Kejagung Telusuri Oknum yang Dicatut dalam Kasus Pelecehan Seksual di Cianjur
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kejagung Telusuri Oknum yang Dicatut dalam Kasus Pelecehan Seksual di Cianjur

Minggu, 13 September 2020 | 14:16 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan bakal menelusuri informasi adanya nama oknum pejabat Kejagung yang digunakan pihak tertentu untuk menekan penanganan kasus pelecehan seksual anak di bawah umur di Karang Tengah, Cianjur, Jawa Barat. Kejagung juga akan menelusuri kebenaran informasi pencatutan nama oknum tersebut.

“Terima kasih informasinya. Hal ini akan kami telusuri siapa oknum Kejagung yang disebut-sebut apa benar atau tidak. Silakan untuk konfirmasi dulu kepada Kajari Cianjur,” kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2020).

Hari mempersilakan pihak keluarga korban maupun pihak lainnya yang dirugikan atas kasus ini untuk menempuh jalur hukum. “Untuk permasalahan yang diberitakan silakan pihak yang dirugikan atau korban menempuh jalur hukum sesuai ketentuan,” kata Hari.

Seperti diberitakan, seorang anak laki-laki berinisial RTH (7) mengaku dicabuli oleh teman sepermainnya berinisial RP (11), di kawasan Karang Tengah, Cianjur. Terungkapnya kasus ini bermula pada 7 Juli 2020, saat orangtua korban berkonsultasi dengan psikiater usai melihat kejanggalan perilaku anak mereka. Kecurigaan orangtua semakin bertambah saat dilakukan pemeriksaan medis.

“Dari hasil analisis yang dilakukan oleh psikiater tersebut yang didukung dengan pemeriksaan medis ditemukan cucu saya menjadi korban pencabulan. Korban mengaku menjadi korban temannya sendiri yang juga merupakan tetangga dekatnya berinsial RP yang masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar,” kata Aan, nenek korban saat dikonfirmasi awak media, Minggu (13/9/2020).

Tak terima dengan kejadian yang dialami putra mereka, orangtua korban mengajak orangtua pelaku yang merupakan tetangga untuk bermusyawarah yang dimediasi oleh tokoh masyarakat dan anggota kepolisian setempat. Lantaran menganggap akan menjadi aib keluarga, kedua pihak menyepakati kasus ini tidak dibawa ke ranah hukum dengan sejumlah syarat.

Beberapa syarat itu, yakni orangtua pelaku mengakui kesalahan putra mereka dan meminta maaf secara tulus kepada keluarga korban dan masyarakat serta menanggung biaya pengobatan korban. Selain itu, kedua pihak sepakat tidak memperpanjang kasus dengan tidak lagi membahas ataupun menggibah.

“Syarat terakhir, jika ada yang melanggar maka bersedia untuk dilaporkan kepihak berwajib,” katanya.

Namun, kesepakatan tersebut hanya bertahan beberapa hari. Ibu pelaku justru memposting gambar dan tulisan ke grup Whatsapp warga yang bernada mengungkit persoalan ini.

“Dia mem-posting hewan sedang sodomi dan menulis 'sodomi, eh maaf keceplosan',” ungkap Aan.

Tak hanya itu, orangtua pelaku pun melaporkan keluarga korban ke Polres Cianjur atas tuduhan penghinaan atas pernyataan saat mediasi berlangsung. Keluarga korban semakin tertekan lantaran anggota polisi dan ketua RT setempat yang sebelumnnya menjadi penengah saat mediasi justru berpihak pada keluarga pelaku dan memberikan kesaksian yang memberatkan keluarga korban.

“Anehnya anggota polisi dan ketua RT bersedia menjadi saksi yang memberatkan orangtua korban,” ungkapnya.

Ayah pelaku, bahkan mengaku memiliki saudara bernama Uus yang menjadi sopir pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung). Hubungan Uus dengan pejabat Kejagung ini dipergunakan orangtua pelaku untuk mengintimidasi keluarga korban dan aparat kepolisian yang menangani kasus ini.

“Beberapa kali orangtua pelaku mengatakan kepada warga bahwa mereka memiliki perlindungan alias backing-an dari Kejaksaan Agung melalui Uus,” ungkapnya.

Dituturkan Aan, bermodal nama pejabat Kejagung, Uus bahkan mengacam pihak Polres Cianjur akan memutasi pejabat kepolisian setempat jika terus mengusut kasus pencabulan yang dialami RTH. Di sisi lain, Uus mendesak Polres Cianjur melanjutkan kasus dugaan penghinaan dengan terlapor orangtua korban.

“Uus mendatangi Polres Cianjur minta agar kasus pencabulan dengan pelaku RP dihentikan. Sebagai gantinya meminta agar keluarga korban dikenakan sanksi atas tindakan penghinaan,” katanya.

Aan menuturkan, kasus dugaan pencabulan ini membuat cucunya mengalami depresi. Bahkan, korban dirisak dan dikucilkan warga sekitar atas hasutan keluarga pelaku.

“Saat ini kondisi korban semakin terdesak, cacian dan hinaan berulangkali didapatkan dari warga sekitar yang sudah dihasut oleh pihak keluarga pelaku,” ungkapnya.

Atas kondisi ini, Aan berharap kasus pencabulan yang dialami cucunya diusut tuntas aparat penegak hukum dan pelakunya diadili sesuai peraturan perundang-undangan. Selain itu, keluarga korban juga berharap mendapat perlindungan hakim atas intimidasi dan ancaman yang dilancarkan keluarga pelaku maupun pihak lainnya.

“Kami berharap kasus ini menjadi cerminan bagi pemerintah dalam menertibkan serta menghukum tegas oknum-oknum aparat yang melindungi pelaku pencabulan,” harapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

14.000 Personel Polisi Amankan Pilkada Jateng

Sedikitnya 14.000 personil kepolisian ditambah TNI dan unsur masyarakat, akan dikerahkan Polda Jawa Tengah (Jateng) untuk mengamankan pelaksanaan pilkada.

NASIONAL | 13 September 2020

Razia Masker di Semarang, 724 Warga Ditindak

Kesadaran warga mengenakan masker dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Semarang masih rendah.

NASIONAL | 13 September 2020

Perawatan Pasien Covid-19, Ganjar: Kapasitas Tempat Tidur di Ruang Isolasi Masih Aman

Menurut Ganjar, pihaknya juga menyiagakan Rumah Sakit Bung Karno Solo untuk jadi tempat khusus perawatan pasien Covid-19 di Jateng.

NASIONAL | 13 September 2020

Jakarta Terapkan PSBB, Ganjar Pranowo Siapkan Antisipasi

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menyiapkan sejumlah antisipasi apabila DKI Jakarta kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

NASIONAL | 13 September 2020

Esa Unggul dan InsCinema Teken Kerja Sama Pelatihan Media Kreatif

Mahasiswa Fikom Esa Unggul akan mengikuti workshop langsung dari praktisi-praktisi bersertifikat, lalu mengikuti uji kompetensi dari LSP InCinema.

NASIONAL | 13 September 2020

Eduard Depari: ATVI Lahirkan Profesional Penyiaran melalui Pendidikan Vokasi

Eduar Depari menjelaskan, sebagai akademi vokasi, ATVI akan berusaha agar nilai tambah yang dimilikinya.

NASIONAL | 13 September 2020

Kepala Inspektorat Pemkot Denpasar Meninggal Terpapar Covid-19

Almarhum IB Gede Sidharta yang tinggal di Perum Gren Kori, Desa Ubung Kaja Denpasar, awalnya mengalami sesak nafas.

NASIONAL | 13 September 2020

Gugus Tugas Sumut Ajak Seluruh Bapaslon Kepala Daerah Bersatu Hadapi Covid-19

Protokol kesehatan harus menjadi prioritas untuk diterapkan.

NASIONAL | 13 September 2020

Pilkada Medan, Pemilih Perempuan Lebih Banyak dari Laki-laki

Berdasarkan 1.614.615 pemilih tersebut, pemilih dari perempuan lebih banyak dengan jumlah 825.903 orang, sementara laki-laki 788.712 orang pemilih.

NASIONAL | 13 September 2020

Oknum Dosen Untad Kepergok Hadiri Deklarasi Bakal Pasangan Calon Gubernur Sulteng

Kasus tersebut, kata Ruslan Husen, sudah diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta, pada Jumat, 11 September 2020 untuk diproses.

NASIONAL | 13 September 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS