Bangun Nasionalisme Papua Berbasis Kecintaan kepada Indonesia
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-4.16)   |   COMPOSITE 6289.65 (-83.65)   |   DBX 1346.19 (-24.1)   |   I-GRADE 181.205 (-2.01)   |   IDX30 507.3 (-6.33)   |   IDX80 137.13 (-2.24)   |   IDXBUMN20 404.453 (-7.79)   |   IDXESGL 139.923 (-1.71)   |   IDXG30 143.928 (-2.04)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-4.93)   |   IDXQ30 145.336 (-1.29)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-4.82)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-8.7)   |   IDXV30 137.088 (-3.6)   |   INFOBANK15 1041.31 (-1.87)   |   Investor33 435.377 (-3.85)   |   ISSI 184.679 (-3.13)   |   JII 634.506 (-12.53)   |   JII70 224.071 (-4.19)   |   KOMPAS100 1224.8 (-16.44)   |   LQ45 952.541 (-12.58)   |   MBX 1705.32 (-21.32)   |   MNC36 322.487 (-3.05)   |   PEFINDO25 325.966 (-3.53)   |   SMInfra18 310.375 (-6.77)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-3.26)   |  

Bangun Nasionalisme Papua Berbasis Kecintaan kepada Indonesia

Kamis, 10 September 2020 | 19:37 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Papua memerlukan paradigma baru berbasis etnografi, di mana proses pembangunan perlu memberi ruang terjadinya pertukaran nilai secara baik dan tidak memaksakan sebuah perubahan. Yang utama adalah membangun nasionalisme Papua berbasis kesadaran dan kecintaan kepada Indonesia dengan memahami pergulatan hidup orang Papua.

"Dengan demikian, nasionalisme ganda Papua mungkin tidak akan menjadi isu lagi," ujar penulis buku "Papua Road Map" Adriana Elisabeth dalam webinar bertema "Adakah Nasionalisme Ganda Orang Papua?” yang digelar Keluarga Alumni Universitas Cendrawasih (KAMI-UNCEN), Rabu (9/9/2020).

Seminar yang digelar secara daring itu juga menghadirkan dosen Uncen yang juga peneliti sejarah, Bernarda Meteray dan tokoh masyarakat Papua, Michael Menufandu.

Menurut Adriana, nasionalisme adalah sebuah living process, dinamis, dan ditentukan oleh konteks serta kepentingan yang saling berkorelasi. Disebutkan, nasionalisme Eropa banyak memengaruhi kesadaran kebangsaan di banyak negara, terutama sejak Masa Pencerahan pada abad ke-17 hingga ke-18.

Konsep nasionalisme tidak sederhana karena terdapat beberapa elemen pokok yang perlu dipahami, yaitu sistem kepercayaan, bangsa atau rakyat, kemerdekaan dan berdaulat atau kedaulatan. Dalam perjalanannya, nasionalisme tidak selalu mulus, namun kerap menghadapi ketidakstabilan, misalnya karena ancaman intoleransi, terutama di dalam konteks keberagaman suku, etnis dan agama, kemudian juga karena adanya konflik sosial atau gerakan pemisahan diri (seccesion) dan penentuan nasib sendiri (self-determination).

"Dalam konteks Papua, nasionalisme Indonesia seolah-olah berhadapan dengan etnonasionalisme Papua. Hal ini terjadi karena Indonesia masih menghadapi tantangan karena adanya gerakan separatis Papua," kata Adriana.

Sementara, bagi Papua, ujarnya, akar nasionalisme tumbuh karena pengalaman sejarah konflik, kekerasan, marjinalisasi ekonomi, dan diskriminasi rasial. Menguatnya nasionalisme Papua juga dipengaruhi dinamika global, di mana isu Papua semakin dikenal publik bukan hanya di dalam negeri, namun juga di luar negeri. Hal ini menjadikan konflik Papua sebagai salah satu jenis intra-strate conflict yang ada di dunia.

"Untuk mengatasi persoalan Papua, baik secara khusus mengenai nasioanalisme atau akar masalah yang telah ditulis di dalam buku 'Papua Road Map', 2009 (marjinalisasi dan diskriminasi, masalah pembangunan, kekerasan dan pelanggaran HAM, dan pro-kontra sejarah Papua), maka tidak ada acara yang instan dapat dilakukan, melainkan memerlukan proses perubahan sosial yang panjang," ujar Adriana.

Oleh karena itu, ujarnya, salah satu pendekatan damai yang dapat dilakukan adalah membangun negative peace, di mana tidak ada lagi konflik kekerasan. Bahkan, perbaikan komunikasi harus dilakukan dengan cara menghilangkan stigma terhadap orang Papua maupun terhadap Pemerintah Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dukung Konektivitas Logistik, Ditjen Hubdat Dorong Kolaborasi Antar Instansi

Ditjen Hubdat mendorong kolaborasi antar instansi dalam pelaksanaan kewajiban pelayanan publik angkutan barang dari dan ke wilayah 3TP.

NASIONAL | 10 September 2020

LP3ES: Waspadai Tingginya Kesenjangan Ekonomi dan Sosial

Indonesia masih menjadi salah satu negara yang memiliki rasio kesenjangan ekonomi dan sosial yang cukup tinggi.

NASIONAL | 10 September 2020

Jenderal Pergi di Tengah Pandemi, Kapolri: Saya Perintahkan WFH

Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, jika sehat diatas segala-galanya di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020

KPK Tahan Mantan Pejabat Subang Tersangka Gratifikasi

KPK menahan Heri Tantan Sumaryana, mantan Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Subang, Kamis (10/9/2020).

NASIONAL | 10 September 2020

PSBB Kembali Diterapkan, Kinerja KPK Tidak Terganggu

Pengusutan kasus korupsi terus berjalan, terutama terkait kasus-kasus yang tersangkanya telah ditahan karena waktu penahanan terus berjalan.

NASIONAL | 10 September 2020

Menantu Jokowi Ajak Lawannya Foto Bareng

Menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, mengajak lawannya pada Pilkada Kota Desember 2020 untuk foto bersama.

NASIONAL | 10 September 2020

PSBB Jakarta Buat Sultan HB X Khawatir

Berkaca pada pengalaman, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan saat DKI Jakarta melakukan PSBB terdapat peningkatan jumlah pemudik.

NASIONAL | 10 September 2020

Mendagri: Banyak Paslon Tidak Tahu Larangan Konvoi

Menurut Tito, waktu sosialisasi aturan yang melarang konvoi dan arak-arakan, sangat singkat.

NASIONAL | 10 September 2020

Abraham Liyanto: Sudah Waktunya NTT Diatur UU Tersendiri

Abraham berkeyakinan ketika NTT diatur dalam UU tersendiri, akan melahirkan pembangunan NTT yang menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi.

NASIONAL | 10 September 2020

Haornas, Menpora Berikan Penghargaan kepada Insan Olahraga

Menpora Zainudin Amali memberikan penghargaan Satya Lencana Dharma Olahraga kepada 34 orang dan 148 orang pelaku olahraga berpestrasi pada acara puncak Haornas.

NASIONAL | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS