Ganjar Sesalkan Pemkab Rembang Abai Soal Bendera Merah Putih
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Ganjar Sesalkan Pemkab Rembang Abai Soal Bendera Merah Putih

Selasa, 18 Agustus 2020 | 14:45 WIB
Oleh : Stefy Thenu / CAR

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rembang yang abai memasang bendera merah putih saat perayaan kemerdekaan RI di Alun-alun Rembang.

Ganjar juga mengucapkan terimakasih kepada KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus yang mengeritik Pemkab Rembang terkait persoalan itu.

“Saya sudah kontak Bupati Rembang dan memang pemahamannya berbeda. Mereka mengakui kesalahannya yang abai soal itu. Akhirnya, Pemkab Rembang memasang bendera merah putih di Alun-alun Rembang sesaat sebelum Detik-detik Proklamasi,” kata Ganjar ditemui di kantornya, Selasa (18/8/2020).

Sebelumnya, Gus Mus menyampaikan kritik melalui video yang ramai tersebar di jejaring Whatsapp pada Senin (17/8/2020). Ganjar mengapresiasi langkah Gus Mus yang dengan tegas mengeritik pemerintah Rembang. Menurut Ganjar, pemerintah harus peduli dalam setiap kondisi, tidak boleh abai untuk tetap khidmat merayakan kemerdekaan.

“Ternyata, sensitifitas masyarakat luar biasa, dan itu direpresentasikan oleh seorang Gus Mus. Beliau peduli, mengingatkan sebagai ulama menyampaikan itu. Iki pitulasan kok sepi piye (ini peringatan hari kemerdekaan kok sepi gimana), gitu,” ungkap Ganjar.

Ganjar langsung menghubungi Bupati Rembang terkait hal itu. Dari komunikasi itu, Bupati Rembang mengatakan bahwa pusat perayaan dilakukan di kantor pemerintahan, dan tidak menggelar keramaian di alun-alun.

“Padahal, alun-alun bukan hanya ruang terbuka saja, melainkan tempat kultural yang biasa digunakan tempat pertunjukan, tempat show dan lainnya. Ketika ada keramaian apalagi 17 Agustus, kebiasaan pasang bendera di alun-alun itu ditunggu oleh masyarakat. Kalau tidak ada bendera yang dipasang kan aneh,” tegas Ganjar.

Ganjar menyebut kritik yang disampaikan Gus Mus tersebut menjadi koreksi dan evaluasi pemerintah agar tidak abai di kemudian hari. “Siapapun yang sudah berpartisipasi, saya menyampaikan terimakasih. Kejadian ini untuk menjadi koreksi agar tidak terjadi di kemudian hari,” ujar Ganjar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Validitas Obat Covid-19 Unair Dipertanyakan

Hasil penelitian tim riset Unair mengenai obat Covid-19 itu belum direview oleh dunia akademis sesuai standar yang berlaku.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Pintaria Dukung Siswa Berprestasi Lanjutkan Pendidikan

Pintaria menghadirkan program dukungan kuliah bagi lulusan sekolah menegah atas (SMA) atau sederajat yang berprestasi.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Hari Konstitusi Jadi Momentum Evaluasi Sistem Ketatanegaraan

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan, peringatan Hari Konstitusi adalah momentum untuk melakukan refleksi serta evaluasi sistem ketatanegaraan

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Mantan Lurah Grogol Selatan Diperiksa Kasus Djoko Tjandra

Mantan Lurah Grogol Selatan Asep Subhan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus pengeluaran dokumen palsu terkait pembuatan e-KTP Djoko Tjandra.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Ketua KPK Janji Take Home Pay Pegawai Tak Berkurang

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri berjanji bakal memperjuangkan agar penghasilan pegawai lembaga antikorupsi tak berkurang.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Efek Negatif Negara Tanpa Sistem Kesejahteraan

Wakil Rektor I Universitas Diponegoro (Undip), Budi Setiyono menyatakan negara tanpa sistem kesejahteraan akan menghadirkan berbagai macam efek negatif.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

PNS Yogyakarta Dilarang Makan Bersama-sama

Klaster penularan virus corona melalui perkantoran mulai terjadi di DI Yogyakarta yakni dengan terkonfirmasinya 21 pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Tito Klaim Sedang Lakukan Reformasi Birokrasi di Kemdagri

Menurut Mendagri Tito Karnavian, reformasi birokrasi sangat penting untuk mendukung proses pelayanan kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang lebih efisien.

NASIONAL | 18 Agustus 2020

Kebangkitan Literasi Akan Lahirkan Pemimpin Indonesia Berkualitas

Lead The Fest 2020 menyoroti pentingnya pemimpin yang literate (cerdas dan berpengetahuan) dalam berbagai sektor dan skala organisasi dari regional, nasional hi

NASIONAL | 18 Agustus 2020

72 Terduga Teroris Diciduk, Polisi Bongkar Rencana Aksi Teror

Terungkap rencana 72 tersangka teroris yang telah ditangkap pada periode 1 Juni-12 Agustus 2020 ditangkap di 13 wilayah Indonesia.

NASIONAL | 18 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS