Rektor Unhan: Pengembangan Teknologi Roket Tumbuhkan Kebanggaan Nasional
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rektor Unhan: Pengembangan Teknologi Roket Tumbuhkan Kebanggaan Nasional

Selasa, 22 September 2020 | 14:15 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia perlu untuk terus mengembangkan teknologi roket, baik untuk kepentingan pertahanan nasional, perekonomian, pengembangan teknologi informasi, serta kepentingan lain. Apalagi, negara yang menguasai teknologi roket akan disegani oleh negara lain di dunia.

Hal itu dikatakan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya (Laksdya) Amarulla Octavian saat menjadi pembicara utama dalam webinar bertema teknologi roket yang digelar di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Narasumber lain yang hadir, antara lain Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin.

Dalam paparannya yang bertajuk "Roket sebagai Alutista untuk Meningkatkan Sistem Pertahanan Negara", Laksdya Octavian membahas soal sistem pertahanan negara, 7 prioritas teknologi pertahanan, teknologi alutsista roket, roket untuk sistem pertahanan negara, dan perkembangan teknologi roket.

"Roket merupakan teknologi yang masih terus dikembangkan, yang mana perkembangannya ditujukan untuk membangun suatu kekuatan nasional. Negara yang mampu menguasai teknologi roket tentunya akan disegani oleh negara lain di dunia," ujar Rektor Unhan.

Dikatakan, teknologi roket yang dipunyai suatu negara menjadikan negara tersebut memiliki tingkat kemandirian dalam peluncuran satelit, baik untuk keperluan sipil dan terlebih lagi untuk kepentingan pertahanan negara. Dengan terus dilakukannya pengembangan teknologi roket, tentu saja akan berdampak dan bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan, tidak hanya pada ranah pertahanan.

Rektor Unhan juga memaparkan tentang urgensi penguasaan teknologi roket, yang menurutnya merupakan salah satu sistem yang tepat dalam pelaksanaan pemantauan wilayah Indonesia. Apalagi, ujar Octavian, secara geografis wilayah Indonesia terdiri atas kepulauan-kepulauan.

"Pemantauan yang diperlukan tidak hanya digunakan untuk keperluan militer, namun dalam berbagai aspek kehidupan lain, seperti iklim, pemantauan sumber daya alam, dan yang lainnya," ujar Laksdya Octavian.

Dari sisi isu-isu strategi nasional, teknologi roket juga dapat membantu persoalan di Laut China Selatan serta kebutuhan penguasaan teknologi frontier secara nasional. "Dan yang tak kalah penting, teknologi roket akan melahirkan kebanggaan nasional, pemenuhan minimum essential forces, efisiensi biaya peluncuran satelit mikro secara nasional, serta pemenuhan kebutuhan pasar pengorbit satelit nano/mikro di kawasan Asia Pasifik," ujarnya.

Laksdya Octavian mengungkapkan, Tiongkok adalah salah satu negara yang terus mengembangkan teknologi roket. Negara itu saat ini tengah mengembangkan roket baru Long March 11A. China Aerospace Science and Technology Corporation memprediksi pekerjaan desain roket tersebut bakal selesai tahun ini dan penerbangan perdananya dijadwalkan pada 2022.

"Tiongkok pertama kali meluncurkan dua satelit yang menunjukkan teknologi baru pada 30 Mei lalu. Menurut media pemerintah Tiongkok, CCTV, seperti yang dilansir dari Space, satelit itu berhasil terbang ke angkasa dengan roket Long March-11, yang diluncurkan dari barat daya Tiongkok," ujar Octavian.

Sementara, Rusia saat ini tengah mengembangkan rudal Avangard yang dapat mencapai ketinggian sangat tinggi dan terbang dengan kecepatan hipersonik serta mampu melewati payung pertahanan rudal musuh. Saat ini tak ada rudal lain di dunia yang memiliki kemampuan serupa. Daya ledak rudal ini 130 kali lebih kuat dari ledakan yang menghancurkan Hiroshima. Avangard juga dapat mencapai targetnya dengan kecepatan sekitar 24.000 km/jam.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Laksdya Octavian mengatakan, saat ini Indonesia sedang melakukan kerja sama dengan beberapa negara dalam pengembangan teknologi roket. Kerja sama yang dilakukan berupa pengembangan roket jangkauan 200 km. Adapun kerja sama transfer teknologi berupa pemberian pelatihan, pengadaan material dan peralatan, melakukan desain manufaktur, termasuk uji di bawah supervisi ahli roket negara asal yang dilakukan di negaranya maupun di Indonesia.

Rektor Unhan pun mendukung Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) dalam memenuhi kebutuhan alusista TNI serta menyambut baik kerja sama Indonesia dalam pengembangan teknologi dengan sejumlah negara terkait kerja sama transfer teknologi berupa pelatihan, disain manufaktur, dan lainnya. Dia menekankan, sinergitas multidisiplin mewujudkan teknologi roket yang mandiri guna meningkatkan sistem pertahanan negara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Akar Masalah Lapas Overcrwoded: Arus Masuk Deras, Keluar Kecil

Arus masuk ke lembaga pemasyarakat (lapas) begitu deras, sedangkan warga binaan yang telah menjalani masa hukuman begitu kecil.

NASIONAL | 20 September 2021

Bupati Bogor Ungkap Alasan Warga Tolak Wacana 4 in 1 ke Puncak

Menurut Bupati Bogor Ade Yasin wacana tersebut ditolak karena warga Puncak merasa khawatir akan timbul masalah baru yaitu timbulnya joki.

NASIONAL | 20 September 2021

Sah, Komisi VIII Setujui Anggaran 2022 Kementerian Sosial Rp 78,25 Triliun

DPR mendukung program dan kebijakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang konsisten berpihak pada kepentingan masyarakat pra-sejahtera.

NASIONAL | 20 September 2021

Cegah Fraud, Kejagung Gelar Forum Koordinasi dengan Himbara

Kejagung menyelenggarakan Forum Koordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara untuk membahas pentingnya mencegah terjadinya fraud.

NASIONAL | 20 September 2021

Setara Institute Serukan Hentikan Kekerasan dan Lindungi Penduduk Sipil di Papua

Setara Institute menyerukan seluruh pihak untuk menghentikan kekerasan serta melindungi objek dan penduduk sipil di Papua.

NASIONAL | 20 September 2021

Kepala BNPT Ingin Mitra Deradikalisasi Ciptakan Kerukunan

Kepala BNPT Boy Rafli Amar meminta mitra deradikalisasi agar senantiasa menjaga kerukunan.

NASIONAL | 20 September 2021

Sidang Kode Etik Napoleon Bonaparte Tunggu Kasusnya Inkrah

Komisi Kode Etik Polri sudah menyiapkan sidang bagi Napoleon Bonaparte, namun pelaksanaannya menunggu inkrah putusan persidangan suap Djoko Tjandra

NASIONAL | 20 September 2021

Menteri Bintang: Siapkan Generasi Berkualitas, Pendidikan Karakter Penting bagi Anak

Pendidikan karakter bagi anak dinilai penting guna mempersiapkan generasi mendatang yang berkualitas menuju Indonesia layak anak 2030 dan Indonesia Emas 2045

NASIONAL | 20 September 2021

Besok, KPK Jadwalkan Periksa Anies dan Prasetio Edi Soal Korupsi Tanah Munjul

Tim penyiik KPK menjadwalkan memeriksa Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi terkait kasus dugaan korupsi tanah di Munjul.

NASIONAL | 20 September 2021



TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Dukung PON XX, Grup Garuda Indonesia Tambah Frekuensi dari dan ke Papua

Dukung PON XX, Grup Garuda Indonesia Tambah Frekuensi dari dan ke Papua

EKONOMI | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings