Logo BeritaSatu

Eks Pejabat Polri Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Senin, 31 Agustus 2020 | 21:16 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Direktur Poludara Mabes Polri, Irjen (Purn) Deddy Fauzi El Hakim mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (31/8/2020). Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) itu sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (DI) Tahun 2007-2017 yang menjerat mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso.

"Saksi tidak hadir Irjen (Purn) Deddy Fauzi El Hakim. Belum diperoleh konfirmasi dari yang bersangkutan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2020) malam.

Selain Deddy, hari ini penyidik juga menjadwalkan memeriksa Staf Keuangan PT Dirgantara Indonesia, Sonny Ibrahim. Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik mencecar Sonny mengenai proses penyusunan anggaran untuk mitra penjualan produk PT Dirgantara Indonesia.

"Penyidik mengkonfirmasi pengetahuan saksi (Sonny Ibrahim) terkait proses penyusunan anggaran untuk mitra penjualan di PT Dirgantara Indonesia," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia. Keduanya diduga melakukan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa fiktif terkait penjualan dan pemasaran produk PT DI seperti pesawat terbang, helikopter dan lainnya.

Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah pihak lain diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp 330 miliar yang merupakan nilai yang telah dibayarkan PT Dirgantara Indonesia (Persero) kepada enam perusahaan mitra/agen dalam kurun tahun 2011 hingga 2018.

Padahal keenam perusahaan mitra, yakni PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Niaga Putra Bangsa, dan PT Selaras Bangun Usaha tidak pernah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian.
Dari nilai tersebut, KPK menduga Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah direksi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran dana sekitar Rp 96 miliar.

Selain Budi dan Irzal, direksi PT Dirgantara Indonesia lainnya yang disebut turut kecipratan aliran dana yakni, mantan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia dan mantan Direktur Aerostructure yang kini menjabat Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh serta mantan Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan, Arie Wibowo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kepala WTO Undur Jadwal Pembahasan Topik Sulit ke Awal 2024

Kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala mengundurkan jadwal pembahasan topik sulit ke awal 2024

NEWS | 29 September 2022

Putin Prediksi Rusia Capai Rekor Panen 150 Juta Ton Gandum

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia mengharapkan panen gandum rekor tertinggi pada 2022.

NEWS | 29 September 2022

Iriana Jokowi Dijadwalkan Menanam Pohon di Pulau Rinca

Iriana Jokowi melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/9/2022), dengan menanam pohon di Pulau Rinca.

NEWS | 29 September 2022

Malaysia Akan Cabut Aturan Wajib Masker di Penerbangan

Malaysia akan mencabut aturan wajib masker di dalam penerbangan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Satgas Covid-19: Kebijakan Wajib Masker Masih Berlaku

Satgas Covid-19 menyatakan, pemerintah belum berencana mencabut kebijakan wajib masker seperti yang dilakukan negara lain.

NEWS | 29 September 2022

Tiongkok Tolak Keras Perbandingan Ukraina dengan Taiwan

Tiongkok bereaksi terhadap perbandingan antara Ukraina dengan Taiwan. Hal itu ditegaskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin.

NEWS | 29 September 2022

Kebanjiran Pengungsi Rusia, Latvia Nyatakan Negara Darurat

Latvia mengumumkan keadaan darurat di dekat perbatasannya dengan Rusia pada Rabu (28/9/2022) setelah kebanjiran pengungsi Rusia.

NEWS | 29 September 2022

TNI AU Selidiki Penemuan Granat Asap dan Peluru di Bekasi

TNI AU masih mendalami penemuan granat asap dan peluru yang ditemukan di sebuah rumah, di Pondokgede, Kota Bekasi, Selasa, 27 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG DKI Jakarta menerangkan, potensi hujan disertai petir terjadi di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore hingga menjelang malam hari.

NEWS | 29 September 2022

Pabrik Keramik di Bekasi Diberi Waktu Perbaiki Pengolahan Limbah

Pabrik keramik PT Sarana Griya Lestari Keramik diberi batas waktu untuk memperbaiki manajemen pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Putin Prediksi Rusia Capai Rekor Panen 150 Juta Ton Gandum

Putin Prediksi Rusia Capai Rekor Panen 150 Juta Ton Gandum

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings