Larangan 59 Negara, Nasdem Minta Kemlu Giatkan Diplomasi
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-2.05)   |   COMPOSITE 6429.76 (0.29)   |   DBX 1210.46 (12.07)   |   I-GRADE 190.638 (-1.34)   |   IDX30 545.485 (-1.51)   |   IDX80 146.318 (-0.07)   |   IDXBUMN20 442.834 (-1.24)   |   IDXESGL 150.48 (0.29)   |   IDXG30 147.901 (0.37)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-0.73)   |   IDXQ30 155.036 (-0.96)   |   IDXSMC-COM 294.681 (0.4)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-0.55)   |   IDXV30 149.629 (0.56)   |   INFOBANK15 1097.88 (-12.35)   |   Investor33 466.613 (-1.1)   |   ISSI 189.631 (-0.01)   |   JII 670.82 (0.69)   |   JII70 234.975 (-0.16)   |   KOMPAS100 1301.99 (-2.17)   |   LQ45 1014.85 (-1.65)   |   MBX 1779.94 (-2.58)   |   MNC36 344.694 (-0.95)   |   PEFINDO25 341.155 (-2.53)   |   SMInfra18 331.858 (2.19)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.15)   |  

Larangan 59 Negara, Nasdem Minta Kemlu Giatkan Diplomasi

Rabu, 9 September 2020 | 13:42 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Nasdem, M Farhan, mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperkuat kemampuan diplomasinya terkait keputusan 59 negara melarang warga negara Indonesia (WNI) akibat tingginya angka positif Covid-19 di Indonesia.

Menurut Farhan, Indonesia harus menghormati keputusan pelarangan itu sebagai bentuk kedaulatan 59 negara tersebut. Tapi pada saat bersamaan diplomasi harus tetap terjaga karena kita masih memerlukan hubungan luar negeri yang baik

"Pemerintah dalam hal ini Kemlu, harus melakukan diplomasi yang intensif dengan 59 negara tersebut. Karena kita masih punya kepentingan strategis bagi WNI yang harus masuk ke negara-negara itu. Baik kepentingan bisnis, pemerintahan dan pendidikan," kata Farhan, Rabu (9/9/2020).

Baginya, penutupan pintu untuk WNI ke 59 negara tersebut merupakan momen untuk introspeksi terhadap penanggulangan pandemi Covid-19 di dalam negeri. Harus ada upaya memastikan penurunan grafik kasus positif Covid-19.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Sebut Pemerintah Pahami Keputusan 59 Negara Tutup Pintu Untuk WNI

Jauh di atas itu semua, Farhan menilai, bahwa bagaimanapun reaksi 59 negara itu, harus dijadikan rakyat Indonesia sebagai alat pemersatu.

"Momen ini harus kita jadikan alat untuk mempersatukan kita sebagai bangsa. Karena kita sekarang sedang menghadapi masalah pandemi Covid-19, yang mana akan mempengaruhi harkat dan martabat bangsa kita di mata dunia," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 59 negara menutup pintu bagi warga Indonesia. Kebijakan puluhan negara tersebut menyusul tingginya kasus Covid-19 di Indonesia. Malaysia baru-baru ini juga menutup pintu bagi warga negara Indonesia. Amerika Serikat juga melarang warganya mengunjungi Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tokoh Pers Jakob Oetama Wafat

Karier jurnalistiknya dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur pada 1956.

NASIONAL | 9 September 2020

Gugus Tugas Covid-19 Sumut Identifikasi 2.281 Klaster Keluarga dan Perkantoran

Whiko Irwan mengatakan, jumlah itu merupakan bagian dari 7.832 kasus positif Covid-19, yang tersebar di 33 kabupaten/kota.

NASIONAL | 9 September 2020

Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Pilkada Jateng Tinggal Menunggu Kota Semarang

Pemeriksaan untuk bapaslon Pilkada Kota Semarang, masih menunggu keputusan KPU Jateng.

NASIONAL | 9 September 2020

26 Siswa dan Guru Terpilih dapat Hadiah Dana Pendidikan

Dalam era disrupsi inovasi saat ini, kreativitas menjadi kunci untuk berhasil, maka memberikan kesempatan kepada anak untuk bebas berkarya adalah kunci utamanya

NASIONAL | 9 September 2020

Usut Korupsi Subkontraktor Fiktif, KPK Periksa Eks Direktur Waskita Karya

Mantan Direktur Keuangan PT Waskita Karya Danny Kustanto akal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif.

NASIONAL | 9 September 2020

Kelola Dana Bansos Rp 127 T, Mensos Minta Diawasi KPK

Pengawasan dari KPK dinilai penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan dana bansos yang dikelola Kemsos di masa pandemi yang mencapai Rp 127 triliun.

NASIONAL | 9 September 2020

Mendikbud Resmikan Kota Tua sebagai Kawasan Praktik Baik Pengutamaan Bahasa Negara

Mendikbud mengatakan Kota Tua Selain menjadi ikon, sejarah dan rekreasi, kawasan ini juga menjadi wahana edukasi bagi masyarakat dalam berbahasa.

NASIONAL | 9 September 2020

Dinilai Sewenang-wenang, Ditjen PP Digugat Nurdin Halid

Dirjen Peraturan Perundang-undangan telah merugikan Dekopin yang dipimpin Nurdin Halid karena pendapat hukumnya dijadikan rujukan oleh Sri Untari Bisowarno.

NASIONAL | 9 September 2020

Pegawai KPU Provinsi Jambi Dinilai Kurang Taat pada Protokol Kesehatan

Sebagian pegawai KPU daerah itu juga membuka masker seusai proses pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur.

NASIONAL | 9 September 2020

Penularan Covid-19 dari Klaster Perkantoran Terus Bertambah di Medan

"Mereka yang dinyatakan terpapar itu terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), pegawai honorer dan sekuriti," ujar Alida.

NASIONAL | 9 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS