Dirjen Dikti: Sinergi Pentahelix Jadi Kunci Membangun Ekosistem Reka Cipta
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dirjen Dikti: Sinergi Pentahelix Jadi Kunci Membangun Ekosistem Reka Cipta

Kamis, 10 September 2020 | 16:16 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Dirjen Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdikbud, Nizam mengatakan sinergi pentahelix merupakan kunci membangun ekosistem reka cipta untuk kemajuan bangsa Indonesia. Pasalnya, reka cipta hadir dalam bentuk sinergisitas sektor perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, masyarakat, dan media. Sinergi ini akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul, sekaligus menghasilkan inovasi dari perguruan tinggi untuk industri.

“Dengan membawa permasalahan industri ke kampus supaya perguruan tinggi dapat menyiapkan SDM yang cocok dengan industri atau sebaliknya industri bisa melihat apa yang ada di kampus untuk bisa dimanfaatkan oleh industri, baik itu SDM atau inovasi teknologi reka cipta yang dihasilkan. Itu menurut saya sangat perlu kita bangun bersama-sama, ekosistemnya,” ucap Nizam pada acara "BeritaSatu CEO Power Breakfast" bertajuk "Kolaborasi Industri dan Perguruan Tinggi Membangun Ekosistem Kampus Merdeka" di Hotel Arya Duta, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Acara ini dihadiri para CEO industri, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud Wikan Sakarinto, Sesditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani, Koordinator Tim Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti, Achmad Aditya, inovator perguruan tinggi, dan tim kerja akselerasi reka cipta Ditjen Dikti.

Menurutnya, pentahelix mendukung semangat Ditjen Dikti membangun kedaulatan Indonesia dalam teknologi, ekonomi, SDM, dan dalam mengelola hasil sumber daya alam (SDA). Untuk itu, diperlukan rasa saling percaya dari semua pihak untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa melalui kolaborasi menyiapkan lulusan maupun bereka cipta.

"Riset dosen berdasarkan problem nyata bukan khayalan. Demikian juga riset-riset mahasiswa sejalan dengan industri,” ucapnya.

Reka cipta, lanjut Nizam, merupakan implementasi program Kampus Merdeka, sekaligus mendorong peran dunia industri dalam mendukung para pereka cipta di perguruan tinggi melalui platform Kedai Reka. Platform ini hadir sebagai wadah untuk mempertemukan sekaligus menghubungkan perguruan tinggi dengan industri. Melalui platform Kedai Reka, tidak ada lagi batasan birokrasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. Artinya, mahasiswa, dosen, masyarakat umum, petani, dan elemen masyarakat lainnya, dapat berinteraksi dan melakukan sinergi. Dengan begitu, semua perguruan tinggi memiliki porsi yang sama dan tidak ada lagi perbedaan kampus swasta maupun negeri.

Kedai Reka
Mantan dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan selama ini sebetulnya telah ada inisiasi kerja sama antara dunia industri dengan perguruan tinggi. Kedai Reka akan menghubungkan semua titik dalam semangat Kampus Merdeka, yakni ingin membawa industri masuk ke kampus dan sebaliknya kampus masuk ke dunia industri dan saling berkontribusi satu sama lain.

“Jadi ada sinergi SDM yang unggul yang cocok dengan industri dan sebaliknya industri akan diwarnai oleh hasil-hasil dari kampus,” ucapnya.

Kolaborasi, lanjut Nizam, menjadi penting karena perguruan tinggi memiliki pusat inkubasi yang membutuhkan sinergisitas, sehingga terbangun start-up dari kampus. Sinergi pentahelix akan meningkatkan kualitas SDM. Pasalnya, dari berbagai forum diskusi dengan mitra industri, banyak mutiara di kampus yang bisa menjadi solusi bagi industri.

Pemerintah kini sedang membangun ekosistem melalui sinergi pentahelix karena tidak hanya menghasilkan inovasi, juga menyiapkan SDM. Setiap tahun perguruan tinggi dapat menghasilkan 1,7 juta lulusan, yaitu para sarjana, intelektual, dan profesional, yang membutuhkan lapangan kerja. Namun, dalam kondisi pandemi seperti saat ini lapangan pekerjaan yang tersedia tidak seluas pada kondisi normal.

Untuk itu, Nizam berharap lulusan perguruan tinggi dapat menjadi job creator melalui sinergi dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pembangunan desa. Saat ini, sekitar 95% UMKM berasal dari angkatan kerja lulusan perguruan tinggi.

"Prinsip inilah yang akan kita dorong dengan teman-teman CEO agar bisa memanfaatkan kampus sebagai pabrik sumber daya manusia dan pabrik inovasi yang bisa memberi jawaban kepada pihak industri," tuturnya.

Perguruan tinggi, lanjutnya, selain fokus meningkatkan peringkat untuk menjadi world class university (WCU), juga menjadi tulang punggung penggerak perekonomian di tingkat provinsi. Apalagi, Kemdikbud juga memiliki Ditjen Pendidikan Vokasi yang juga berkontribusi membangun kualitas SDM terampil untuk membangun daerah

"Kuncinya adalah sinergi pentahelix. Sinergi merupakan prinsip untuk kita bisa naik terus ke atas. Ibaratnya seperti garuda yang terbang. Paruhnya ini kita representasikan dengan perguruan tinggi yang kita fokuskan pada world class university. Sayapnya yang lebar, yaitu pendidikan yang menjadi tulang punggung penggerak ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia yang terampil dan siap membangun daerah. Kakinya siap mencengkeram untuk mengambil setiap peluang agar bisa maju ke depan," ujar Nizam

Tantangan
Sementara itu, Koordinator Tim Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti, Achmad Aditya menyatakan platform Kedai Reka merupakan upaya untuk memerdekakan kerja sama industri dan perguruan tinggi. Pasalnya, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dan industri saat ini adalah sejumlah peraturan yang menjadi kendala kolaborasi keduanya.

“Saat ini kita sudah berbicara dengan 1.000 kampus di Indonesia, mulai dari ujung Papua sampai ke Aceh. Kita sudah bicara juga dengan belasan industri dan beberapa kementerian. Dari situ kita melihat satu-satunya cara untuk membangun kerja sama yang efektif antara industri dan perguruan tinggi adalah membuka ruang komunikasi seluas-luasnya," katanya.

Platform Kedai Reka merupakan solusi untuk menjembatani dan menyamaratakan akses hubungan perguruan tinggi dan industri, sehingga seluruh perguruan tinggi di Indonesia akan mendapatkan kesempatan yang sama ke industri yang bisa memberi manfaat luas bagi industri dan masyarakat.

“Dengan adanya platform Kedai Reka ini, semua industri dapat melihat produk-produk reka cipta terbaik dari anak-anak Indonesia cerdas dan berlian yang menjawab langsung permasalahan di masyarakat yang ada di setiap pelosok. Tantangan ada di semua wilayah dan solusi-solusi harus hadir di semua wilayah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Deputy Chairman and Senior Advisor Lippo Group, Ginandjar Kartasasmita mengapresiasi semangat sinergisitas antara industri dan perguruan tinggi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa.

Ginandjar Kartasasmita.

Khusus untuk mendorong start-up, Ginanjar menyampaikan peran perbankan dan regulator. Bank seharusnya hadir dan mencari start-up untuk mendanainya seperti yang dilakukan di luar negeri. “Saya sependapat bagaimana kita mencari hambatan-hambatan. Bagaimana peranan institusi keuangan yang bisa membantu start-up,” ujarnya.

Kemudian, ada peran regulator yang membuat kebijakan untuk mendukung start-up. Ginandjar berharap Ditjen Dikti dapat memberi solusi atas persoalan yang ada dan juga mempercepat lahirnya produk-produk inovasi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dai Harus Pahami Ayat dan Wasiat Rasul dalam Berdakwah

Kalau di Indonesia, maka wajib mengikuti apa yang disepakati oleh para pendiri bangsa, yakni sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

NASIONAL | 10 September 2020

Disdik Balangan Kalsel Perjuangkan Pendirian Sekolah di Dusun Ambatunin

Minimnya akses jalan, telekomunikasi sampai sarana pendidikan membuat warga dusun ambatunin hidup dalam keterbatasan, termasuk sekolah untuk anak-anak.

NASIONAL | 10 September 2020

14 Tenaga Medis dan Karyawan RS Krakatau Medika Cilegon Positif Covid-19

Saat ini ke-14 tenaga medis dan karyawan yang terkonfirmasi positif Cood-19 melakukan isolasi mandiri guna mencegah penularan yang meluas.

NASIONAL | 10 September 2020

Hasil Rapid Test Para Staf Ati Marliati Semua Nonreaktif

Hasil rapid test terhadap Ajudan beserta staf dan juga sopir Wakil Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati, semuanya nonreaktif.

NASIONAL | 10 September 2020

PSBB di Kota Serang Dimulai 10 September, 8 Titik Pemeriksaan Dijaga Ketat

Akses keluar dan masuk kendaraan ke Kota Serang hingga operasional mal di ibu kota Provinsi Banten tersebut dibatasi.

NASIONAL | 10 September 2020

Cegah Protokol Kesehatan Dilanggar, Paslon Diwajibkan Tanda Tangan Pakta Integritas

Semua paslon yang bertarung di Pilkada Serentak 2020 akan menandatangani pakta integritas berisi setiap paslon wajib menaati protokol kesehatan.

NASIONAL | 10 September 2020

Pada Masa Pandemi, Inilah Seni Mendidik Anak dengan Hati

Ria Enes membagikan kiat cara mendidik anak dengan seni selama pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020

Kesadaran Bapaslon Pilkada Dibutuhkan Saat Kampanye

Bakal pasangan calon (bapaslon), partai pengusung, tim pemenangan maupun relawan, diingatkan supaya secara bersama-sama meningkatkan kesadaran bahaya Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020

I Gde Nala Antara Komitmen Melestarikan Bahasa Bali

I Gde Nala Antara bersama para ahli dan penggiat bahasa bekerja sama untuk melakukan pelestarian bahasa Bali.

NASIONAL | 10 September 2020

PSR Dinilai Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

Program PSR merupakan kemitraan yang di bangun antara perusahaan dengan koperasi yang menaungi petani kelapa sawit.

NASIONAL | 10 September 2020


TAG POPULER

# Larangan Berkerumun


# PPKM Mikro


# Covid-19


# Pembatasan Mobilitas


# Jokowi



TERKINI

HUT Jakarta, Ketua DPRD Minta Anies Ubah Nama Jalan Kebon Sirih Jadi Jalan Ali Sadikin

MEGAPOLITAN | 1 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS