Polisi Amankan 7 Pelaku Teror Molotov di Kantor PDIP Bogor
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (4)   |   COMPOSITE 5928 (47)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (9)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (4)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (14)   |   IDXBUMN20 356 (2)   |   IDXCYCLIC 731 (3)   |   IDXENERGY 739 (8)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (7)   |   IDXG30 132 (2)   |   IDXHEALTH 1286 (3)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (5)   |   IDXINFRA 866 (3)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (12)   |   IDXPROPERT 870 (4)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (2)   |   IDXSMC-LIQ 330 (4)   |   IDXTECHNO 3335 (-5)   |   IDXTRANS 1037 (14)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (3)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (3)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (7)   |   JII70 202 (2)   |   KOMPAS100 1121 (10)   |   LQ45 880 (8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (6)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (3)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polisi Amankan 7 Pelaku Teror Molotov di Kantor PDIP Bogor

Senin, 24 Agustus 2020 | 20:04 WIB
Oleh : Vento Saudale / YUD

Bogor, Beritasatu.com - Polres Bogor berhasil meringkus tujuh pelaku pelemparan bom molotov yang terjadi akhir Juli lalu di salah satu kantor ranting PDIP di Kabupaten Bogor.

Informasi dihimpun menyebutkan penangkapan terjadi pada Kamis 20 Agustus 2020 dan disebut-sebut sebagai salah satu anggota ormas Islam, namun Polres Bogor enggan menjelaskan kronologisnya, bahkan melimpahkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat (Jabar).

"Rekan-rekan media untuk statement tentang bom molotov disampaikan (langsung) oleh Polda Jabar," ujar Kasubbag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena saat dikonfirmasi awak media terkait penangkapan 7 pelaku tersebut, Senin (24/8/2020) malam.

Pelaku Bom Molotov ke PDIP Cianjur Sempat Terekam CCTV

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A. Chaniago melalui keterangan pers membenarkan tujuh pelaku itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat ini ketujuh pelaku masih didalami perannya," ujarnya.

Kombes Pol Erdi juga enggan berkomentar terkait latar belakang pelaku yang dikabarkan berasal dari salah satu ormas Islam.

"Yang jelas kami tidak dalam kapasitas pelaku ini ormas A ormas B, prinsipnya penyidik melakukan pemeriksaan kepada pelaku sesuai apa yang telah dilakukan oleh para pelaku," ungkapnya.

PDIP Cianjur Kembali Diserang Molotov, Kader Jabar Diinstruksikan Siaga I

Ia kembali menegaskan para pelaku diamankan karena melakukan pelemparan bom molotov, dan itu jelas melanggar pidana.

“Kita lakukan penangkapan dan pemeriksaan sesuai tindakan pelaku karena melanggar hukum pidana, pelemparan bom molotov," ujarnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Aziz Yanuar, Kuasa Hukum 4 dari 7 pelaku memrotes tindakan proses penangkapan dan penahanan yang dilakukan Polres Bogor.

"Ya, 4 dari 7 itu klien kami, keseluruhannya berdomisili di wilayah Bogor, Jawa Barat dan sekitarnya," ungkap Aziz, saat dihubungi.

Lebih lanjut ia memrotes tentang penangkapan kliennya pada Kamis 20 Agustus 2020 yang hingga saat ini ditahan karena dituduh terlibat kasus bom molotov.

"Pertama, kami protes karena beberapa klien kami tidak diberikan surat penangkapan maupun penahanan kepada keluarganya," ungkapnya.

Pelempar Bom Molotov Sekretariat PDIP Bogor Disebut Pengecut

Kemudian yang kedua, lanjut dia, hingga saat ini kliennya tidak bisa ditemui oleh siapapun, baik keuarga maupun kuasa hukum.

"Jadi tidak jelas keberadaannya dan kondisinya hingga saat ini. Bahkan, Minggu malam 23 Agustus 2020 pihak keluarga didampingi kuasa hukum tetap tidak diberi akses oleh kepolisian," tuturnya.

Maka dari itu, pihaknya dari selaku kuasa hukum dari Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) memprotes perlakuan kepolisian.

"Semalam kita mau menjenguk tapi malah dicegat di pintu gerbang Mapolres Bogor dan tidak dapat masuk sama sekali tanpa alasan yang jelas," katanya.

Padahal, lanjut Aziz, sesuai dengan UU bahwa warga negara berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan berkedudukan sama di mata hukum sesuai UU di Republik ini.

"Polisi wajib melindungi dan mengayomi masyarakat sesuai tupoksinya berdasarkan amanat UU, masyarakat yang bayar gaji mereka tapi mereka malah berlaku kejam terhadap rakyat," ungkapnya.

Ia menyebutkan, sesuai PERKAP No.8 thn 2009 Pasal 27 (1),Pasal 18 (4) UU No.39 thn 1999 tentang HAM,Pasal 14 (3) UU No.12 thn 2005 tentang Ratifikasi Konvensi Internasional Hak Sipil dan Politik dan Pasal 114 jo Pasal 56 (1) KUHAP.

"Tersangka maupun saksi dalam proses pemeriksaan wajib didampingi oleh penasehat hukum/pengacara," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sejuta Masker Mendarat di Aceh

Satu juta masker bantuan Presiden Joko Widodo tiba di Sultan Iskandar Muda International Airport, Nanggroe Aceh Darussalam.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Satgas Covid-19 Kirim Bantuan Alat Kesehatan ke Aceh

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengirimkan bantuan alat-alat kesehatan untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

UI Kembangkan Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat ke Bahasa Indonesia

Dosen UI, Erdefi Rakun, mengembangkan aplikasi mobil yang mampu mengenali, menerjemahkan, dan mentransformasi video gerakan SIBI ke dalam teks Bahasa Indonesia.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Tak Kunjung Berhasil, KPK Evaluasi Satgas Pemburu Harun Masiku

KPK bakal mengevaluasi tim Satgas yang selama tujuh bulan ini belum berhasil membekuk Harun yang melarikan diri saat OTT pada 8 Januari 2020 lalu.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

5 Tersangka Penyelundup Sabu Diringkus Polres Lampung Selatan

Barang bukti yang disita diperkirakan bernilai Rp 28 miliar.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

KPK Tegaskan Vonis Eks Komisioner KPU Bukan Akhir Kasus Harun Masiku

Mantan caleg PDIP, Harun Masiku yang menyandang status tersangka hingga saat ini masih buron.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Kasus Suap: Djoko Diperiksa, Tommy Mengaku Sakit

Djoko Tjandra diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap dalam hilangnya Red Notice.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Pembakaran Lahan oleh Masyarakat Berisiko Tinggi

Pembukaan lahan dengan membakar tidak cocok untuk membangun perkebunan karena lahan yang dibutuhkan sangat luas.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

75 Warga Bengkulu Positif Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Sebanyak 75 dari 289 warga Bengkulu, positif virus corona atau Cavid-19 saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Pemkot Bengkulu Belum Izinkan Siswa SD dan SMP Belajar Tatap Muka

Kegiatan belajar tatap muka untuk siswa SD dan SMP baru dibuka kembali setelah kasus Covid-19 benar-benar aman.

NASIONAL | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS