FSGI: Sudah 42 Guru Meninggal karena Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

FSGI: Sudah 42 Guru Meninggal karena Covid-19

Minggu, 23 Agustus 2020 | 14:36 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia(FSGI), Heru Purnomo menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya guru akibat terpapar Covid-19. Pasalnya, FSGI mencatat hingga 18 Agustus 2020 sudah ada 42 guru dan 2 pegawai Tata Usaha Sekolah yang meninggal akibat Covid-19.

Heru menduga jumlah data kematian guru ini ibarat puncak gunung es. Kemungkinan lebih banyak guru yang tertular Covid-19. Oleh karena itu, FSGI ingin agar pemerintah tidak mempertaruhkan nyawa guru. Pasalnya, kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap guru sangat lemah di masa pandemi ini.

Lemahnya perlindungan terhadap guru ini, FSGI menemukan fakta, yakni para guru yang tertular Covid-19 ini sebagian ada yang melakukan kegiatan di sekolah baik yang melaksanakan pembelajaran daring maupun pembelajaran tatap muka ataupun sekedar piket.

“Menjadi pertanyaan adalah mengapa pembelajaran daring harus dilakukan di sekolah? Ternyata sebagian pemda mewajibkan guru tetap hadir ke sekolah setiap harinya untuk melakukan absen sidik jari,” ucapnya dalam siaran pers, Minggu (23/8).

Baca juga: Kepala Sekolah SD di Depok Meninggal Akibat Covid-19

Heru menilai pemerintah daerah (pemda) sangat kaku memandang beban kerja guru sebagaimana yang diatur pada Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 untuk memenuhi ketentuan 37,5 jam kerja efektif maupun 24 jam tatap muka. Padahal pemerintah melalui Surat Edaran MenPAN-RB Nomor 58 Tahun 2020 telah memberikan kelonggaran bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan pekerjaannya dengan fleksibilitas dalam pengaturan lokasi bekerja melalui pelaksanaan tugas kedinasan di kantor maupun pelaksanaan tugas kedinasan di sesuai dengan jenis pekerjaannya.

Guru termasuk jenis pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan di rumah selama pelaksanaan pembelajaran daring. Kehadiran guru di sekolah juga bertentangan dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 terkait dengan pelaksanaan Belajar dari Rumah, yang diperkuat dengan Surat Edaran Sesjen Nomor 15 Tahun 2020 untuk melaksanakan Belajar dari Rumah melalui pembelajaran jarak jauh secara daring dan luring.

“Selama guru-guru masih mampu memenuhi tugas pokoknya yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik serta melaksanakan tugas tambahan, maka pembelajaran daring maupun luring dari rumah seharusnya tidak menjadi masalah,”ujarnya.

Heru menuturkan, selain guru berstatus ASN, bagi guru pada perguruan swasta pun ada kewajiban untuk hadir ke sekolah sesuai dengan jadwal mata pelajarannya. “Pada konteks guru swasta, kami melihat ini lebih kepada relasi antara atasan dan bawahan, di mana atasan tidak rela memberikan gaji penuh kepada bawahannya jika bawahan juga tidak bekerja full time, maka guru-guru pun diwajibkan hadir ke sekolah,” ujarnya.

Heru menegaskan, penting juga diketahui bahwa kewajiban hadir ke sekolah telah mengakibatkan guru-guru yang berada di luar kota harus melakukan perjalanan ke sekolah tanpa melalui protokol kesehatan yang dianjurkan selama menggunakan sarana transportasi publik. Lalu tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan sampai di sekolah.

Pada hal sesuai dengan ketentuan SKB bagi warga sekolah yang berasal dari zona merah menuju sekolah yang berzona hijau harus diisolasi selama 14 hari. Kondisi ini mengakibatkan sekolah menjadi tempat yang beresiko untuk penularan Covid-19 dan guru menjadi kelompok yang paling rentan tertular. Untuk itu, FSGI mendorong pemda maupun yayasan tidak mewajibkan guru masuk ke sekolah untuk melaksanakan pembelajaran daring selama tugas-tugas pokok sebagai guru masih bisa dilaksanakan dari rumah.

Selanjutnya, Heru juga menyoroti kebijakan sekolah kembali dibuka, Heru menuturkan, upaya Kemdikbud melakukan relaksasi pembukaan sekolah dari zona hijau dan zona kuning harus penuh kehati-hatian. Dalam hal ini, pemerintah pusat harus melakukan pengawasan ketat terhadap pemda dalam menjalankan mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan dalam SKB 4 Menteri. Pasalnya, FSGI menemukan implementasi di lapangan banyak pemda yang tidak mematuhi SKB 4 Menteri dalam upaya untuk membuka sekolah.

Bahkan, Wakil Sekjen FSGI, Fahriza Marta Tanjung meragukan persiapan pembukaan sekolah dilakukan dengan sungguh-sungguh, mengingat daftar periksa buka sekolah saja banyak tidak dipenuhi oleh sekolah. Hal ini ditemukan FSGI di Kabupaten Toba, Sumatera Utara(Sumut).

“Walau statusnya zona oranye, 50 Sekolah jenjang SMP di Kabupaten Toba, Sumatera Utara melakukan pembelajaran tatap muka, dengan ketentuan 3 hari masuk sekolah dalam seminggu dengan 3.5 jam tatap muka di sekolah. Ketika kami mengecek daftar periksa di Kemdikbud terkait pembukaan sekolah, ternyata dari 51 SMP tersebut yang mengisi baru 13 sekolah dan 37 sekolah belum mengisi. Dari 13 sekolah yang mengisi ternyata ada satu SMP tidak punya toilet, satu tidak punya tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS), 4 tidak punya desinfektan, dan 8 tidak punya thermogun,”ucap Fahriza.

Fahriza menuturkan, dengan kenyataan lapangan ini, maka perlu adanya langkah penting mengingat kepatuhan yang rendah terhadap upaya pencegahan penularan Covid-19 di sekolah. Langkah yang sama seperti penerapan sanksi bagi warga yang tidak memakai masker yang dilakukan oleh beberapa pemda. Langkah ini juga merupakan implementasi dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 bagi lingkungan pendidikan.

Selain itu, FSGI mendorong semua pihak serius dan bersinergi dalam memberikan perlindungan bagi guru, terutama perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap resiko penularan Covid-19 yang mungkin terjadi di sekolah.

Khusus untuk Kemdikbud, Fahriza meminta Kemdikbud bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan pemda untuk melakukan testing kepada guru-guru sebelum membuka sekolah dalam bentuk PCR test atau swab test.

“Ini langkah sangat efektif dalam mencegah penularan Covid-19 di sekolah. Walaupun dalam bentuk sampel, sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, begitu ditemui kasus positif, pemerintah daerah langsung mengambil kebijakan yang sangat tepat yaitu menunda pembukaan sekolah untuk seluruh wilayah Kalimantan Barat,” ujarnya.

Berikut ini data hasil penelusuran FSGI tentang guru meninggal kasus Covid-19 yang dirilis pada Sabtu(23/8). Pertama, satu orang Guru SMPN 1 Dolopo, Madiun, Jawa Timur(Jatim) meninggal dunia pada 1 Agustus 2020 setelah melakukan perjalanan ke Solo pada 19 Juli 2020. Hasil swab keluar tanggal 2 Agustus 2020 dan dinyatakan positif. Pernah ke sekolah pada tanggal 23 Juli 2020 sehingga 67 warga sekolah dites menggunakan rapid test dan hasilnya negatif.

Kedua, satu orang guru di SDN 1 Barongan Kudus,Kudus, Jawa Tengah(Jateng) positif Covid 19 meninggal pada 12 Agustus 2020. Rekan kerja korban menjalani isolasi mandiri karena saat dikonfirmasi positif korban melaksanakan aktivitas pembelajaran daring di sekolah.

Ketiga, satu orang guru SD Swasta di Pati, Jawa Tengah meninggal dunia pada 18 Agustus 2020 tetapi tidak memiliki kontak erat dengan teman guru lainnya karena melakukan PJJ daring dari rumah.

Kempat, FSGI mendapat informasi dari sumber yang dapat dipercaya, bahwa salah satu SMKN di Jakarta Utara, yakni ada satu guru yang mengajar pendidikan agama Islam meninggal dunia karena Covid-19, dan tiga guru lain yang sempat berkontak dengan guru yang bersangkutan saat di sekolah, ternyata positif Covid-19.

Kelima; pada 24 Juli 2020 sudah ada 35 orang guru meninggal dunia di Surabaya, Jawa Timur akibat Covid-19. Angka ini akan terus bertambah karena pada 15 Agustus 2020, yakni satu orang tata usaha SDN Bendul Merisi 1 meninggal dunia menambah daftar 3 orang guru yang meninggal terlebih dahulu pada sekolah tersebut.

Kemudian juga ditemukan 12 orang guru di SDN Ngagel 1 Surabaya terkonfirmasi positif. SDN Bendul Merisi 1 dan SDN Ngagel 1 di-lockdown. Sebelumnya guru-guru diwajibkan tetap masuk ke sekolah untuk melaksanakan pembelajaran daring. Kepsek SMPN 3 Surabaya meninggal pada tanggal 21 Juni 2020 karena positif Covid-19 setelah sebelumnya dirawat karena diduga DBD. Namun Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya membantah, dan menyatakan ada 137 guru positif Covid -19 dan hanya 4 orang guru yang meninggal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jelang Hari Pangan Sedunia, PPI Panen Raya Lewat Program Makmur Agro-Solution

Program Makmur Agro-Solution yang diisiasi beberapa BUMN melakukan panen raya perdana di Desa Tungoi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Forum Kemitraan Tegaskan 3 Hal Penting untuk Penguatan SAD

Forum Kemitraan yang melibatkan banyak pihak ini menjadi sangat penting dalam mensinergikan aksi nyatanya buat perbaikan nasib suku anak dalam (SAD).

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Gaungkan Paradigma Baru, EdHeroes Hadir Jawab Tantangan Dunia Pendidikan di Indonesia dan Asia

Sejumlah pembicara dari mancanegara jadi narasumber dalam EdHeroes Asia Indonesia Chapter yang diselenggarakan di Indonesia, Sabtu (16/10/2021).

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Hendra Setiawan Boen Masuk Daftar Advokat Berprestasi Asia

Hendra Setiawan Boen menjadi satu di antara dua pengacara asal Indonesia yang terpilih dari 400 kandidat di seluruh Asia.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

KPK Tangkap Dodi Reza Alex Noerdin di Jakarta

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin

NASIONAL | 16 Oktober 2021

11 Pramuka MTs Ciamis Tewas Tenggelam, Kemenag: Kegiatan Harus Dievaluasi

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag mengatakan kegiatan yang berisiko tinggi harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan, dan ini harus dievaluasi.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Survei BI: Pertanian Tumbuh di Saat Sektor Lainnya Turun

Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan tercatat meningkat sejalan dengan panen komoditas tabama.

NASIONAL | 15 Oktober 2021

Rembuk Alumni ITB Soroti Tantangan Pangan Masa Depan

Tantangan pangan masa depan menjadi topik yang akan dibahas dalam rembuk daerah dan rembuk alumni ITB.

NASIONAL | 16 Oktober 2021

Kemendikbudristek: Seleksi Jadi Pegawai, Guru Honorer Tak Perlu Ikut Bimbel Berbayar

Sekretaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbudristek mengimbau guru honorer tidak perlu ikut bimbel berbayar menghadapi tes seleksi P3K.

NASIONAL | 16 Oktober 2021



TAG POPULER

# Hoegeng Iman Santoso


# Dodi Reza Alex Noerdin


# Direktur TV Penyebar Hoax


# Pinjol Ilegal


# Anthony Ginting



TERKINI
Kondisinya Membaik, Mahasiswa yang Dibanting Polisi Diizinkan Pulang dari Rumah Sakit

Kondisinya Membaik, Mahasiswa yang Dibanting Polisi Diizinkan Pulang dari Rumah Sakit

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings