25 Juta Anggota Pramuka Bisa Lakukan Perubahan Atasi Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

25 Juta Anggota Pramuka Bisa Lakukan Perubahan Atasi Pandemi Covid-19

Selasa, 25 Agustus 2020 | 10:59 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Sebanyak 25 juta Anggota Pramuka Indonesia berpotensi melakukan perubahan mengatasi Pandemi Covid-19.

"Pramuka harus mampu membuat tren patuh protokol kesehatan. Misalnya mengenakan masker harus menjadi tren, itu perlu kolaborasi. Sementara yang sulit adalah mencuci tangan. Memakai hand sanitizer juga dapat menjadi tren. Termasuk juga menjaga jarak yang aman. Bagaimana ngeriung atau cangkrukan yang aman," kata Kepala UNICEF Perwakilan Jawa, Arie Rukmantara dalam Talkshow Gerakan Pramuka Dulu, Kini,dan Tantangan Adaptasi kebiasaan Baru yang digelar secara virtual, Senin(24/8/2020).

Talkshow itu diikuti oleh perwakilan anggota Pramuka dari seluruh daerah di Jawa Tengah.

Arie menuturkan, sebenarnya dunia telah mengalami beberapa kali pandemi. Pada tahun 1918, saat Bapak Pramuka Indonesia Sultan Hamengku Buwono IX berusia enam tahun, sudah ada pandemi flu. Kala itu penduduk harus tinggal di rumah, dilarang berkeliaran di luar rumah bila tidak perlu, dan dilarang masuk ke lokasi pandemi. Indonesia mampu mengatasi pandemi flu itu.

Kemudian tahun 2000 ada pandemi SARS, selanjutnya tahun 2009 ada Flu Meksiko (H1N1), disusul Flu Unta pada 2012, dan tahun 2019 ada pandemi Covid-19. "Kini Pramuka harus berperan mengatasi pandemi kali ini," tuturnya.

Ketua Kwartir Daerah Pramuka Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Supriyanti menambahkan, Pramuka selalu hadir di garis depan ketika masyarakat membutuhkan.

"Ketika ada pandemi Covid-19, para anggota Pramuka ikut memberi penjelasan soal bahaya Covid. Mereka juga membagikan masker dan hand sanitizer. Di sini Pramuka memiliki semangat kebangsaan maupun pendidikan karakter. Selain itu juga mempunyai kecakapan hidup," kata istri gubernur Ganjar Pranowo itu.

Dengan jumlah pramuka yang banyak tersebut, maka Pramuka dapat menjadi pelopor membuat kegiatan yang positif. "Pandemi ini sudah berlangsung selama enam bulan. Pramuka harus mampu menciptakan ruang bahagia untuk diri sendiri maupun rekan-rekannya," tuturnya.

Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, anggota Pramuka bisa membuat video pendek, nge-vlog soal protokol kesehatan, hingga menolong bisnis tetangganya.

Membuat video berdurasi satu menit dengan bahasa efektif dan pesan tersampaikan di media sosial IG (Instagram). Itu pun harus dilengkapi dengan caption di bawahnya agar yang tuna rungu pun bisa memahami. Bila diungah di Youtube juga harus ada running text agar pesan bisa sampai.

"Di Rembang, ada siswa SMP yang meng-upload bisnis ikan asin tetangganya. Ternyata langsung ada pesanan. Ini adalah bentuk kegiatan positif para remaja Pramuka," kata Atikoh.

Di sisi lain, kegiatan nge-vlog adalah latihan berbicara di depan publik. Menyusun kata yang berisi dan bermakna untuk menyampaikan suatu pesan kepada orang lain.

Oleh sebab itulah, meski kegiatan Pramuka yang biasanya berkumpul dalam jumlah banyak seperti camping sampai jambore ditiadakan karena pandemi, namun dengan menciptakan kegiatan positif yang berguna, Pramuka tetap bisa berkarya.

Sementara itu Foresta Arbar Ramadhan, anggota Pramuka dari SMK Negeri 1 Brebes mengatakan bangga sebagai Pramuka.

"Saya mendapatkan berbagai ilmu dan karakter positif. Banyak kegiatan positif di Pramuka. Berkemah, misalnya, itu membutuhkan kerjasama antartim. Mulai mendirikan tenda hingga kegiatan lain. Menyimpan ego sendiri untuk kepentingan regu. Kami juga belajar berkoordinasi dengan tim lain saat membuat api unggun. Kami belajar leadership di Pramuka," ujar Foresta.

Di sisi lain, dengan jumlah yang mencapai 25 juta anggota, menurut Arie Rukmantara dari UNICEF, Indonesia harus menjadi pengurus The World Organization of the Scout Movement (WOSM-- Organisasi Pramuka Dunia). Sebab jumlah itu sama dengan 25 persen jumlah pramuka di dunia yang beranggotakan 100 juta.

Bahkan Arie juga mendorong agar anggota Pramuka Indonesia mencatat segala kegiatan pengabdian yang mereka lakukan. Sebab dari data yang ia peroleh, ia sempat terkejut ketika melihat jam pengabdian Indonesia hanya sedikit, hanya 1.500 jam per bulan. Sementara Pramuka India mencapai 1,5 juta jam, dan Pramuka Amerika Serikat 10 juta jam per bulan.

"Oleh karena itu mari kita catat jam pengabdian Pramuka kita. Membuat konten video waktunya kita catat, meng-upload juga kita catat, melihat konten juga dicatat. Juga ketika melakukan aksi sosial lainnya. Bila semua dicatat, maka akan luar biasa Pramuka Indonesia," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

6 Tahanan BNN Jambi yang Kabur Masih Diburu

Para tahanan bisa dengan mudah merusak plafon dan atap ruang tahanan untuk kabur karena kondisi ruang tahanan sudah kurang layak.

NASIONAL | 25 Agustus 2020

Mendes Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Pembangunan Desa

Di setiap penyelenggaraan musyawarah desa, 30% dari anggota pesertanya harus perempuan.

NASIONAL | 25 Agustus 2020

Pulihkan Ekonomi, Mentan Dorong Ekspor Pertanian

Mentan Syahrul Yasin Limpo mendorong peningkatan ekspor produk pertanian yang dihasilkan UMKM untuk memulihkan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.

NASIONAL | 25 Agustus 2020

Firli: Pemberantasan Korupsi Jadi Tugas Suci Semua Warga Negara

Upaya memberantas praktik korupsi dalam berbagai wujud sesungguhnya adalah tugas suci semua warga negara.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Saksi yang Dilindungi KPK Dikriminalisasi

Kriminalisasi tak hanya mengancam aparat penegak hukum yang memberantas korupsi.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Giring, Plt Ketum PSI Siap Maju Jadi Capres 2024

Suka atau tidak suka, keputusan-keputusan penting terkait diri kita diambil melalui mekanisme politik.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Banyak Guru Terpapar Covid-19, Ketua MPR: Lebih Baik Kerja dari Rumah

Di Surabaya, terdapat 137 guru yang terpapar Covid-19 akibat adanya kebijakan pemda yang mengharuskan guru-guru untuk tetap absen sidik jari di sekolah.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Kepala Daerah Harus Pahami Fungsi Utama Pemerintahan

Kepala Daerah dituntut untuk dapat menciptakan kemajuan di daerah yang dipimpinnya.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Banyak Guru Terpapar Covid-19, JPPI: Jangan Buru-buru Buka Sekolah

Jika masih ada penambahan jumlah yang positif terpapar Covid-19 setiap hari, pemerintah jangan buru-buru membuka kembali sekolah.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

KPK Pertimbangkan Banding Atas Putusan Wahyu Setiawan

KPK mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS