Efek Negatif Negara Tanpa Sistem Kesejahteraan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Efek Negatif Negara Tanpa Sistem Kesejahteraan

Selasa, 18 Agustus 2020 | 12:50 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Rektor I Universitas Diponegoro (Undip), Budi Setiyono menyatakan negara tanpa sistem kesejahteraan akan menghadirkan berbagai macam efek negatif. Sebab tidak ada perlindungan minimal proteksi dari negara bagi warganya.

“Efek negatif itu yakni lemahnya rasa memiliki terhadap bangsa dan negara,” kata Budi dalam Sekolah Demokrasi Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), di Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Acara yang berlangsung secara virtual tersebut bertema 'Urgensi Demokrasi dan Good Governance untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Daerah'. “Rakyat merasa negara itu sesuatu yang justru menjadi beban mereka,” ujar Budi.

Budi menuturkan hubungan warga negara dengan pemerintah di negara seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan Inggris sangat mesra. Masyarakat tidak keberatan untuk membayar pajak.

“Karena kalau bayar pajak ada perlindungan dari negara. Akibatnya rasa memiliki terhadap negara jadi kuat. Ini berbeda dengan di Indonesia, rasa-rasanya kalau di bulan Maret, kita sudah dag dig dug, berapa pajaknya. Hopeless sebenarnya yang diberikan negara ke kita apa,” ujarnya.

Budi menuturkan dampak negatif berikutnya yakni adanya kecenderungan merendahkan dan meremehkan hukum. Mulai orang kecil sampai pejabat di Indonesia kerap melakukan hal tersebut. Contohnya lapak usaha yang dibuka tidak di tempat seharusnya, dan buang sampah sembarangan.

“Di negara-negara yang ada sistem kesejaheraan secara terpadu, orang justru cenderung taat kepada hukum. Kenapa? Karena ketaatan kepada hukum akan memiliki korelasi dengan jaminan kesejaheraan. Kalau tidak patuh, proteksi kesejahteraan akan hilang,” kata Budi.

Budi menambahkan negara tanpa sistem kesejahtaraan juga membuat lemahnya rasa percaya diri masyarakat. Menurut Budi, kecenderungan orang Indonesia menjadi wirausahawan kemungkinan paling rendah di dunia.

“Kebanyakan ingin jadi pegawai negeri, tentara, dan dokter, padahal idealnya suatu negara itu yang menjadi pengusaha atau wirausahawan di atas 5%. Namun di negara kita sangat sedikit. Sebab perlindungan sosial terjadi hanya untuk mereka yang jadi pegawai negeri atau pejabat negara. Orang kecil dibiarkan mati dan hidup sendiri,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

PNS Yogyakarta Dilarang Makan Bersama-sama

Klaster penularan virus corona melalui perkantoran mulai terjadi di DI Yogyakarta yakni dengan terkonfirmasinya 21 pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Tito Klaim Sedang Lakukan Reformasi Birokrasi di Kemdagri

Menurut Mendagri Tito Karnavian, reformasi birokrasi sangat penting untuk mendukung proses pelayanan kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang lebih efisien.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Kebangkitan Literasi Akan Lahirkan Pemimpin Indonesia Berkualitas

Lead The Fest 2020 menyoroti pentingnya pemimpin yang literate (cerdas dan berpengetahuan) dalam berbagai sektor dan skala organisasi dari regional, nasional hi

NASIONAL | 18 Agustus 2020

72 Terduga Teroris Diciduk, Polisi Bongkar Rencana Aksi Teror

Terungkap rencana 72 tersangka teroris yang telah ditangkap pada periode 1 Juni-12 Agustus 2020 ditangkap di 13 wilayah Indonesia.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Jumlah Daerah Risiko Tinggi Covid-19 Turun Jadi 29 Kabupaten

Sebelumnya analisa per 2 Agustus 2020, jumlah daerah yang berada di zona risiko tinggi ada sebanyak 33 kabupaten/kota, kini menjadi 29.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Dugaan Korupsi BOS, Kejagung Tersangkakan Kepala Kejari Indragiri Hulu

Kejagung menetapkan tiga pejabat Kejari Indragiri Hulu (Inhu) sebagai tersangka atas dugaan korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Polisi Bekuk Istri Amir Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora

Istri amir mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora bernama Ummu Syifa (28) itu dibekuk di Jembatan Puna, Kasiguncu, Poso Pesisir Selatan, Sulteng, 29 Juli 2020.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

6 Bulan Tanpa Hasil, KPK Masih Optimistis Bekuk Harun Masiku

Upaya KPK melakukan pengejaran terhadap Harun Masiku selama lebih dari enam bulan belum juga membuahkan hasil.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Cegah Covid di Internal, TNI-Polri Disiplinkan Penggunaan Masker

Operasi pendisiplinan penerapan protokol kesehatan nantinya akan dilakukan jajaran Polisi Militer di TNI dan Provost di Polri.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Wilayah Berastagi Diguyur Abu Vulkanik Sinabung

Erupsi Sinabung membentuk kolom abu vulkanik dengan ketinggian 1.000 meter.

NASIONAL | 18 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS