, maka LP Ma'arif NU PBNU minta kepada Kemdikbud untuk tidak mencantumkan LP Ma'arif NU PBNU dalam daftar penerima POP tahun ini,” ujarnya.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Dalam hal ini, Mu’ti mengatakan, PP Muhammadiyah mengapresiasi silaturahmi Mendikbud Nadiem Anwar Makarim ke PP Muhammadiyah serta keputusan untuk mengevaluasi POP.

Mu’ti mengaku, kedatangan Nadiem memang sempat menyampaikan permintaan agar Muhammadiyah bisa bergabung dengan program POP. “Terkait dengan permintaan tersebut, sesuai hasil rapat bersama PP Muhammadiyah dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang (Dikti Litbang), Muhammadiyah memutuskan untuk tetap tidak berperan serta dalam program POP,” ujarnya dalam siaran pers.

Mu’ti menegaskan, saat ini sekolah atau madrasah dan perguruan tinggi Muhammadiyah sedang fokus penerimaan peserta didik baru dan menangani berbagai masalah akibat pandemi Covid-19.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Waspada, 23 Wilayah di Indonesia Akan Alami Cuaca Ekstrem

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-100%.

NASIONAL | 20 September 2021

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Pelabuhanratu

Tim SAR gabungan bersiaga dan melanjutkan pencarian korban tenggelam kecelakaan laut di Pantai Kebonkalapa Citepus, Pelabuhanratu, Sukabumi.

NASIONAL | 20 September 2021

Antisipasi Tsunami Terulang, BMKG Sempurnakan Sistem Peringatan Dini

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya dan kementerian/lembaga terkait sedang menyempurnakan sistem gempabumi dan peringatan dini tsunami.

NASIONAL | 19 September 2021

Dirtipidum: Napoleon Pukuli dan Lumuri M Kece dengan Kotoran

Hasil pemeriksaan perkara penganiayaan yang dialami Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri terungkap bahwa Napoleon Bonaparte memukuli dan melumuri kotoran

NASIONAL | 19 September 2021

Komisi I DPR Dukung Peremajaan Alutsista Koamarda II Surabaya

Komisi I DPR mendukung peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Koarmada II Surabaya.

NASIONAL | 19 September 2021

9 Nakes Korban Kekerasan KKB Jalani Pemulihan Trauma

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan korban kekerasan d Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin (13/9/2021)saat ini menjalani pemulihan trauma

NASIONAL | 19 September 2021

Mulai 25 September, Denpasar Terapkan Ganjil Genap di Daerah Tujuan Wisata

Polrestra Denpasar akan menerapkan peraturan lalu lintas berupa penyekatan ganjil genap bagi kendaraan di Daerah Tujuan Wisata (DTW) mulai 25 September 2021.

NASIONAL | 19 September 2021

Wasekjen Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Guru Honorer

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan meminta pemerintah memperhatikan nasib para guru honorer.

NASIONAL | 19 September 2021

BNPT: Sikap Intoleran Sebabkan Bencana, Hargai Perbedaan

Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sikap intoleran terhadap agama dapat menyebabkan bencana sehingga mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan

NASIONAL | 19 September 2021

Ini Isi Lengkap Surat Terbuka Irjen Napoleon Soal Penganiayaan M Kece

Irjen Napoleon Bonaparte menuliskan surat terbuka terkait dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece atau Muhammad Kace. Ini isi lengkap surat tersebut.

NASIONAL | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Mujahidin Indonesia Timur


# Napoleon Bonaparte


# Pengobat Alternatif Ditembak


# Manchester United



TERKINI
IHSG Melemah di Awal Perdagangan

IHSG Melemah di Awal Perdagangan

EKONOMI | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings