KPU Sebut Paslon Positif Covid-19 Tidak Gugur di Pilkada
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.9)   |   COMPOSITE 6359.21 (21.51)   |   DBX 1342.2 (21.04)   |   I-GRADE 184.288 (0.47)   |   IDX30 516.126 (0.91)   |   IDX80 138.807 (-0.02)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.01)   |   IDXESGL 142.044 (0.29)   |   IDXG30 145.076 (0.7)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.86)   |   IDXQ30 147.857 (0.54)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.85)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.44)   |   IDXV30 136.649 (-0.69)   |   INFOBANK15 1071.96 (6.83)   |   Investor33 444.599 (1.06)   |   ISSI 184.85 (-0.57)   |   JII 633.797 (-1.97)   |   JII70 223.435 (-0.8)   |   KOMPAS100 1241.07 (0.19)   |   LQ45 967.658 (1.45)   |   MBX 1728.33 (2.21)   |   MNC36 329.04 (1.03)   |   PEFINDO25 326.697 (1.37)   |   SMInfra18 315.108 (-1.34)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.88)   |  

KPU Sebut Paslon Positif Covid-19 Tidak Gugur di Pilkada

Rabu, 9 September 2020 | 20:57 WIB
Oleh : YUD

Bandung, Beritasatu.com - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan, mengatakan jika ada bakal calon yang menjadi peserta dalam Pilkada serentak 2020 terpapar positif Covid-19 maka hal itu tidak menggugurkan bakal calon itu dalam kontestasi politik lima tahunan tersebut.

"Covid-19 tidak menggugurkan karena pemeriksaan kesehatan itu sudah ada standarnya. Tidak termasuk di dalamnya Covid-19," kata Viryan seusai menghadiri pembukaan uji coba dan simulasi aplikasi e-rekap/Sistem Informasi Rekapitulasi Pilkada Serentak 2020 di Volly Indoor Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2020).

Ia mengatakan, hingga saat ini ada 46 orang bakal calon dari 700 pasangan bakal calon peserta Pilkada Serentak Tahun 2020 yang terpapar Covid-19.

"Bisa kita katakan sangat minim jumlahnya namun karena ini calon pemimpin kita berharap bisa mengambil pelajaran yakni ada kerumuman massa kemarin. Mudahan-mudahan tidak terjadi kluster dari pasangan calon," kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, KPU meminta kepada seluruh bakal calon pasangan yang berlaga di Pilkada Serentak Tahun 2020 untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani tahapan Pilkada serentak.

"Kita imbau kepada semua paslon dapat membatasi diri dalam artian interaksi di lapangan. Jangan membuat kerumunan dan selalu terapkan protokol kesehatan karena jika ini dilanggar pada akhirnya yang dirugikan paslon itu sendiri," kata dia.

Menurut dia Pilkada Serentak 2020 digelar di tengah ancaman pandemi Covid-19 hingga saat ini telah dilaksanakan dua tahapan yakni tahap verifikasi syarat dukungan pasangan calon perseorangan dan yang kedua tahap pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Viryan mengatakan tahapan itu melibatkan lebih dari 300.000 petugas yang melakukan coklit terhadap 107 juta data pemilih dan coklit itu dilakukan dari rumah ke rumah di lebih dari 46.745 desa, 4.241 kecamatan, dan 309 kabupaten kota.

Ia menambahkan hingga saat ini, kata dia, belum ditemukan petugas yang terpapar virus corona dalam atau saat melaksanakan tugas di dua tahapan Pilkada Serentak tersebut.

"Hingga hari ini tidak ada petugas yang terpapar Covid-19 karena melakukan kegiatan itu yakni coklit," kata dia.

Ia mengatakan kalaupun ada petugas yang terpapar, dia memastikan bukan akibat dari dua tahapan Pilkada serentak 2020 tersebut karena pernah dilakukan penelusuran kontak terhadap petugas yang terpapar, dan diketahui bukan dampak aktivitas agenda pilkada.

"Jadi setelah penelusuran yang terdampak itu dari aktivitas lain mulai dari keluarga, atau aktivitas di luar dua tahapan tersebut," katanya.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lift Jatuh Tewaskan 4 Pekerja di Proyek RSI Unisma Malang Diduga Kelebihan Muatan

Kabel seling lift diduga putus karena tak kuat menanggung beban dengan jumlah 10 orang

NASIONAL | 9 September 2020

Pelanggaran Protokol Kesehatan, Mendagri: Sanksi Diskualifikasi Dimungkinkan

Sanksi diskualifikasi kepada para Pasangan Calon (Paslon) yang melanggar aturan, terutama protokol kesehatan bisa saja diberikan.

NASIONAL | 9 September 2020

Wapres Kenang Jakob Oetama sebagai Tokoh Pers Teladan

Wapres juga mengajak seluruh jajaran Kompas Gramedia Group agar dapat meneladani ketekunan, kerja keras, serta komitmen almarhum.

NASIONAL | 9 September 2020

Khofifah: Jakob Oetama Tokoh Pers Terbaik

Khofifah mengenal Jakob Oetama sebagai sosok jurnalis yang cerdas, humanis, sederhana dan penuh integritas.

NASIONAL | 9 September 2020

KPK Minta Data Pekerja Penerima Subsidi Dipadankan dengan Data Pajak

Dengan demikian, data pekerja penerima BSU senilai Rp 600.000 per bulan dapat lebih valid.

NASIONAL | 9 September 2020

Kejagung Kembalikan Berkas Perkara Djoko Tjandra

Kejagung mengembalikan berkas perkara tiga tersangka kasus surat jalan palsu Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri.

NASIONAL | 9 September 2020

Kepala BNPB Ungkap Kenangan Bersama Jakob Oetama

Kepala BNPB Doni Monardo mengucapkan turut berduka cita atas kepergian Jakob Oetama.

NASIONAL | 9 September 2020

Kemtan Akan Tambah Kuota Pupuk Subsidi 1 Juta Ton

Kementerian Pertanian menambah kekurangan alokasi pupuk subsidi sekitar 1 juta ton, atau senilai Rp 3,14 triliun.

NASIONAL | 9 September 2020

Tidak Memihak di Pilkada, Ini Aturan Netralitas Polri

Sejumlah aturan dijadikan pijakan soal netralitas korps baju cokelat itu.

NASIONAL | 9 September 2020

Didik J Rachbini Kenang Jakob Oetama Sebagai Sang Penjaga Keseimbangan

Ekonom Didik J. Rachbini menilai Jakob Oetama sebagai seorang tokoh besar yang berjuang tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk bangsa.

NASIONAL | 9 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS