Saatnya, Pusat Membalas Jasa Bangka dan Belitung
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Saatnya, Pusat Membalas Jasa Bangka dan Belitung

Minggu, 23 Agustus 2020 | 16:17 WIB
Oleh : Primus Dorimulu / AB

Pangkalpinang, Beritasatu.com - Cerita Bangka dan Belitung tak bisa lepas dari tambang timah. Nama Bangka pun diperkirakan berasal dari kata vanca dalam bahasa Sanskerta yang artinya timah. Namun, sekarang, di bawah kepemimpinan Erzaldi Rosman Djohan, Bangka Belitung (Babel) sedang melakukan transformasi dari ekonomi yang hanya mengandalkan pertambangan ke ekonomi yang memberikan nilai tambah tinggi dan ramah lingkungan.

Sudah lebih dari 300 tahun timah ditambang. Ke depan, timah masih tetap ditambang. Karunia Tuhan itu masih besar dan kebutuhan Indonesia dan dunia akan timah masih tinggi. "Tapi, kami mulai melakukan transformasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan terhadap tambang dan memanfaatkan sumber daya alam lainnya yang cukup besar," kata Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan kepada Beritasatu.com di Pangkalpinang, Selasa (11/8/2020).

Kekayaan Bangka dan Belitung tidak saja berada di bawah tanah. Dengan hujan yang turun lebih dari enam bulan setahun, permukaan tanah dua pulau ini subur untuk berbagai tanaman tropis. Sejak Zaman Hindia Belanda, Bangka dan Belitung terkenal akan lada, rempah-rempah penting untuk menambah gairah makan.

"Kualitas lada Bangka-Belitung terbaik di dunia," ungkap Erzaldi.

Perkebunan lada.

Ia menyayangkan penurunan reputasi lada Bangka akibat ulah berbagai pihak. Lada dari Babel dicampur dengan lada dari daerah lain yang kualitasnya lebih rendah. Vietnam bahkan ikut menurunkan kualitas lada Bangka dengan memasukkan zat tententu pada ladanya agar lebih pedas. Salah satu keunggulan lada putih Bangka adalah tingkat kepedasan yang jauh di atas standar.

"Kandungan piperin pada muntok white pepper Bangka di atas rata-rata dunia," ujar Erzaldi.

Dari aromanya saja, lada Bangka sudah menunjukkan kekhasan. Aromanya menyengat.

Lada putih muntok (muntok white pepper) merupakan produk khas Babel. Pada pekan kedua Agustus 2020, Provinsi Babel menjalin kerja sama dengan kantor pemasaran bersama untuk mengembalikan kejayaan lada putih muntok di pasar komoditas internasional.

Sejak Zaman Hindia Belanda, lada putih muntok sangat diminati orang Eropa, aroma karena peperin yang mencapai 9,0 dan kepadatan masal sekitar 663,896 g/l.

Meski menjadi salah satu negara penghasil lada terbesar di dunia, Indonesia tidak bisa menjadi penentu harga lada. Kantor pemasaran bersama diharapkan mampu membuka akses pasar internasional bagi para petani lada.

Saksikan videonya di sini:


Balas Jasa
Kini, Erzaldi mulai memberikan perhatian kepada sektor agribisnis, kelautan dan perikanan, serta pariwisata. Sektor pertambangan tidak dihentikan. "Setelah rutin menambang selama tiga abad, kini saatnya kami melakukan transformasi," papar gubernur.

Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu bersama Gubernur Erzaldi Rosman Djohan.

Dari daratan Bangka seluas 11.693 km persegi atau 1,294 juta ha, izin usaha pertambangan (IUP) sekitar 356.640 ha atau 27,6% dari luas pulau. IUP terbesar dimiliki oleh PT Timah Tbk, BUMN yang didirikan 2 Agustus 1976 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 1995.

Ada sekitar 844 pemegang IUP di Babel hingga 2017. Di Bangka, IUP yang dikuasai PT Timah Tbk mencapai 321.577 ha. Peringkat kedua, 35.063 ha adalah PT Koba Tin, perusahaan patungan PT Timah Tbk dengan Malaysia Smelting Corporation, perusahaan asal Malaysia, dengan komposisi saham 25%-75%.

Wilayah operasi PT Timah Tbk tidak saja di Babel, melainkan hingga ke Riau, Kepulauan Riau Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara dan Cilegon, Banten dengan total IUP 512.369. Di Bangka, BUMN ini juga menambang di laut dengan luas 40% dari total IUP, sedangkan di Belitung, tidak ada penambangan di laut.

PT Koba Tin merupakan salah contoh buruk perusahaan timah akibat mismanajemen dan ketidakjelasan kebijakan pemerintah pusat. Ketika kontrak karya (KK) berakhir Maret 2013, pemerintah pusat tidak segera menentukan kebijakan yang tepat. UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara mengamanatkan peralihan dari rezim KK ke IUP dengan kewajiban perusahaan membangun smelter.

Kegiatan operasi PT Koba Tin Bangka Tengah, kata Erzaldi, mestinya masih berjalan. Selain harus menyelesaikan berbagai kewajiban, prospek usahanya masih bagus. Dengan berhenti di tengah jalan, PT Koba Tin tidak saja menelantarkan karyawan dan aset, juga meninggalkan lubang yang belum direklamasi.

Penambangan timah secara rutin di Bangka sudah terjadi sejak 1710. Saat itu, sultan Palembang mendatangkan penambang asal Tionghoa yang sedang bekerja di sejumlah negara, yakni Malaysia dan Thailand.

"Waktu itu, sultan Palembang mendatangkan sekitar 500 lelaki Tionghoa dari Malaysia dan Thailand," kata Elfian, sejarawan Bangka.

Mereka adalah tenaga terampil yang masih bujang. Para buruh migran itu menetap di Bangka dan menikah dengan penduduk lokal.

Raja Palembang waktu itu, kata Elfian, menandatangani kontrak penjualan timah dengan VOC. Satu-satunya tenaga ahli tambang timah adalah orang Tionghoa yang sedang menambang timah di Malaysia, Thailand, dan sejumlah wilayah di daratan Asia Tenggara.

Jika ditelisik ke masa lalu, penambangan timah di Bangka sudah terjadi sejak abad ke-7, saat Kerajaan Sriwijaya mulai berjaya. Kata bangka berasal dari kata wangka (vanca) yang berarti timah dalam bahasa Sanskerta.

Di masa Hindia Belanda, penambangan timah terus dilanjutkan. Di era Orde Baru, hanya BUMN yang boleh menambang. Sedang sejak reformasi 1999, rakyat boleh menambang. Kondisi ini menyebabkan penambangan sulit dikontrol dan kerusakan alam kian masif.

Kehadiran PT Timah Tbk pada 2 Agustus 1976 membuat penambangan timah kian sistematis. Sudah banyak sekali dana hasil timah yang dikeruk dari Babel yang mengalir ke pusat. "Kini saatnya, kami menagih balas jasa dari pusat terhadap provinsi ini," kata Gubernur Erzaldi.

Pertama, rakyat Babel perlu diperbolehkan menggarap lahan di wilayah IUP yang begitu luas. Timah berada di bawah tanah, permukaan tanah masih bisa ditanami palawija dan hortikultura oleh petani dan di pesisir bisa diusahakan budi daya udang.

Babel adalah dua pulau subur. Bukan hanya bisa ditumbuhi lada kelas satu dunia. Sawit di Babel tak kalah subur dibanding Sumatera dan Kalimantan. Dengan tanah yang memiliki kandungan mineral khusus, Babel menghasilkan durian, nanas, dan berbagai jenis buah yang lebih gurih dibanding produk wilayah lain.

"Sangat disayang, lahan subur tetapi tak boleh digarap oleh petani, karena di bawah tanah ada timah," papar gubernur.

Mestinya pemanfaatan lahan IUP bisa didiskusikan. Namun, pusat dan perusahaan pemegang IUP seperti tuan tanah. Pemda dan masyarakat setempat sepertinya menjadi peminta-minta di daerah leluhurnya.

Penambangan tidak dilakukan sekaligus. Masih banyak wilayah IUP yang belum ditambang. "Namun, di lahan IUP yang belum ditambang itu pula, rakyat tidak diperkenan untuk bertani," kata Erzaldi.

Pasal 35 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) mengunci peran pusat. Pemda tak berperan sama sekali dalam mengatur lahan di wilayahnya.

"UU Minerba yang baru menyulitkan pemda untuk mengembangkan potensi sumber daya alam di daerahnya dan memperbaiki kesejahteraan rakyat,” ungkap Erzaldi.

Pihaknya sudah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar dilakukan uji formil terhadap UU Nomor 3 Tahun 2020 itu.

Salah satu pasal yang sangat merugikan daerah dalam UU Minerba yang baru, demikian Erzaldi, adalah Pasal 35 yang menyatakan pemda harus menjamin tidak ada perubahan tata ruang, khususnya tata ruang yang sudah ditetapkan sebagai IUP.

Pasal ini benar-benar membatasi ruang gerak Pemprov Babel dalam mengembangkan potensi sumber daya alam di daerah. Apabila 30% wilayah Babel sudah termasuk dalam IUP, maka kawasan yang boleh digarap rakyat tinggal 30%, karena 40% adalah kawasan hutan. "Inilah kebijakan pusat yang menghambat pemda dan rakyat di daerah untuk meraih kesejahteraan," ujar Erzaldi.

Rencana pengembangan udang di pesisir, demikian Erzaldi, juga terhambat oleh IUP. Pemda harus meminta izin pusat. Ini semua merupakan kebijakan yang menghambat mengingat potensi udang di Bangka sangat besar.

Kedua, pusat perlu membantu pembangunan sebuah pelabuhan besar di Bangka agar semua kegiatan ekspor dan impor tidak perlu menggunakan pelabuhan di provinsi lain. "Pelabuhan laut akan sangat mendukung percepatan pembangunan Babel," kata Erzaldi.

Infrastruktur transportasi, energi, tekomunikasi, pertanian, dan infrastruktur dasar perlu dibangun bagi masyarakat Babel yang sudah lama berkorban untuk pendapatan negara. Aksi corporate social responsibility (CSR) PT Timah Tbk tak perlu jauh-jauh. Masyarakat Babel masih banyak yang hidup sulit.

Pada Maret 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 4,5% penduduk Babel berada di bawah garis kemiskinan meski sebagian wilayahnya telah ditambang. Pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin absolut secara nasional 9,8%.

Ketiga, untuk mengurangi kerusakan lingkungan bekas tambang timah, PT Koba Tin perlu beroperasi kembali agar perusahaan ini mampu menyelesaikan semua kewajiban, termasuk mereklamasi areal bekas tambang. Jika tidak, IUP PT Koba Tin dicabut agar lahan bisa digunakan oleh rakyat.

"Akan sangat membantu masyarakat jika lahan tambang yang tidak lagi produktif, IUP dicabut," jelas gubernur.

Namun, pusat seperti tidak mau. Konsesi yang sudah habis selalu diperpanjang, apalagi perusahaan asing.

Keempat, perlu menaikkan porsi daerah dari keuntungan kegiatan penambangan timah. Selama ini, royalti yang diterima pemerintah dari penambangan timah hanya 3% atau terendah dari pembagian hasil komoditas tambang di Indonesia.

Dari persentase yang kecil ini, pusat memperoleh 25%, sisany 75% menjadi bagian daerah. Pemprov selanjutnya membagi royalti tersebut kepada kabupaten. "Ini terlalu kecil dibanding kerusakan akibat tambang. Infrastruktur jalan, misalnya, banyak yang hancur. Pada masa kejayaan timah, Babel masih di bawah Provinsi Sumsel. Jadi, praktis, rakyat Babel tidak mendapatkan haknya secara memadai dari aktivitas perusahaan timah," ungkap gubernur.

Erzaldi juga menyoroti rumusan pembagian dana alokasi umum (DAU) yang menggunakan jumlah penduduk, jumlah PNS di daerah, dan luas wilayah sebagai dasar pertimbangan. Mestinya pembagian DAU lebih berdasarkan luas wilayah, bukan jumlah penduduk.

Luas provinsi hasil pemekaran dari Sumatera Selatan, 9 Februari 2001 ini, mencapai 16.424 km persegi dan dihuni sekitar 1,5 juta penduduk. Jika luas wilayah tidak menjadi komponen terpenting dalam perhitungan DAU, provinsi kepulauan di Indonesia akan selalu ketinggalan.

Torium Terbesar
Karunia Yang Mahakuasa bagi Babel tidak habis-habisnya. Selain timah, ada sekitar 13 jenis mineral ikutan. "Salah satu mineral ikutan yang paling tinggi nilai ekonomisnya adalah torium, energi untuk pembangkit listrik," papar gubernur.

Sumber daya torium terbesar di Indonesia ada di Babel dengan kandungan sekitar 170.000 ton. Dengan asumsi 1 ton torium mampu memproduksi 1.000 megawatt (MW) energi listrik per tahun, bahan baku ini cukup untuk mengoperasikan 170 unit pembangkit listrik selama 1.000 tahun.

Biaya produksi torium untuk pembangkit listrik jauh lebih murah karena hanya US$ 3 sen per kilowatt hours (kWh).
Pembangkit listrik tenaga batu bara, misalnya, US$ 5,6 sen, gas (US$ 4,8 sen), tenaga angin (US$ 18,4 sen) dan panas matahari (US$ 23,5 sen).

Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga torium (PLTT) di Bangka sudah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Koordator Kemaritiman dan Investasi. Sebuah perusahaan asal AS yang berpengalaman di bidang torium, ThorCon International Pte, sudah bersedia berinvestasi di PLTT Bangka, bahkan sebuah nota kesepakatan (MoU) sudah ditandatangani di Pangkalpinang, 30 Juli 2020. Nilai investasi PLTT di Bangka sekitar Rp 17 triliun.

"Di tengah pandemi Covid-19, upaya meningkatkan investasi tidak kendur," kata bupati Bangka Tengah periode 2010-2015 itu.

Sebagai bahan bakar, torium tak bisa berdiri sendiri. PLTT membutuhkan sedikit uranium. Namun, menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebagai salah satu energi bauran, PLTT cukup aman dan karena itu direkomendasikan untuk dibangun di Indonesia.

Dana awal untuk investasi PLTT senilai Rp 17 triliun, sepenuhnya, berasal dari ThorCon. Tidak ada dana APBN yang digunakan. Bahan baku untuk bahan bakar, yakni torium, sudah ada Babel.

Ketika timah ditambang, torium juga terangkat. Saat ini, kata Erzaldi, persediaan torium untuk pembangkit cukup berlimpah. PLTT sangat ramah lingkungan dan sudah dikembangkan di negara maju. Kehadiran PLTT di Babel akan menekan tarif listrik. Selain membantu masyarakat sebagai pelanggan, harga energi yang murah merupakan peluang bagi pengembangan industri.

Transformasi
Tanpa perlu menghentikan pertambangan timah, Pemprov Babel kini serius melakukan transformasi ekonomi. Ketergantungan terhadap timah dikurangi.

"Ke depan, pariwisata merupakan leading sector," kata gubernur Babel yang memulai tugasnya sejak 12 Mei 2017.

Bekas tambang timah yang menjadi objek wisata.

Pariwisata dipilih karena memiliki forward dan backward linkage yang luas. Sektor ini menggerakkan dan menarik semua sektor.

Pada akhir 2019, Kementerian Pariwisata menetapkan Pantai Tanjung Kelayang sebagai satu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia. Pantai indah yang terletak di Pulau Belitung ini memiliki puluhan batu granit raksasa. Ada berbentuk mirip kepala burung garuda.

Panorama yang indah dan laut yang jernih dan bersih merupakan daya tarik Pantai Tanjung Kelayang sejak berabad-abad lalu. Banyak kapal asing bersandar di partai ini. Pengambilan gambar film Laskar Pelangi dilakukan di tempat ini.

Sekitar 7 km dari Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, ada pantai indah, Tanjung Gunung, yang kini tengah diproses menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Kawasan semua 385 ha itu bakal menjadi destinasi wisata baru selain Pantai Tanjung Kelayang di Belitung.

Terdiri atas 950 pulau--450 sudah bernama dan hanya 50 yang berpenghuni--, Babel memiliki puluhan destinasi wisata pantai. Namun, Babel juga memiliki juga belasan daerah tujuan wisata budaya dan wisata argo. Sejumlah lokasi bekas tambang juga menjadi daerah wisata yang unik.

Untuk menopang wisata, Pemprov Babel membangun agribisnis, sektor perikanan, dan industri berteknologi tinggi. Kehadiran energi murah lewat PLTT memungkinkan Babel memiliki industri. "Kami memilih industri berteknologi tinggi yang tidak banyak diproduksi di daerah lain," ujar Erzaldi.

Pada masa kejayaan timah, kontribusi pertambangan terhadap PDRB Babel atas 60%. Namun, seiring dengan jatuhnya harga timah dan perubahan regulasi, kontribusi pertambangan terhadap PDRB terus menurun.

Pada kuartal II 2020, kontribusi pertambangan terhadap PDRB tinggal 7,4%. Tertinggi, adalah kontriibusi pertanian terhadap PDRB yang mencapai 21,1%. Peringkat kedua dan ketiga adalah industri manufaktur (18,6%) dan perdagangan 15,6%).

Selain agribisnis, Pemprov Babel juga membangun sektor perikanan. Dengan garis pantai 1.200 km, Babel sangat potensial bagi budi daya udang.

Tidak salah Pemprov Babel menetapkan pariwisata sebagai leading sector. Bangka juga menjadi lokasi penting dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Bung Karno, Bung Hatta, dan Haji Agus Salim, pernah diungsikan ke Pangkalpinang. Naskah Perjanjian Roem-Royen ditulis di Pangkalpinang.

Terletak di timur Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung cukup strategis. Ke timur ada Kalimantan. Ke selatan ada Jawa. Sedang ke arah utara terbentang laut terbuka hingga semenanjung Malaysia, Thailand, hingga Laut China Selatan.

Perairan Babel adalah jalur sutera, tempat lalu lantas kapal barang dari Australia dan Jawa ke Asia, Afrika, dan Eropa. Perairan Babel terletak di Alur Laut Kepulauan Indonesia dan jalur One Belt One Road yang digagas Pemerintah Tiongkok.

"Kepulauan Babel merupakan The Maritime Axis of Asia," ujar Erzaldi.

Babel layak dijadikan salah satu pintu gerbang pariwisata Indonesia. Jaraknya yang hanya sejam penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma membuat Babel menjadi alternatif pariwisata yang menarik. Pada hari libur, warga Jabodetabek bisa melongok berbagai destinasi wisata di Babel.

Babel juga memiliki merupakan "penghasil" pengusaha nasional. Sejak abad lalu, migran dari Tiongkok yang ke Indonesia umumnya ke Babel. Mereka menggunakan Bangka dan Belitung sebagai terminal besar. Dari dua pulau ini, mereka menyebar ke berbagai wilayah Indonesia dan umumnya sukses sebagai pengusaha.

Saksikan videonya di sini:



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

PTM di Semarang, 7 Guru dan Siswa Tertular Covid-19

Ada tujuh guru dan siswa dikonfirmasi tertular Covid-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Semarang

NASIONAL | 21 September 2021

Prihatin Tragedi Kiwirok, Ratusan Nakes Gelar Aksi Bakar Lilin di Jayapura

Para nakes di antaranya berasal dari organisasi IDI, Patelki, HAKLI, Persagi, IBI, IAKMI, IAI dan PPNI.

NASIONAL | 21 September 2021

RIsma Jabarkan Strategi Percepatan Penanganan Kemiskinan

Di hadapan anggota Komite III DPD, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memaparkan strategi Kemsos mengakselerasi penanganan kemiskinan

NASIONAL | 21 September 2021

Pemuda Papua Sebut Pemimpin Idola, Sandiaga: Saya Hanya Orang Biasa

Salah seorang pemuda terharu dan menegaskan kalau Sandiaga adalah sosok pemimpin idola.

NASIONAL | 21 September 2021

Mendikbudristek Respons Positif Pemberdayaan SAD yang Diusung Universitas Jambi

Mendikbud Nadiem Makarim akan melihat dari dekat pemberdayaan suku anak dalam (SAD) di Sarolangun, Jambi terutama pada aspek pendidikannya.

NASIONAL | 21 September 2021

Napoleon Aniaya Muhammad Kece, Cak Nanto: Main Hakim Sendiri Tidak Dibenarkan

Cak Nanto menyebut tindakan penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece, tidak dapat dibenarkan.

NASIONAL | 21 September 2021

DPR Tetapkan 7 Hakim Agung, Herman Herry: Selamat Bekerja

DPR telah menetapkan tujuh hakim agung dalam rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

NASIONAL | 21 September 2021

MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendukung langkah TNI-Polri menumpas KKB di Papua.

NASIONAL | 21 September 2021

Fadli Zon: Pemerintah Harus Memperkuat Alutsista

Fadli Zon mengatakan pemerintah harus lebih keras lagi dalam mempertahankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna Utara.

NASIONAL | 21 September 2021

Sandiaga Uno, Menteri Pertama yang Kunjungi Kampung Yoboi di Papua

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menyebut Sandiaga Uno menjadi menteri pertama yang mengunjungi Kampung Yoboi, Kawasan Danau Sentani, Papua.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
TikTok Versi Tiongkok Batasi Durasi Main Anak hingga 40 Menit Per Hari

TikTok Versi Tiongkok Batasi Durasi Main Anak hingga 40 Menit Per Hari

DIGITAL | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings