2021, Besaran Dana BOS untuk Sekolah di Daerah Tertinggal Naik
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

2021, Besaran Dana BOS untuk Sekolah di Daerah Tertinggal Naik

Rabu, 23 September 2020 | 20:53 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) Reguler pada tahun anggaran 2021 mengalami perubahan. Penyaluran dana BOS Reguler akan berbeda antara kabupaten/kota sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Untuk sekolah yang berada di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) dan yang jumlah siswanya sedikit akan mengalami peningkatan dana BOS. Pasalnya, penghitungan penyaluran dana BOS Reguler bukan hanya dilakukan berdasarkan jumlah siswa, tetapi juga menggunakan dua variabel. Kedua variabel itu adalah indeks kemahalan konstruksi (IKK) dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk setiap kabupaten dan indeks besaran peserta didik (IPD), yaitu indeks jumlah peserta didik per sekolah di suatu daerah.

“Dengan begitu, semua sekolah dengan kondisinya masing-masing tidak disamakan. Sekolah yang membutuhkan bantuan harus menerima uang lebih. Ini kabar gembira untuk sekolah di daerah terluar tertinggal dan terdepan yang jumlah muridnya sedikit,” kata Nadiem pada Rapat Kerja bersama Komisi X DPR di Gedung Nusantara II, MPR/DPR, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Nadiem menambahkan, untuk peningkatan anggaran untuk BOS Reguler ini, pihaknya melakukan realokasi anggaran sekitar Rp 2,5 triliun dari anggaran dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk membantu sekolah di daerah 3T yang pada umumnya memiliki murid jauh lebih sedikit daripada sekolah di Pulau Jawa.

Untuk tahun depan, Nadiem menyebutkan, telah menetapkan kabupaten/kota yang mengalami kenaikan dana BOS. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) 2020, kenaikan dana BOS ini akan dialami oleh jenjang Sekolah Dasar (SD) di 377 kabupaten, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 381 kabupaten, Sekolah Menengah Atas (SMA) di 386 kabupaten, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 387 kabupaten, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di 390 kabupaten.

“Jadi begitu banyak kabupaten yang selama ini mungkin tidak dilihat kondisi khususnya dan tidak ada perhitungan BOS yang afirmatif. Nah itu sekarang kita koreksi,” ucapnya.

Pada kesempatan sama, Nadiem memaparkan pertimbangan perubahan kebijakan. Menurut Nadiem, selama ini penyaluran dana BOS Reguler per satuan pendidikan dilakukan berdasarkan variabel IPD atau hanya melihat berdasarkan jumlah murid yang ada di suatu sekolah dan terlihat adil. Ternyata pada kenyataan di lapangan yang terjadi adalah sekolah-sekolah yang muridnya sedikit tentu mengalami kerugian. Pasalnya, dana BOS yang mereka terima tidak cukup untuk mengelola sekolah.

“Jadi kalau pagunya hanya menghitung pada jumlah anak yang ada di sekolah, itu akan merugikan sekolah-sekolah di daerah yang tidak mampu dan sekolah-sekolah yang punya murid lebih sedikit,” ucap Nadiem.

Sementara bagi sekolah-sekolah yang memiliki jumlah muridnya lebih besar, maka mereka bisa menikmati ekonomi off skill. Artinya, mereka dapat membangun fasilitas sekolah yang lebih baik. Selain itu, fasilitas yang dimiliki sekolah tersebut bisa digunakan secara bersama dengan antara SD, SMP, dan SMA apabila berada di lingkungan yang sama.

“Jadi sekolah besar secara finansial mempunyai suatu keunggulan strategis. Dengan kalkulasi BOS kalau dihitung per anak saja mereka mendapat lebih banyak keuntungan,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPU Tetapkan Empat Paslon di Pilkada Cilegon

Penetapan pasangan calon (Paslon) setelah melalui tahapan verifikasi dan penelitian dokumen oleh KPU.

NASIONAL | 23 September 2020

Siti Nurbaya: Pengembangan Food Estate Sumut Tak Boleh Ada Penurunan Kualitas Lingkungan

“Daerah-daerah pada lokasi tersebut sangat bagus dan memungkinkan untuk menjadikannya sebagai lumbung pangan,” ujar Siti Nurbaya.

NASIONAL | 23 September 2020

1.812 Personel Polisi Amankan Pilkada Bengkulu

Selain mengamankan pilkada, petugas juga mengawasi pelaksanaan penerapan protokol kesehatan.

NASIONAL | 23 September 2020

Perguruan Tinggi Diminta Ciptakan Peneliti dan Inovator

Jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 orang per 1 juta penduduk sedangkan Vietnam, memiliki jumlah peneliti 673 per 1 juta penduduk.

NASIONAL | 23 September 2020

UU Pers Dinilai Perlu Direvisi

Pasal 7 ayat 1 UU Pers menjadi salah satu pasal yang perlu dikaji ulang

NASIONAL | 23 September 2020

Perhumas Siap Gelar Konvensi Nasional Humas Virtual

Perhumas akan menggelar Konvensi Nasional Humas 2020 padda 4-5 Desember mendatang dengan tujuan mendorong peran humas yang lebih strategis.

NASIONAL | 23 September 2020

Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Disebut dalam Dakwaan Pinangki

Nama Burhanuddin dan Hatta Ali tercantum dalam rencana aksi untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung agar Djoko Tjandra tak dieksekusi jika kembali ke Indonesia

NASIONAL | 23 September 2020

Sahroni Apresiasi Maklumat Kapolri

Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan maklumat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

NASIONAL | 23 September 2020

ICW Sebut Ada 4 Hal yang "Hilang" di Dakwaan Jaksa Pinangki

Indonesia Corruption Watch (ICW) meragukan kelengkapan berkas perkara Pinangki.

NASIONAL | 23 September 2020

Disinformasi Covid-19 Tidak Hanya Terjadi di Indonesia

Sedikitnya 3.500 kesalahan dan informasi menyesatkan dari 70 negara dalam 40 bahasa selama musim pandemi Covid-19.

NASIONAL | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS