Arief Poyuono: IDI Harus Bisa Buktikan Bukan ‘Kacung WHO’
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Arief Poyuono: IDI Harus Bisa Buktikan Bukan ‘Kacung WHO’

Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:42 WIB
Oleh : Hotman Siregar / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Seharusnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak perlu menanggapi pernyataan kritis 'IDI Kacung WHO' oleh musisi Jerinx SID yang berujung penahanannya oleh Polda Bali sebagai tersangka pelaku ujaran kebencian. Karena IDI punya segala kemampuan untuk membuktikan bahwa organisasi dokter ini bukan seperti yang dicurigai Jerinx dan sebagian besar masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra oleh Arief Poyuono di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

"Seharusnya IDI tinggal membuktikan saja kalau organisiasinya itu bukan kacung WHO. Jadinya lucu kalau organisasi yang isinya orang pintar semua tapi baper, terus melaporkan ke polisi karena dikritik Jerinx," kata Arief Poyuono.

Menurutnya, dengan melaporkan ke polisi bisa diartikan bahwa IDI memang tidak mampu membuktikan bahwa kritik itu salah. Sehingga IDI perlu mempertahankan diri dari kritik masyarakat dengan cara melaporkan Jerinx ke polisi.

"IDI itu isinya profesor dan doktor, para ahli di bidang kesehatan yang sekolahnya lama. Kalau gak bisa membuktikan dirinya bukan kacung WHO seperti yang dikritik Jerinx, kan gawat banget. Ini mengancam keselamatan 250 juta rakyat Indonesia loh," ujarnya.

Namun sebaliknya Poyuono mengingatkan bahwa dengan menjadikan Jerinx sebagai tersangka, maka Jerinx juga akan membuktikan kebenaran pernyataan “IDI Kacung WHO” di hadapan pengadilan dan disaksikan oleh publik.

“Karena Jerinx adalah seorang seniman muda yang selama ini menyuarakan kritik sosial dalam karya-karyanya secara cerdas. Kalau sampai dirinya bisa membuktikan kebenarannya di depan sidang, maka IDI sendiri yang akan menerima akibatnya,” ujarnya.

Poyuono mengatakan dirinya sudah sering mengikuti kritik Jerinx di media sosial sehubungan dengan pandemik corona, sikap WHO, dan tanggapan masyarakat dan dokter-dokter Indonesia. Menurutnya kritik Jerinx selalu berdasarkan fakta-fakta yang terus berkembang.

“Hal yang positif dari penahanan Jerinx ini akan berujung buka-bukaan di depan hakim, apakah tuduhan ‘IDI Kacung WHO’ atau ‘tuduhan penyebaran kebencian’ yang benar. Sehingga rakyat akan mempelajari sebuah bukti-bukti yang akan disampaikan Jerinx terhadap tuduhannya tersebut,” tegas Arief Poyuono.

Langsung Ditahan
Seperti diberitakan kepolisian telah menahan drummer Superman is Dead (SID), Jerinx di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolda Bali, Rabu (12/8/2020). Penahanan pria bernama lengkap I Gede Ari Astina itu menyusul penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Nama Jerinx selama pandemi Covid-19 nyaring terdengar di telinga masyarakat dengan kontroversi teori konspirasinya. Akhirnya Jerinx tersandung dengan unggahan di Instagram-nya yang menyebut Ikatan Dokter Indoneisa ( IDI) sebagai kacung organisasi kesehatan dunia (WHO).

"Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19," demikian pernyataannya dalam akun instagram-nya

Merasa organisasinya terhina, Ketua IDI Bali I Gede Putra Suteja melaporkan Jerinx ke Polda Bali atas dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik pada 16 Juni 2020, dengan nomor laporan LP/263/VI/2020/Bali/SPKT.

Berkait dengan laporan ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali memeriksa sejumlah saksi, termasuk ahli. serta Ketua IDI Bali.

Pada Kamis (6/8/2020), Jerinx ditemani kuasa hukumnya, Wayan Gendo Suardana memenuhi pemanggilan kedua. Dalam kesempatan itu, Jerinx merasa kata-kata yang berujung laporan polisi tersebut merupakan kritiknya terhadap IDI.

"Saya ingin menegaskan sekali lagi, saya tak punya kebencian dan niat menghancurkan atau menyakiti perasaan kawan-kawan IDI. Jadi, ini 100 persen sebuah kritikan," kata Jerinx saat itu.

"Saya yakin 100 persen. Itu yang saya lakukan benar. Karena saya enggak bermaksud negatif atau buruk. Yang saya lakukan murni kritik sebagai warga negara," lanjut Jerinx.

Saat pemeriksaan dan penahanan, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi mengatakan, Jerinx berperilaku baik dan kooperatif terhadap polisi. Atas perbuatannya, Syamsi menegaskan Jerinx terancam hukuman penjara selama enam tahun.

"Ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," kata Syamsi.

Hal itu berdasarkan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) dan/atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) UU Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP, sesuai dengan laporan polisi bernomor LP/263/VI/2020/Bali/SPKT, tanggal 16 Juni 2020.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bupati Manggarai Diminta Tidak Lindungi Terduga Koruptor

Bupati Manggarai, NTT, Deno Kamelus diminta tidak melindung terduga mantan Kepala Desa Goloworok, Fransiskus Darius Syukur.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Penanganan Bahaya Karhutla dan Covid-19 Harus Berfokus pada Mitigasi

Pada 2020 bahaya karhutla kembali mengancam dan kali ini datang bersamaan dengan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Presiden Anugerahi Ahmad Muzani Bintang Jasa Utama

Politisi kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini menyampaikan berterima kasih atas anugerah bintang jasa ini.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Gunung Sinabung Tiga Kali Erupsi dalam Sehari

Erupsi pertama Gunung Sinabung pada Kamis pagi sekitar pukul 06.07 WIB, dengan membentuk kolom abu vulkanik setinggi 1.000 meter.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Kepala BP2MI Akan Jatuhkan Sanksi Tegas ASN yang Khianati Pancasila

ASN BP2MI lakukan sumpah setia kepada Pancasila.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Karhutla di Jambi Capai 227 Hektare

Karhutla yang banyak terbakar di Provinsi Jambi tersebut tersebar di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Jokowi Kukuhkan 8 Anggota Paskibraka di Istana Negara

Delapan anggota Paskibraka tersebut menggunakan masker dan faceshield atau pelindung muka.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Sektor Swasta Harus Lebih Masif Berkontribusi Atasi Perubahan Iklim

The Global Risks Report 2020l melaporkan 5 risiko teratas yang mengancam umat manusia pada 10 tahun ke depan yang semuanya terkait iklim dan lingkungan.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Penegakan Disiplin Bermasker, Mendagri: Harus Ada Sanksi

Pemerintah daerah pun diharapkan memiliki peraturan daerah yang dapat mengatur kewajiban mengenakan masker.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Pasien Positif Covid-19 Secapa AD Tersisa Sembilan Orang

Dari total sebanyak 1.308 pasien positif Covid-19 di Secapa AD, sudah berkurang sebanyak 1.299 orang.

NASIONAL | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS