Inilah Alasan Pemudik Memilih Pesawat Terbang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Inilah Alasan Pemudik Memilih Pesawat Terbang

Jumat, 17 Agustus 2012 | 20:47 WIB
Oleh : FMB

"Lebih efisien, waktunya tidak terbuang di jalan."

Belakangan mudik dengan menggunakan pesawat terbang menjadi tren di masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman. Makanya tidak mengherankan, jika tidak hanya tiket bus, travel, kereta api dan kapal laut saja yang ludes terjual menjelang Lebaran, namun tiket pesawat terbang pun tidak luput dari incaran pemudik.

"Tak apa mahal, yang penting cepat sampai tujuan", ujar sejumlah pemudik yang memilih naik pesawat terbang menuju kampung halaman mereka.

Mereka rela merogoh sakunya lebih dalam untuk membeli tiket pesawat yang harganya selangit demi lebih cepat sampai ke kampung halaman untuk berlebaran.

"Saya sih tidak masalah, yang terpenting bisa cepat sampai ke Sumatera Barat," kata Rosidi, pemudik tujuan Padang, di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, hari ini.

Rosidi mengatakan jika menggunakan transportasi laut, maka dia harus menghabiskan berhari-hari dalam perjalanan sebelum sampai di Padang.

"Makanya dari tahun-tahun sebelumnya saya selalu naik pesawat, tidak apa lebih mahal sedikit, yang penting efisien waktunya," kata dia.

Rosidi bersama istrinya, sengaja pulang kampung pada dua hari menjelang Lebaran. Tujuannya agar masih bisa merasakan berpuasa di kampung halaman.

"Kebetulan juga saya dapat cuti pas hari ini, jadi langsung berangkat hari ini," ujar dia.

Pemudik lain, Iwan, asal Bangka Belitung, juga tidak memasalahkan harga tiket pesawat yang lebih mahal dibandingkan transportasi lain.

"Lebih efisien, waktunya tidak terbuang di jalan, lebih nyaman, dan lebih cepat pastinya," kata Iwan, kendati harga tiket pesawat yang dibelinya naik dua kali lipat dari hari biasa.

Jika pada hari biasa tiket ke Bangka Belitung antara Rp350 ribu sampai Rp400 ribu, maka saat mudik menjelang lebaran dia harus mengeluarkan dana Rp900 ribu untuk menuju Bandara Pangkal Pinang.

"Sebenarnya ada alternatif kapal laut sampai ke Pelabuhan Muntok, tapi waktu tempuhnya bisa lama," kata dia.

Pantauan arus mudik di Terminal 1B sore hari tadi terlihat tidak terlalu ramai walau terdapat tumpukan pemudik terlihat di sekitar pintu masuk terminal, namun ini hanyalah antrian menunggu keberangkatan pesawat.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit mengatakan, faktor utama yang menyebabkan masyarakat memilih menggunakan transportasi udara adalah efisiensi waktu dan keamanan.

"Mudik dengan transportasi darat itu waktu tempuhnya umumnya satu setengah hingga tiga kali waktu tempuh pesawat udara, sehingga tidak bisa diterima masyarakat," kata Danang hari ini.

Faktor keamanan juga menjadi pertimbangan pemudik dalam memilih transportasi udara. "Umumnya transportasi darat lebih rawan dari sisi keamanan," kata dia.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Antara.com


BERITA LAINNYA

Berteknologi Ramah Lingkungan, Insinerator Buatan Pindad Mampu Musnahkan Limbah B3

Pindad meluncurkan teknologi baru mesin pembakar sampah yang mampu memusnahkan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) medis dan nonmedis.

NASIONAL | 17 September 2021

Kalbis Institute Siapkan Lulusan Berkualitas Lewat Program Outstanding Career

Para mahasiswa juga bisa mendapatkan sertifikasi profesional sebagai bentuk pengakuan softskill.

NASIONAL | 17 September 2021

Pembangunan Rumah Layak untuk Korban Badai Seroja Dimulai

Program pembangunan rumah layak untuk korban bencana badai Seroja di Kabupaten Kupang, NTT, dimulai Selasa (14/9/2021).

NASIONAL | 14 September 2021

Insiden dengan Wartawan, Menhub Tegus Keras Tim Pengamanan

Insiden yang terjadi dengan jurnalis ini akan menjadi masukan Kementerian Perhubungan untuk terus melakukan perbaikan ke depan.

NASIONAL | 17 September 2021

Sistem Rujukan Berjenjang Sukses Tekan Angka Stunting di Kabupaten Malang

Penguatan sistem rujukan berjenjang, diawali dari Posyandu, Puskesmas hingga rumah sakit.

NASIONAL | 17 September 2021

Penyerangan KKB di Kiriwok, Kemkes Ungkap 8 Nakes Lolos dari Maut

"Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya saudari Gabriella Meilani yang gugur dalam melaksanakan tugas,” ucap Widyawati.

NASIONAL | 17 September 2021

Pentingnya Bekal S1 bagi Pilot Hadapi Masa Depan Industri Aviasi

USG Education bersama FlyBest Flight Academy meluncurkan konsep baru pendidikan pilot yakni Pilotpreneur.

NASIONAL | 17 September 2021

Cuaca Ekstrem, Angin Puting Beliung Rusak Belasan Rumah Warga Mamuju

Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pemukiman rumah warga mengalami kerusakan.

NASIONAL | 17 September 2021

Peringatan 11 Tahun Pengelolaan Perbatasan, Menko Polhukam: Momentum Evaluasi

Menko Polhukam menilai peringatan 11 tahun pengelolaan perbatasan, momentum mengevaluasi capaian dan kendala selama ini.

NASIONAL | 17 September 2021

Kapal Pengayoman IV Tenggelam di Nusakambangan, 2 Orang Meninggal

Menurut Tubagus, hasil sementara ada enam orang dapat dievakuasi dengan rincian empat selamat dan dua meninggal dunia.

NASIONAL | 17 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Selebgram Ini Jadi Viral Karena Jualan Keripik, Kok Bisa?

Selebgram Ini Jadi Viral Karena Jualan Keripik, Kok Bisa?

GAYA HIDUP | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings