Mantan Dirkeu Klaim Heru Hidayat Berniat Bantu Jiwasraya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mantan Dirkeu Klaim Heru Hidayat Berniat Bantu Jiwasraya

Kamis, 3 September 2020 | 17:22 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo mengklaim, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat berniat membantu PT Asuransi Jiwasraya (Persero) agar pengelolaan investasi dan likuiditas perusahaan asuransi jiwa milik pemerintah tersebut tetap terjaga dengan baik.

Hal itu ditegaskan Hary Prasetyo saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Pengadilan Tipikor Jakara, Kamis (3/9/2020)

“Kalau tadi ditanyakan bahwa tentang Heru Hidayat atau siapa pun niatnya adalah memang membantu JS (Asuransi Jiwasraya) untuk tetap perform dari sisi kelolaan investasi dan juga menjaga likuiditas. Jadi, harus selalu liquid dari segala guncangan pasar sekalipun,” kata Harry ketika menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum atau JPU dalam persidangan.

Dijelaskan, secara umum Heru mengetahui kondisi insolvensi yang dialami Asuransi Jiwasraya pada 2008. Saat itu, katanya, pemerintah sama sekali tidak memberikan dana talangan atau penyertaan modal negara (PMN) kepada perusahaan BUMN tersebut. Hary menyebut, Jiwasraya hanya menerima going concern letter dari pemerintah atau surat jaminan. Surat itu berisi jaminan dari pemerintah bagi kelangsungan hidup dari Asuransi Jiwasraya ke depan.

“Itulah menjadi alat kami, keyakinan kami untuk tetap beroperasi dengan tetap berjualan, menjual premi dan seterusnya,” jelas Harry.

Atas dasar itu, kata Hary, pada periode 2008 – 2018, Heru Hidayat turut membantu Asuransi Jiwasraya. Namun, ditegaskan,hasil kinerja perseroan pada periode itu tidak semata-mata merupakan hasil bantuan dari Heru Hidayat. Secara umum kinerja tata kelola investasi Asuransi Jiwasraya berada di tangan divisi investasi dan dipantau oleh komite investasi perseroan. Direksi, jelasnya, memberikan diskresi kepada manajer investasi atau pihak ketiga untuk melakukan pengelolaan investasi dengan berdasar pada prosedur yang berlaku. Kebijakan itu disebutnya berlaku untuk penataan investasi Asuransi Jiwasraya di sejumlah instrumen pasar modal, yakni reksadana, saham, dan obligasi atau surat utang negara.

“Jadi, ini adalah kinerja dari JS sendiri Pak. Jadi, bukan (hanya hasil dari) minta tolong dari Pak Heru Hidayat saja. Dalam portofolio (investasi) JS sendiri ada saham-saham group lain juga," tegasnya.

Dengan sejumlah kebijakan itu, Hary menegaskan, pada periode 2008 hingga akhir 2017, kinerja investasi Asuransi Jiwasraya terus membaik. Pada 2008 atau ketika para direksi diberikan amanah oleh pemerintah untuk menangani Asuransi Jiwasraya, neraca keuangan perseroan tercatat minus Rp 6,7 triliun atau dalam kondisi insolvensi dengan nilai aset sekitar Rp 5 triliun. Sementara pada 2017, total aset Asuransi Jiwasraya sudah mencapai Rp45 triliun. Jika pada 2008 perseroan tak memiliki kas, pada 2017 kas perseroan tercatat sekitar Rp 4 triliun.

“Kami memiliki surat berharga negara kurang lebih Rp 3 triliun. Kami memiliki saham yang sudah disarankan ketika itu. Kementerian BUMN melalui Deputi Jasa Keuangan, Pak Gatot Tri Hargo menyampaikan dalam satu acara RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) atas laporan keuangan di mana kami harus berpihak, harus, saya garisbawahi harus membeli saham-saham BUMN. Dan Ketika itu untuk 21 jenis saham BUMN hanya beberapa jenis saham BUMN yang tersisa,” tegasnya.

Oleh karena itu, Hary menyatakan kondisi Asuransi Jiwasraya berkembang dengan sangat baik sejak 2008 hingga jabatan Direktur Keuangan ditinggalkannya pada 15 Januari 2018. Posisi laporan keuangan itu sangat baik dengan RBC (risk based capital atau tingkat solvabilitas) yang tadinya minus 580 persen menjadi plus, kurang lebih 200-an persen. Tingkat solvabilitas perusahaan asuransi konvensional baik untuk sektor asuransi jiwa maupun asuransi umum minimum sebesar 120 persen.

"Itu suatu prestasi bahwa kami menghidupkan kembali mayat hidup yang sudah takkan mungkin kembali hidup,” katanya.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat serta empat terdakwa lainnya melakukan korupsi terkait pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya. Atas perbuatan Benny dan Heru bersama empat terdakwa lain, keuangan negara menderita kerugian hingga sebesar Rp 16,8 triliun berdasarkan audit BPK tanggal 9 Maret 2020.

Empat terdakwa lain perkara ini dengan surat dakwaan terpisah, yaitu, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan eks Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Jaksa membeberkan, Benny Tjokro melakukan kesepakatan bersama dengan petinggi PT Asuransi Jiwasraya untuk melakukan transaksi penempatan saham dan reksa dana perusahaan asuransi tersebut. Kesepakatan itu dilakukan dengan tidak transparan dan akuntabel.

Tiga petinggi Jiwasraya, Hendrisman Rahim, Hary dan Syahmirwan juga didakwa melakukan pengelolaan investasi tanpa analisis yang objektif, profesional dan tidak sesuai nota interen kantor pusat. Jaksa menyebut analisis hanya dibuat untuk formalitas.
Hendrisman, Hary dan Syahwirman juga disebut membeli saham sejumlah perusahaan tanpa mengikuti pedoman investasi yang berlaku. Ketiga terdakwa disebut Jaksa membeli saham melebihi 2,5% dari saham perusahaan yang beredar.

Keenam terdakwa dan pihak terafiliasi juga telah bekerja sama untuk melakukan transaksi jual-beli saham sejumlah perusahaan dengen tujuan inventarisasi harga. Hal tersebut pada akhirnya tidak memberikan keuntungan investasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditas guna menunjang kegiatan operasional.

Jaksa mengatakan, Hendrisman bersama-sama Hary Prasetyo, Syahmirwan, Heru Hidayat dan Benny melalui Joko Hartono mengatur dan mengendalikan 13 Manajer Investasi dengan membentuk produk reksa dana khusus untuk PT Asuransi Jiwasraya. Hal ini dilakukan agar pengelolaan instrumen keuangan yang menjadi underlying reksa dana PT Asuransi Jiwasraya dapat dikendalikan oleh Joko Hartono Tirto.

Jaksa juga menyebut Heru, Benny dan Joko turut memberikan uang, saham dan fasilitas lain kepada tiga petinggi Jiwasraya. Pemberian dilakukan terkait pengelolaan investasi saham dan reksadana di perusahaan tersebut selama 2008-2018.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa didakwa melanggar melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 dan atau Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, Pasal 18 ayat (2) dan Pasal 18 ayat (3) UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain didakwa melakukan tindak pidana korupsi, Benny Tjokro dan Heru Hidayat juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jiwasraya Alami Gagal Bayar, Mantan Direktur Keuangan Mengaku Heran

Hary Prasetyo mengklaim kondisi keuangan PT Asuransi Jiwasraya sampai akhir 2017 masih sangat baik.

NASIONAL | 3 September 2020

Akademisi UI: RUU Cipta Kerja Permudah Izin UMKM

Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja diharapkan dapat membantu pelaku usaha untuk memperoleh izin, khususnya bagi pelaku usaha di sektor UMKM.

NASIONAL | 3 September 2020

Rapat dengan DPR, Kemsos Laporkan Jadi Penyerap Terbesar Anggaran PEN

Mensos Juliari menyebutkan dari Rp 127 triliun, berdasarkan laporan di awal September, dana yang sudah diserap sekitar Rp 83 triliun.

NASIONAL | 3 September 2020

Empat Provinsi Jadi Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi

Provinsi DKI Jakarta kembali menempati posisi pertama penyumbang kasus Covid-19 Tertinggi

NASIONAL | 3 September 2020

ICW Pertanyakan Status JC Eks Penyidik KPK dan Polri, Brotoseno

Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan status Justice Collaborator (JC) yang diperoleh terpidana kasus korupsi Raden Brotoseno.

NASIONAL | 3 September 2020

Pemda DIY Akan Terapkan Sanksi Sosial Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemerintah DI Yogyakarta beri sanksi sosial bagi yang melanggar protokol kesehatan.

NASIONAL | 3 September 2020

Satgas Sebut Kasus Aktif Covid-19 di Jabar Masih Tinggi

Jabar termasuk salah satu dari empat provinsi yang berkontribusi besar pada penambahan kasus positif di Indonesia.

NASIONAL | 3 September 2020

Tambah 8, Kasus Positif Covid-19 di Bengkulu Jadi 361

Penambahan sebanyak 8 kasus baru positif Covid-19 dan semua berasal dari Kota Bengkulu.

NASIONAL | 3 September 2020

Polisi Sebut Edo Kondologit Percaya Kepolisian

Mabes Polri menyebut keluarga Edo Kondologit memercayakan proses penyelidikan penyebab kematian adik iparnya ke kepolisian.

NASIONAL | 3 September 2020

Satgas Akui Belum Berhasil Menekan Penularan Covid-19

Dalam beberapa minggu terakhir ini terlihat peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 yang cukup signifikan.

NASIONAL | 3 September 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS