Kasus Jiwasraya, Direktur Maxima Bantah Kendalikan 13 MI
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Kasus Jiwasraya, Direktur Maxima Bantah Kendalikan 13 MI

Selasa, 15 September 2020 | 09:52 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto (JHT) membantah mengatur dan mengendalikan 13 Manajer Investasi (MI) untuk melakukan pembelian saham PT Asuransi Jiwasraya. Hal ini disampaikan Joko saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/9/2020).

Joko mengklaim tak mungkin mengendalikan Manajer Investasi seperti yang dituduhkan Jaksa Penuntut Umum dalam surat dakwaannya lantaran profesi tersebut independen dan sulit dipengaruhi oleh siapa pun. “Sekilas, kalau bukan karena dakwaan, itu sebuah pujian. Tetapi karena ini dakwaan maka saya tegaskan, hampir tidak mungkin saya mengendalikan 13 MI itu,” kata Joko Hartono Tirto dalam kesaksiannya di persidangan.

Diketahui, dalam surat dakwaan Jaksa disebutkan, Joko bersama Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dan Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro didakwa mengatur dan mengendalikan 13 perusahaan manajemen investasi untuk membeli saham PT Asuransi Jiwasraya. 13 perusahaan yang disebut dalam dakwaan, yakni PT Dhanawibawa Manajemen Investasi/PT Pan Arcadia Capital (DMI/PAC), PT OSO Manajemen Investasi (OMI), PT Pinnacle Persada Investama (PPI), PT Millenium Danatama Indonesia/PT Millenium Capital Management (MDI/MCM), PT Prospera Asset Management (PAM). Kemudian PT MNC Asset Management (MNCAM), PT Maybank Asset Management (MAM), PT GAP Capital (GAPC), PT Jasa Capital Asset Management (JCAM), PT Pool Advista Asset Management (PAAA), PT Corfina Capital (CC), PT Treasure Fund Investama Indonesia (TFII), dan PT Sinarmas Asset Management (SAM).

Namun Joko Hartono Tirto menegaskan, tidak mungkin bisa mengatur MI. Apalagi, dari ke 13 MI itu, ada sejumlah nama besar seperti PT Sinarmas Asset Management (SAM), Maybank, PT MNC Asset Management (MNCAM dan PT OSO Manajemen Investasi (OMI). “Saya pemegang saham pun bukan. Kenal sama orangnya pun tidak. Bagaimana saya mengendalikan mereka. Kalau saya pemegang sahamnya, atasannya atau direksinya, saya memegang wewenang dan kendali ya, mungkin saja bisa mengendalikan mereka. Namun, saya bukanlah siapa-siapa,” tegasnya.

Joko menyebut mengendalikan satu MI saja susah, apalagi 13 MI. Untuk itu, Joko menegaskan, dakwaan JPU sulit diterima akal sehat. “Lah, ini dituduh mengendalikan 13 MI. Itu juga sudah benar mikirnya. Bagaimana caranya,” tuturnya.

Joko kembali menegaskan tuduhan mengendalikan MI tidak masuk akal. Sebab, profesi MI itu independen yang tunduk pada ketentuan OJK. Joko pun heran dengan tuduhan Jaksa yang menyebutnya mengendalikan saham di bursa. “Misalnya, saya disebutkan mengarahkan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang merupakan BUMN. Bagaimana mungkin saya mengendalikan perusahaan ANTM yang sangat besar ini. Sahamnya juga dengan market kapitalisasi sekitar Rp 10 hingga 12 triliun. Manajemennya nggak kenal. Bagaimana saya mengendalikannya,” jelasnya.

Selain ANTM, Joko Hartono mengaku didakwa mengendalikan saham Telkom, Bank Mandiri dan sejumlah bank papan atas lainnya. “Kalau saya yang mengendalikan, saya jadi konglomerat yang bisa kemana-mana. Saya juga bingung dengan isi dakwaan,” tegasnya.

Senada dengan Joko, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat mengaku tidak mengenal satu pun dari 13 MI yang tercantum dalam surat dakwaan Jaksa. Dari sejumlah MI yang dihadikan sebagai saksi, Heru mengaku tidak pernah bertemu dalam 10 tahun terakhir. “Dakwaannya, tidak hanya mengendalikan 13 MI, tetapi juga mengendalikan Jiwasraya. Dari 13 MI itu, kenal saya nggak? Terus mengendalikannya pakai apa? Apa pakai telepati? Kan nggak mungkin,” jelasnya.

Dikatakan, MI merupakan profesi independen yang tunduk pada aturan dan ijin yang dikeluarkan oleh OJK. Untuk itu, sulit untuk mempengaruhi MI. “Mereka ini ibarat dokter jantung. Mereka tunduk pada aturan profesi. Saya misalnya menjadi pasien lalu datang ke dokter agar disuntik mati. Pasti dokternya nggak mau,” katanya.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat serta empat terdakwa lainnya melakukan korupsi terkait pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya. Atas perbuatan Benny dan Heru bersama empat terdakwa lain, keuangan negara menderita kerugian hingga sebesar Rp 16,8 triliun berdasarkan audit BPK tanggal 9 Maret 2020.

Empat terdakwa lain perkara ini dengan surat dakwaan terpisah, yaitu, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan eks Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Jaksa membeberkan, Benny Tjokro melakukan kesepakatan bersama dengan petinggi PT Asuransi Jiwasraya untuk melakukan transaksi penempatan saham dan reksa dana perusahaan asuransi tersebut. Kesepakatan itu dilakukan dengan tidak transparan dan akuntabel.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Klaster Pilkada, Ini Saran dari M. Qodari

UU Pilkada masih mengatur pelaksanaan pilkada dengan kondisi tanpa adanya pandemi, tanpa adanya bencana alam seperti saat ini.

NASIONAL | 17 September 2020

Uji Klinis Vaksin, Gubernur dan Forkopimda Jabar Jalani Penyuntikan Kedua

Kunjungan ini ketiga dari lima kunjungan. Kunjungan ketiga ini juga puncak, penyuntikan dosis terakhir dari percobaan vaksin Covid-19

NASIONAL | 14 September 2020

Operasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Bengkulu Libatkan 816 Anggota TNI

Tegakkan Protokol kesehatan di Bengkulu libatkan TNI.

NASIONAL | 15 September 2020

Pemkot Bogor Menjaring 718 Pelanggar Protokol Kesehatan dan Kumpulkan Rp 32 Juta

Pemkot Bogor telah menjaring 718 pelanggar protokol kesehatan.

NASIONAL | 15 September 2020

Cegah Kerumunan, Pemkot Bogor Larang Aktivitas Seputar Istana Bogor

Pemkot Bogor melarang bentuk aktivitas di jalur pedestrian sekitar Kebun Raya Bogor dan komplek Istana Bogor.

NASIONAL | 15 September 2020

Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores Gelar Pelatihan Hidroponik

Pariwisata Labuan Bajo kini berkembang menjadi pintu masuk pembangunan ekonomi masyarakat.

NASIONAL | 15 September 2020

Hakim Dilibatkan Sidang Pelanggar Protokol Kesehatan

Kerja sama ini dibutuhkan untuk mencegah dan mendisiplinkan masyarakat.

NASIONAL | 15 September 2020

Cetak SDM Berkualitas, Dosen Kalbis Institute Raih Gelar Profesor

Komitmen untuk menghasilkan SDM yang berkualitas ditunjukkan oleh Kalbis Institute dimana salah satu dosennya telah meraih gelar profesor.

NASIONAL | 14 September 2020

Terjaring Razia Masker, Seorang Warga Medan Marah-marah di Depan Kapolda Sumut

Seorang pria marah-marah karena terjaring petugas gabungan saat menggelar operasi yustisi di Jalan Balai Kota kawasan Lapangan Merdeka Medan, Senin (14/8/2020)

NASIONAL | 15 September 2020

Gelar Konferensi Internasional, UMB Meneropong dan Menerobos Masa Depan

Melalui konferensi internasional dengan fokus ilmu sosial dan ilmu rekayasa, Universitas Mercu Buana (UMB) meneropong dan menerobos masa depan

NASIONAL | 14 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS