Mendagri: Muslim dan Non-Muslim Perlu Lihat Keberagaman Sebuah Keniscayaan
Logo BeritaSatu

Mendagri: Muslim dan Non-Muslim Perlu Lihat Keberagaman Sebuah Keniscayaan

Selasa, 18 Agustus 2020 | 05:02 WIB
Oleh : Robertus Wardi / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengemukakan keanekaragaman yang ada di negara ini sebagai sebuah keniscayaan. Keberadaannya harus dihormati dan dijaga karena sebagai keunikan bangsa Indonesia.

“Keberagaman itu adalah keniscayaan untuk bangsa Indonesia ini. Kita harus duduk bersama baik muslim maupun non-muslim,” kata Tito dalam acara peluncuran buku bertema “Pemeliharaan Politik dan Keamanan di Negara yang Majemuk Dalam Konteks Kerukunan Antar Umat Beragama" di Jakarta, Senin (17/8/2020).

Tito menyebut perlu upaya moderasi narasi dalam gerakan keagamaan sebagai salah satu cara kontra narasi terhadap doktrin takfiri. Dengan buku yang diterbitkan, masyarakat dapat diberikan pemahaman dan pencerahan dari perspektif yang benar dan proporsional. "Saya kira untuk menjadi narasi yang bisa meng-encounter atau mencerahkan, baik bagi yang masih awam tentang jihad maupun mereka yang sudah terpengaruh terekspos pemahaman narasi yang membolehkan mereka melakukan qital kekerasan," tutur Tito.

Mantan Kapolri ini menjelaskan agama dibangun untuk membuat nilai-nilai atau norma-norma yang konstruktif. Kekuatan agama dapat menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dan bisa menghancurkan. Atas nama agama orang bisa membunuh dan menghancurkan yang lain. Daya hancurnya lebih berat dibanding separatisme, gerakan nasionalisme, kesukuan dan lain-lain, karena menganggap agama sebagai mandat dari Tuhan.

Dia melihat buku yang diterbitkan menulis tentang fenomena yang seringkali dijumpai di Indonesia yaitu bagaimana menyadarkan masyarakat akan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia baik dari segi suku, ras, budaya dan bahasa menjadikan Indonesia bangsa yang unik. Di lain sisi, membutuh pengetahuan management conflict yang ekstra untuk mengatasi potensi konflik lantaran perbedaan tersebut.

"Saya kira tidak perlu tekankan ulang bagaimana keberagamannya, yang jelas salah satu negara yang paling beragam di dunia dan para founding fathers kita sudah memahami betul keberagaman ini adalah kekayaan. Tapi di dalam management conflict setiap perbedaan itu merupakan potensi konflik ini perlu di-manage supaya tidak menjadi pecah menjadi konflik kekerasan," tutup Tito.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Universitas Negeri Yogya dan Universitas Negeri Malang Masuk 15 Kampus Terbaik Versi Kemdikbud

Sebelumnya, kedua perguruan tinggi negeri itu berada di klaster dua.

NASIONAL | 17 Agustus 2020

Kemdikbud Tambah Indikator untuk Lakukan Klasterisasi Perguruan Tinggi

Diharapkan komponen utama tersebut dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan pada masing-masing komponen utama tersebut.

NASIONAL | 17 Agustus 2020

IPB, Kampus Terbaik Versi Klasterisasi Perguruan Tinggi Kemdikbud 2020

IPB menempati posisi pertama dengan skor 3.648.

NASIONAL | 17 Agustus 2020

Mahfud MD: Kemiskinan di Indonesia karena Ada yang Serakah

Menko Polhukam Mahfud MD orang miskin di Indonesia karena ada yang serakah.

NASIONAL | 17 Agustus 2020

SETARA Institute Tolak Revisi UU yang Lemahkan Mahkamah Konstitusi

Setara Institute tolak pelemahan Kelembagaan MK.

NASIONAL | 17 Agustus 2020

Doa Bersama Lintas Agama Warnai Peringatan HUT ke-75 RI di Kota Bogor

Sambut HUT Kemerdekaan RI doa bersama lintas agama di Bogor.

NASIONAL | 17 Agustus 2020

Puluhan Warga Lebak Tersambar Petir, 3 Diantaranya Meninggal

Sebanyak 23 orang warga Kabupaten Lebak tersambar petir saat berteduh setelah menonton sepakbola di Desa Girimukti Kecamatan Cilograng, Senin (17/8/2020).

NASIONAL | 17 Agustus 2020

PKB-TPP Peringati HUT Ke-75 RI Secara Daring

Upacara juga dilengkapi dengan cuplikan penggalan-penggalan dokumentasi foto yang dijadikan video pada acara upacara virtual PKB-PPK.

NASIONAL | 17 Agustus 2020

PLN Berhasil Selamatkan Penerjun Payung Tersangkut di SUTT Tomohon-Taksiria

Seorang penerjun payung yang tersangkut di SUTT Tomohon-Taksiria berhasil diselamatkan berkat gerak cepat dari tim PDKB PLN UPT Manado, Senin (17/8/2020).

NASIONAL | 17 Agustus 2020

Ditjen Vokasi Siapkan Rp 7,2M untuk Program Wirausaha Mahasiswa

Ditjen Diksi menyiapkan paket bantuan untuk 180 kelompok dengan nilai dana kisaran antara Rp 10 juta hingga Rp 40 juta per kelompok mahasiswa.

NASIONAL | 17 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS