Usut Korupsi Subkontraktor Fiktif, KPK Periksa Eks Direktur Waskita Karya
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Usut Korupsi Subkontraktor Fiktif, KPK Periksa Eks Direktur Waskita Karya

Rabu, 9 September 2020 | 12:56 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Direktur Keuangan PT Waskita Karya Danny Kustanto, Rabu (9/9/2020). Danny bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur Utama PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JS (Jarot Subana)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020).

Selain Danny, KPK juga akan memeriksa sejumlah saksi lainnya. Salah satunya mantan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani yang bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II dan Direktur Operasional PT Waskita Karya. Saksi lainnya yang diperiksa hari ini, yakni Wakanwil Waskita Jakarta Endar Triyono, Kabag Hukum Waskita Sudarmoyo; Kepala Produksi Benoa 2 Anugrianto; Staf Umum Div. Sipil Rachmad Sukoko; Staf Keuangan JORR W1 dan Cijago Mira Hilmia Kusumawati; serta Kanwil Riau dan Wakadiv Mokh. Sadali.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JS," kata Ali.

Diketahui, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif dalam proyek-proyek yang terjadi di PT Waskita Karya (Persero). kelima tersangka itu, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi Arryani menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Kasus ini bermula pada 2009. Saat itu, Desi yang menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyepakati pengambilan dana dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya. Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut. Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi. Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT. Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT. Waskita Karya (Persero).

Pengeluaran di luar anggaran resmi tersebut di antaranya untuk pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV Dwiyasa Tri Mandiri, PT MER Engineering dan PT Aryana Sejahtera. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kelola Dana Bansos Rp 127 T, Mensos Minta Diawasi KPK

Pengawasan dari KPK dinilai penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan dana bansos yang dikelola Kemsos di masa pandemi yang mencapai Rp 127 triliun.

NASIONAL | 9 September 2020

Mendikbud Resmikan Kota Tua sebagai Kawasan Praktik Baik Pengutamaan Bahasa Negara

Mendikbud mengatakan Kota Tua Selain menjadi ikon, sejarah dan rekreasi, kawasan ini juga menjadi wahana edukasi bagi masyarakat dalam berbahasa.

NASIONAL | 9 September 2020

Dinilai Sewenang-wenang, Ditjen PP Digugat Nurdin Halid

Dirjen Peraturan Perundang-undangan telah merugikan Dekopin yang dipimpin Nurdin Halid karena pendapat hukumnya dijadikan rujukan oleh Sri Untari Bisowarno.

NASIONAL | 9 September 2020

Pegawai KPU Provinsi Jambi Dinilai Kurang Taat pada Protokol Kesehatan

Sebagian pegawai KPU daerah itu juga membuka masker seusai proses pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur.

NASIONAL | 9 September 2020

Penularan Covid-19 dari Klaster Perkantoran Terus Bertambah di Medan

"Mereka yang dinyatakan terpapar itu terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), pegawai honorer dan sekuriti," ujar Alida.

NASIONAL | 9 September 2020

Awal Oktober Sekolah di Bengkulu Tengah Gelar Belajar Tatap Muka

Sekolah yang diizinkan gelar tatap muka adalah sekolah yang benar-benar siap menerapkan protokol kesehatan ketat.

NASIONAL | 9 September 2020

Kasus Korupsi PT DI, Eks Komisaris Utama Asabri Diperiksa KPK

Mantan Komisaris Utama PT Asabri, Marsekal Madya (Purn) Ismono Wijayanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Budi Santoso).

NASIONAL | 9 September 2020

Klaster Keluarga Meningkat, OTG Covid-19 Diwajibkan Isolasi Mandiri di Rumah

Sedangkan pasien Covid-19 dengan status bergejala, akan diisolasi di rumah sakit.

NASIONAL | 9 September 2020

Penumpang Asal Serang Ditemukan Meninggal di Atas KMP Mutiara Persada

Saat ini jenazah pria tersebut sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon.

NASIONAL | 9 September 2020

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Setelah Melahirkan Bayi Kembar

Sementara bayi satunya jenis kelamin perempuan masih dirawat oleh petugas medis.

NASIONAL | 9 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS