KPK Pertimbangkan Banding Atas Putusan Wahyu Setiawan
Logo BeritaSatu

KPK Pertimbangkan Banding Atas Putusan Wahyu Setiawan

Senin, 24 Agustus 2020 | 17:27 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Diketahui, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Wahyu.

Majelis meyakini Wahyu bersama-sama orang kepercayaannya yang juga kader PDIP Agustiani Tio Fridelina telah menerima suap agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Wahyu juga terbukti menerima uang Rp 500 juta terkait seleksi anggota KPU Daerah Papua Barat periode 2020-2025. Uang diberikan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo.

Langkah banding dipertimbangkan KPK lantaran dalam amar putusannya, Majelis Hakim tidak sependapat dengan tuntutan Jaksa untuk mencabut hak politik Wahyu Setiawan selama 4 tahun setelah menjalani pidana pokok. Namun, keputusan untuk mengajukan banding atau tidak akan diambil KPK setelah menerima dan menganalisis salinan putusan Wahyu Setiawan.

""Saat ini im JPU KPK menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. Berikutnya akan segera mengambil langkah hukum setelah mempelajari lebih dahulu salinan putusan lengkapnya, termasuk dalam hal ini tentu juga mengenai pencabutan hak politik dan permohonan JC oleh terdakwa," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2020).

Jaksa Penuntut KPK, M Takdir Suhan mengatakan, masa tujuh hari untuk pikir-pikir akan dimanfaatkan tim Jaksa untuk menganalisis putusan Hakim. Untuk itu, Jaksa berharap dapat segera menerima salinan putusan.

"Atas putusan itu pun nantinya kami akan diskusikan dengan tim, langkah hukum apa yang akan kami lakukan dan pastinya salinan putusan yang tadi dibacakan pun itu kami masih menunggu. Karena tadi yang dibacakan adalah poin-poinnya," katanya.

Takdir mengatakan, pihaknya tidak langsung menyatakan banding lantaran terdapat sejumlah hal yang diputuskan hakim sejalan dengan Jaksa. Salah satunya menolak permohonan JC Wahyu Setiawan. Selain itu, pidana badan yang dijatuhkan hakim, yakni 6 tahun hanya kurang dua tahun dari yang dituntut Jaksa yakni 8 tahun. Demikian juga dengan hukuman yang dijatuhkan terhadap Agustiani Tio yang dituntut 4 tahun 6 bulan pidana penjara dan dijatuhi hukuman 4 tahun pidana.

"Makanya kami mesti menunggu salinan putusan lengkap untuk kami analisa kembali, untuk menentukan langkah apa yang bisa kami tempuh selanjutnya," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mahfud: Tidak Perlu Berspekulasi Terkait Kebakaran Kejagung

Mahfud MD mengemukakan, penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran salah satu gedung di Kejaksaan Agung (Kejagung) masih terus dilakukan.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Dukung Kampus Merdeka, BI Beri Kesempatan Mahasiswa untuk Magang

Program akan dimulai pada semester ganjil 2020 dan berlangsung selama maksimal dua semester.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Wahyu Setiawan Dihukum 6 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana terhadap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

KPK Dalami Uang yang Diterima Wahyu Setiawan dari Gubernur Papua Barat

KPK akan mengembangkan uang Rp 500 juta yang diterima mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Galon Sekali Pakai Praktis dan Mudah Didaur Ulang

Kemasan plastik PET juga menghadirkan benefit lain yakni membantu menggerakkan roda perekonomian.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

329.641 Kendaraan Menuju Jakarta Sepanjang Libur Tahun Baru Islam

Sebanyak 329.641 kendaraan kembali menuju Jakarta pada H+2 dan H+3 Tahun Baru Islam 1442 H (22-23 Agustus 2020).

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Hadapi Praperadilan Anita Kolopaking, Polisi Tak Kendur

Penyidik tetap memeriksa Anita Kolopaking saat pengacara Djoko Tjandra itu mempraperadilankan langkah polisi.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Yasonna Usulkan Batas Usia Minimum Hakim Konstitusi dalam Pembahasan RUU MK

Pemerintah sampaikan lima usulan pemerintah terkait pembahasan RUU MK.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Ganjar: Mal Tentrem Kalau Tidak Siap Tutup Saja

Ratusan pengunjung Mal Tentrem berdesak-desakan tanpa memperhatikan physical distancing atau jaga jarak.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Polisi Amankan 7 Pelaku Teror Molotov di Kantor PDIP Bogor

Polres Bogor berhasil meringkus tujuh pelaku pelemparan bom molotov yang terjadi akhir Juli lalu di salah satu kantor ranting PDIP di Kabupaten Bogor.

NASIONAL | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS