Penguatan Ideologi Harus Terus Didorong untuk Tangkal Radikalisme
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penguatan Ideologi Harus Terus Didorong untuk Tangkal Radikalisme

Jumat, 11 September 2020 | 11:06 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Kelompok kebangsaan perlu mengembangkan literisasi untuk menumbuhkan semangat keberagaman di Indonesia. Upaya ini juga untuk mencegah paham radikalisme dalam generasi muda. Selain itu, eskploitasi agama untuk kepentingan politik harus tetap diwaspadai.

Demikian pula kebersamaan dalam membangun keberagaman, yang selama ini menjadi bagian kekayaan tradisi dan budaya di Indonesia, harus dibangkitkan kembali. Untuk mewujudkan ini bukan hanya tugas pemerintah dan elemen negara, peran serta tokoh dan pemuka agama juga dibutuhkan.

Demikian antara lain pemikiran yang terungkap dari acara webinar dengan mengusung thema "Gerakan Radikal & Krisis Identitas di tengah masyarakat Indonesia". Acara ini diprakarsai oleh Majelis Hikmah Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Medan, RE Nainggolan yang diikuti oleh Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo, dan anggota DPR RI, Maman Imanul Haq, Kamis (10/9/2020).

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi, Benny Susetyo mengungkapkan, bersikap radikal dalam menghayati agama bukan merupakan suati bentuk kesalahan. Sesuatu yang dinilai salah karena memanipulasi agama untuk kepentingan politik.

"Persoalan yang muncul belakanhan ini adalah memanipulasi agama untuk merebut kekuasaan politik dengan kekerasan dan memaksa orang lain. Untuk mengantisipasi masalah ini, penguatan ideologi sangat penting di masyarakat. Pancasila menjadi rasa kemanusiaan dan rasa kerakyatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Benny.

Webinar ini juga diikuti Ketum PGI Pusat Pdt Gomar Gultom, Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Syahrin Harahap, Ketum Permabudhi Philip K Wijaya dam Pembina Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rumah Persembahan Bambang Jonan.

Maman Imanul Haq mengatakan, adagium kebangsaan saat ini sudah dikerdilkan dengan konsepsi keagamaan yang puritan dengan pemaknaan yang kelewat berlebihan. Meski khilafah ada dalam Al-quran namun belakangan ini dimanfaatkan kelompok tertentu untuk merebut kekuasaan.

"Ada pihak yang membawa - bawa khilafah yang hanya bertujuan untuk merebut kekuasaan dengan cara yang inkonstitusional. Khilafah yang ingin menghilangkan Pancasila dari bumi Indonesia. Inilah yang dimaknai dan digerakkan oleh sebagian besar kaum puritan,’’ ujar Maman.

Maman Imanul Haq yang juga Koordinator KITA ini menambahkan, radikalisme tidak hanya monopoli satu agama, melainkan merebak ke seluruh penganut agama di dunia. Untuk di Indonesia, gerakan radikalisme merupakan reaksi atas sesuatu, yang tidak terima dengan kebijakan pemerintah.

Ketua Umum Persekutuan Gereja - gereja di Inodonesia, Gomar Gultom menyebutkan, di mata sebagian kelompok, menurut Gomar, demokrasi atau Pancasila, dianggap tidak menjanjikan masa depan. Pancasila dianggap sebagai slogan kaum kapitalis. Kemudian, kelompok ini mengeksploitasi masalah ini demi mendapatkan keuntungan.

Gomar mengutip hasil riset dari Sidney Jones yang merupakan pakar dan peneliti terorisme di Asia Tenggara dan penasihat senior dari International Crisis Group (ICG). Sidney, menurut Gomar, hasil riset yang diperolehnya atas kemunculan kaum radikalisme di Indonesia, bukan sekadar berkonteks agama melainkan reaksi atas radikalisme yang digerakkan kelompok lain.

“Tapi ada juga realitas di atas teks, yaitu situasi sosial, politik, dan ekonomi. Ketika realitas itu jauh dari yang diharapkan, maka cenderung mencari bunker perlindungan dan pembenaran. Bunker agama salah satunya,’’ tukas Gomar sambil menyebutkan, sekitar 40 persen dari penduduk Indonesia yang merupakan kategori usia 30-an tahun adalah kelompok tuna Pancasila.

"Sebagai besar minim hidup dalam keberagaman. Tuna Pancasila di satu sisi, kemiskinan dan ketimpangan. Jika negara abai maka bisa menjadi ruang paling subur bagi berkembangnya ideologi-ideologi alternatif, termasuk ideologi agama yang radikal. Bangsa ini haris ritin memgedukasi literisasi,’’ kata Gomar.

Majelis Hikmah KITA, RE Nainggolan menyampaikan, tujuan webinar untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan mencegah radikalisme di tengah masyarakat. Tujuan lainnya, untuk mendukung Presiden Joko Widodo dan pemerintahannya yang gencar melaksanakan berbagai program pembangunan.

"Saat ini, keragaman menjadi konsekuensi logis di Indonesia. Rasa kebersamaan mulai memudar dan terdegradasi oleh kepentingan politik pragmatis. Imajinasi kolektif mesti dihidupkan dan dirawat, dan senantiasa diperbarui secara bersama-sama. Keberagaman di Indonesia harus dipertahankan karena dinilai positif oleh seluruh negara,. Denyut jantung KITA adalah Indonesia," sebut RE Nasinggolan.

Pembina Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rumah Persembahan Bambang Jonan memyebutkan, ketika agama masuk dalam lingkaran politik, saat itu lah muncul radikalisme. Di sejumlah negara, seperti Singapura dan AS, mulai memikirkan untuk memisahkan agama dari konteks politik. Sehingga agama dikembalikan ke ruang yang sebenarnya, yaitu hubungan pribadi antar penganutnya dengan Tuhan. ‘

’Hal lain yang saya soroti adalah radikalisme dan intolerasi muncul dari pembangunan rumah-rumah ibadah. Maka saat sepeti inilah tokoh-tokoh kebangsaan seperti Kang Maman (Maman Imannul Haq) dan pemerintah perlu mencarikan solusi untuk mengatasi masalah radikalisme di Indonesoa,’’ ujar Bambang.

Menurut Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Syahrin Harahap, saat ini perlu dihidupkan budaya tanding untuk melawan radikalisme. Budaya tanding itu adalah memaknai agama sebagai nilai-nilai humanisme. Mereka yang mencintai agama sesuai keyakinannya, adalah mereka yang juga mencintai kemanusiaan, menghargai manusia dengan seluruh perbedaannya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bareskrim Gelar Perkara Skandal Djoko Tjandra di Hadapan Pimpinan KPK

Gelar perkara bersama Bareskrim dilakukan pada pagi hari, sementara bersama Kejagung pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB.

NASIONAL | 11 September 2020

Saniter dan KCI Galang Inisiatif #IndonesiaTerlindungi

Godrej Indonesia dan PT KCI sediakan total 17.130 unit hand sanitizer Saniter yang tersebar di delapan stasiun kereta commuter line.

NASIONAL | 11 September 2020

Satgas Covid-19 Sebut 45 Kabupaten/Kota Gelar Pilkada Masuk Zona Merah

Sebanyak 45 kabupaten/kota dari 309 kabupaten/kota yang menggelar pilkada pada 9 Desember 2020, berada di zona merah atau risiko tinggi Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020

Sentuhan Penghijauan di Waduk Logung dan Desa Kandang Mas

Waduk Logung dan Desa Kandang Mas yang mendapat sentuhan penghijauan.

NASIONAL | 10 September 2020

Ini Implementasi Protokol Kesehatan Ketat pada Daerah Penyelenggara Pilkada

Menjelang Pilkada 2020, Satgas Covid-19 meminta pemda memperketat aktivitas politik di daerahnya yang melibatkan massa.

NASIONAL | 10 September 2020

Grundfos Foundation Serahkan Donasi APD untuk Dua RS Rujukan Covid-19 di Jakarta

Penyaluran bantuan APD seiring bertambahnya kasus Covid-19, juga untuk menunjukkan kepedulian akan keselamatan dan keamanan para tenaga kesehatan.

NASIONAL | 10 September 2020

Dirjen Dikti: Sinergi Pentahelix Jadi Kunci Membangun Ekosistem Reka Cipta

Platform Kedai Reka merupakan upaya untuk memerdekakan kerja sama industri dan perguruan tinggi.

NASIONAL | 10 September 2020

Dai Harus Pahami Ayat dan Wasiat Rasul dalam Berdakwah

Kalau di Indonesia, maka wajib mengikuti apa yang disepakati oleh para pendiri bangsa, yakni sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

NASIONAL | 10 September 2020

Disdik Balangan Kalsel Perjuangkan Pendirian Sekolah di Dusun Ambatunin

Minimnya akses jalan, telekomunikasi sampai sarana pendidikan membuat warga dusun ambatunin hidup dalam keterbatasan, termasuk sekolah untuk anak-anak.

NASIONAL | 10 September 2020

14 Tenaga Medis dan Karyawan RS Krakatau Medika Cilegon Positif Covid-19

Saat ini ke-14 tenaga medis dan karyawan yang terkonfirmasi positif Cood-19 melakukan isolasi mandiri guna mencegah penularan yang meluas.

NASIONAL | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS