Soal Rekrut Preman, Ini Kata Wakapolri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Soal Rekrut Preman, Ini Kata Wakapolri

Minggu, 13 September 2020 | 21:18 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan tidak ada maksud untuk merekrut preman pasar dalam menegakkan disiplin mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19. Yang ada yakni melakukan kegiatan membangun kesadaran kolektif komunitas.

“Denda saja (dari pelanggar) sudah Rp 4 miliar lebih. Kemudian dikenakan sanksi sosial. Tapi kan tetap angka Covid-19 ini terus meningkat,” kata Gatot.

Sudah tentu untuk itu Polri perlu mengambil langkah-langkah yang harus dklakukan. Langkah yang pertama adalah akan melakukan operasi yustisi secara masif yang akan dilakukan secara terus-menerus di seluruh Indonesia.

“Sehingga menimbulkan satu dampak yang besar. Yang kedua, melakukan kegiatan yang namanya membangun kesadaran kolektif komunitas. Bagaimana membangun kesadaran kolektif komunitas? Di dalam kepolisian ada namanya konsep community policing,” lanjut Gatot.

Maksudnya jika ada satu masalah, ada dua komponen yang bisa dilakukan di sana. Yang pertama kemitraan, yang kedua adalah problem solving atau memecahkan masalah.

“Nah kita tahu di masyarakat kita banyak komunitas-komunitas. Seperti komunitas perkantoran. Di sini kita membangun kedisiplinan dari pemilik gedung dan petugas-petugas keamanannya. Komunitas lain, komunitas di pasar,” urainya.

Ada pasar modern seperti di mal, pasar yang punya pemerintah kemudian pasar yang informal. Jadi di sini Polri memberdayakan tokoh formal maupun tokoh-tokoh informal. Tokoh-tokoh informal di pasar itu ada yang mengatakan sebagai kepala keamanan, ada yang mandor, ada yang mengatakan preman.

“Itu istilahnya. Jadi bukan kita merekrut (preman). Jadi di komunitas itulah nanti, yang mereka sudah saling kenal, biasanya mereka tidak melakukan pendekatan disiplin seperti yang dilakukan oleh aparat, Satpol PP yang didampingi oleh Polri dan TNI,” tambahnya.

Tugas mereka menyampaikan kalau tak pakai masker, ayo pakai masker. Kalau tak jaga jarak, ya jaga jarak. Karena kalau dalam komunitas itu lebih mudah. Contoh, ada komunitas ojek pangkalan. Di situ ada ketua ojeknya mungkin, siapa yang mereka anggap pemimpin, dialah yang nanti mengingatkan teman-temannya untuk menjaga jarak dan memakai masker.

“Jadi tidak ada rencana kita merekrut preman terus kita taruh di pasar-pasar, tidak ada. Jadi kita merangkul semua siapapun yang mau menyosialisasikan, siapapun yang mau mengajak untuk kita menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, saya kira akan kita rangkul semua,” tegasnya.

Tetapi mereka juga tidak akan melakukan penindakan dan denda. Mereka hanya membangun kesadaran kolektif komunitas yang akan lebih mudah.

“Sehingga jangan sampai nanti salah pengertian seperti kita akan merekrut preman-preman untuk ditaruh di pasar. Nah ini nanti menimbulkan konflik baru dan sebagainya. Tidak. Ini mereka-mereka tetap di lingkungan mereka sendiri, mereka saling kenal dan tugasnya mengingatkan saja dan dengan cara-cara yang humanis dan persuasif,” sambung Gatot.

"Lebih baik kalau memang ada, untuk memberikan kebanggaan mereka mereka bisa diberikan rompi."

Ucapan Gatot tentang memberdayakan jeger pasar untuk membantu pengawasan dan mendisiplinkan masyarakarat pada protokol kesehatan memang berbuah jadi kontroversi.

Kalimat Gatot itu adalah, “Kita juga berharap penegak disiplin internal di klaster pasar, di situ kan ada jeger-jeger-nya di pasar, kita jadikan penegak disiplin," kata Gatot di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (10/9/2020).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

Nadiem: Lebih dari 100.000 Sekolah Telah Gelar PTM Terbatas

Nadiem Anwar Makarim mengatakan, lebih dari 100.000 sekolah di Indonesia sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas

NASIONAL | 18 September 2021

Polisi di Mandailing Natal Dipukul 2 Pengedar Ganja

Kedua tersangka itu juga mencoba merampas senjata petugas tersebut.

NASIONAL | 18 September 2021

Polresta Denpasar Tahan Selebgram Atas Dugaan Pornografi

Polresta Denpasar, Bali menahan seorang selebgram berinisial RR atas dugaan kasus pornografi yang dilakukannya melalui salah satu aplikasi Mango.

NASIONAL | 18 September 2021

Bocah Kebon dari Deli Kupas Perjalanan Hidup Hakim Agung Supandi

Peluncuran buku perjalanan hidup Hakim Agung Prof Supandi, "Bocah Kebon dari Deli" yang digelar Jumat (17/9/2021) berlangsung meriah.

NASIONAL | 18 September 2021

Yayasan Al Muslim Luncurkan STMIK Al Muslim⁣ ⁣

Yayasan Al Muslim mengembangkan sayap melakukan perubahannya menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Al Muslim

NASIONAL | 18 September 2021

Ini Rekam Jejak Pimpinan MIT Poso Ali Kalora

Pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora bersama anggotanya Jaka Ramadhan tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Madago Raya

NASIONAL | 18 September 2021

Mabes Polri Terima Laporan Tewasnya Pimpinan Teroris Ali Kalora

Mabes Polri telah menerima informasi tewasnya pimpinan teroris Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Kabupaten Parigi.

NASIONAL | 18 September 2021

Dewan Pengawas KPK Tolak Laporkan Lili Pintauli Secara Pidana

Dewan Pengawas (Dewas) KPK menolak untuk melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara pidana atas pelanggaran kode etik yang dilakukannya.

NASIONAL | 18 September 2021

BNPT Kutuk Serangan KKB Terhadap Nakes di Papua

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengutuk keras serangan KKB Papua pimpinan Lamek Taplo terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Papua.

NASIONAL | 18 September 2021

Diduga Aniaya M Kece, Ini Jejak Irjen Napoleon Bonaparte di Skandal Djoko Tjandra

Nama Irjen Napoleon, terdakwa perkara suap skandal Djoko Tjandra kembali mencuat lantaran diduga menganiaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri.

NASIONAL | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Danone dan Kemdikbudristek Perluas Akses Pendidikan Anak

Danone dan Kemdikbudristek Perluas Akses Pendidikan Anak

NASIONAL | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings