Dugaan Penipuan, Jebolan Indonesian Idol 2012 Ditangkap
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-1.54)   |   COMPOSITE 6307.13 (-48.56)   |   DBX 1215.21 (-5.42)   |   I-GRADE 185.638 (-0.44)   |   IDX30 533.814 (-2.1)   |   IDX80 142.76 (-0.73)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.99)   |   IDXESGL 147.067 (-0.47)   |   IDXG30 144.927 (0.21)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.43)   |   IDXQ30 151.508 (0.19)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-2.83)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.26)   |   IDXV30 144.532 (-2.19)   |   INFOBANK15 1076.36 (2.19)   |   Investor33 457.615 (-2.19)   |   ISSI 184.91 (-1.68)   |   JII 650.972 (-4.67)   |   JII70 227.363 (-1.7)   |   KOMPAS100 1270.4 (-8.29)   |   LQ45 991.58 (-3.63)   |   MBX 1739.82 (-14.27)   |   MNC36 337.819 (-1.76)   |   PEFINDO25 325.262 (6.76)   |   SMInfra18 322.474 (-5.58)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.01)   |  

Dugaan Penipuan, Jebolan Indonesian Idol 2012 Ditangkap

Jumat, 11 September 2020 | 16:12 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / CAH

Medan, Beritasatu.com -Jebolan Indonesia Idol 2012, Ayla Zumella ditangkap polisi atas kasus dugaan penipuan dengan modus arisan online. Penangkapan dilakukan polisi terhadap Ayla di kawasan Jalan Garu III, Kecamatan Medan Amplas.

Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, Ayla Zumella sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik sudah melakukan penahanan untuk mempermudah proses pemeriksaan atas kasus yang sedang ditangani.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, ada sebanyak 5 laporan pengaduan dari orang yang merasa dirugikan. Selain di Polsek Percut Sei Tuan, ada korban lain membuat pengaduan ke Polrestabes Medan dan polsek lainnya," ujar Ricky, Jumat (11/9/2020).

Disebutkan, penanganan kasus dugaan penipuan itu berdasarkan pengaduan member Ayla bernama Herman Rumapea. Korban mengaku mengalami kerugian dari uang investasi yang diserahkan kepada Ayla sebesar Rp 120 juta.

"Kita juga menerima laporan yang sudah terkonfirmasi dari Polrestabes Medan, yang mana ada 5 orang korban lainnya. Kerugian para korban ini juga mencapai ratusan juta rupiah," ungkapnya.

Kelima korban dugaan penipuan Ayla ini masing-masing, Firza (27) warga Kecamatan Medan Area, Tiara Riza (29) warga Kecamatan Medan Helvetia, Tiwi (24) warga Kecamatan Medan Sunggal, Tia (25) warga Kecamatan Medan Sunggal dan Siti (27) warga Kecamatan Medan Barat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Guru Besar UI: Revisi UU Kejaksaan Mampu Cegah Aparat Penegak Hukum Jadi Alat Politik

Sesuai harapan masyarakat, revisi RUU Kejaksaan ini bertujuan untuk lebih melayani para pencari keadillan, melindungi dan menjaga demokrasi.

NASIONAL | 11 September 2020

Klaster Keluarga dan Perkantoran di Sumut Didominasi OTG

Meski terpapar virus corona namun kondisinya masih stabil, seperti orang sehat pada umumnya.

NASIONAL | 11 September 2020

KPK Indikasikan Belum Berencana Ambil Alih Kasus Red Notice Joko Tjandra

KPK belum berencana mengambil alih penanganan kasus dugaan suap hapusnya nama Djoko Tjandra dalam red notice Interpol.

NASIONAL | 11 September 2020

Ada Siswa Naik Angkot untuk Uji Coba Sekolah, Ganjar Minta Disdik Evaluasi

Padahal, uji coba sekolah tatap muka, hanya diperuntukkan untuk siswa yang berangkat pakai kendaraan sendiri atau diantar orang tua.

NASIONAL | 11 September 2020

Pilkada 2020, Polda Sumut Petakan Daerah Rawan Konflik

Polda Sumut juga menyiapkan pasukan cadangan mengantisipasi terjadinya konflik selama penyelenggaraan pilkada 2020.

NASIONAL | 11 September 2020

18 orang Terpapar Covid-19 dari Klaster Rumah Makan di Semarang

Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 langsung diisolasi di rumah dinas wali kota Semarang.

NASIONAL | 11 September 2020

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Sebanyak 23 Hari

Total libur nasional dan cuti bersama di 2021 menjadi 23 hari.

NASIONAL | 11 September 2020

Polri Siap Kawal Operasi Pendisplinan Protokol Covid-19

Polri bersama TNI, Satpol PP, kejaksaan serta hakim akan turun mengawal operasi pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 11 September 2020

Senin Depan, Calon Guru Penggerak Ikuti Seleksi Wawancara

Seleksi wawancara calon guru penggerak akan dilaksanakan pada 14 September hingga 26 September mendatang.

NASIONAL | 11 September 2020

KPK Nilai Bareskrim Belum Ungkap Tujuan Djoko Tjandra Suap Napoleon Bonaparte

KPK menilai Bareskrim belum mengungkap lebih jauh mengenai motif Djoko Tjandra menyuap Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter.

NASIONAL | 11 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS