Akademisi Minta Komjak Tidak Ganggu Proses Hukum Jaksa Pinangki
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Akademisi Minta Komjak Tidak Ganggu Proses Hukum Jaksa Pinangki

Sabtu, 5 September 2020 | 21:16 WIB
Oleh : Yustinus Paat / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Akademisi Universitas Indonesia (UI) Chudry Sitompul mengingatkan Komisi Kejaksaan (Komjak) agar tidak membangun opini terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menangani kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Menurut Chudry, tindakan Komjak dapat menggangu jalannya proses hukum yang dilakukan Kejagung.

"Komjak bukan aparat penegak hukum yang boleh melakukan penyelidikan atau penyidikan," ujar Chudry saat dihubungi, Sabtu (5/9/2020).

Komjak berencana meminta keterangan Jaksa Agung ST Burhanuddin terkait kasus gratifikasi kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) yang membelit Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Chudry menuturkan, Komjak sejatinya tidak ikut campur dalam ranah hukum yang ditangani Kejagung. Sebagaimana tugas dan fungsinya, dia menyebut Komjak hanya fokus pada masalah etik di internal Kejaksaan.

"Komjak ini kalau dilihat tupoksinya itu pelanggaran etik. Itu pun kalau dilaporkan masyarakat atau diminta oleh Kejaksaan," tandas Chudry.

Kejagung, kata Chudry juga belum dapat disebut lamban dalam menangani kasus Pinangki. Pasalnya, jika diamati, dia berkata kasus Pinangki baru berjalan satu bulan. Sedangkan Pinangki baru sekitar 20 hari pasca ditetapkan tersangka pada 12 Agustus 2020.

Tak hanya itu, Chudry menyebut tindakan Komjak ingin memeriksa Pinangki yang telah menjadi tersangka seolah membangun opini bahwa lembaga itu sebagai penegak hukum

"Komjak itu seperti Komisi Yudisial atau Kompolnas. Kalau Komjak ikut memeriksa, tidak sesuai dengan tupoksinya," kata Chudry.

Baca Juga: Komjak Dinilai Berlebihan Sarankan Kejagung Serahkan Kasus Pinangki ke KPK

Senada, akademisi dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin juga mengimbau agar Komjak tidak membangun opini negatif terhadap Kejaksaan Agung yang sedang fokus menangani kasus Djoko Tjandra dan mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Komjak atau elemen masyarakat lain harus mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada Kejaksaan.

"Kita tidak boleh bangun opini, tidak boleh menyerang. Kita harus objektif kalau bangsa ini ingin maju," tutur Ujang.

Ujang menuturkan semua pihak harus memberi apresiasi kepada Kejagung yang telah menindak cepat kasus Djoko Tjandra meski semula diragukan. Dia mengatakan Kejagung telah bertindak profesional dalam mewujudkan kredibilitas Negara dalam konteks penegakan hukum.

"Seharusnya memang institusi permanen seperti Kejaksaan yang harus didorong maju terdepan dalam pemberantasan korupsi. Dalam kasus Djoko Tjandra kita apresiasi, begitu cepat bergerak," jelas dia.

Di sisi lain, Ujang berharap masyarakat ikut mengawal kinerja Kejagung ke depan. Namun, dia mengingatkan masyarakat untuk objektif menilai kinerja Kejagung.

"Semua ingin bangsa ini berubah, kalau kritiknya ada maunya, tidak konstruktif, lebih baik diam. Semua berhak mengkritik tapi harus objektif dan konstruktif," pungkas Ujang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BNN Jabar Amankan 13 Orang Penyalahgunaan Narkotika Jenis Suboxone

Dari 13 orang yang diamankan, 4 orang ditetapkan sebagai tersangka dan dilanjutkan ke tahap penyidikan.

NASIONAL | 5 September 2020

Buat Kerumunan Saat Daftar KPU, Bupati Karawang Ditegur Kemdagri

Kemdagri menegur Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana melalui Surat Nomor: 337/4450/OTDA, karena melakukan iring-iringan massa saat pendaftaran ke KPU.

NASIONAL | 5 September 2020

Ketua MPR Prihatin Konten Hoax Covid-19

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan Konten hoax dan disinformasi terkait Covid-19 ini sungguh memprihatinkan.

NASIONAL | 5 September 2020

Pemerintah Pusat Diminta Intervensi Pembangunan Jalan Desa

Pemerintah pusat diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih dalam pembangunan jalan kabupaten.

NASIONAL | 5 September 2020

Ini Saran untuk Pembangunan Kembali Gedung Kejagung

Sudah dua minggu berjalan, penyebab kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) masih gelap.

NASIONAL | 5 September 2020

Rohidin Mersyah-Rosjonsyah Daftar ke KPU Bengkulu Naik Angkot

Rohidin Merayah-Rosjonsyah maju di pilgub Bengkulu diusung beberapa parta koaliasi, yakni Golkar, PDIP, PKS, Demokrat, PPP dan PSI.

NASIONAL | 5 September 2020

CIA Sebut Tiongkok Buat Pangkalan Militer di Indonesia, Ini Kata Anggota Komisi I DPR

Intinya, para legislator mengingatkan agar warga Indonesia tak mau diadu domba informasi yang berupa analisis.

NASIONAL | 5 September 2020

Rektor UT: Pendidikan Tak Boleh Berhenti di Masa Pandemi

Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat menyatakan berbagai upaya harus dilakukan agar pembelajaran dapat terus berjalan di tengah pandemi.

NASIONAL | 5 September 2020

UI Raih Predikat Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Times Higher Education (THE) World University Ranking menobatkan UI sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

NASIONAL | 5 September 2020

Resep Akur Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Dua Tahun Pimpin Jateng

Taj Yasin mengungkapkan bahwa resep kompak dan harmonis memimpin Jateng bersama Ganjar Pranowo adalah komunikasi.

NASIONAL | 5 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS