KPK Dampingi Kempupera Kelola Barang Milik Negara Rp 2.094 Triliun
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

KPK Dampingi Kempupera Kelola Barang Milik Negara Rp 2.094 Triliun

Kamis, 24 September 2020 | 08:53 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendampingi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) dalam mengelola Barang Milik Negara (BMN) dengan total nilai Rp 2.094 triliun. Pendampingin ini dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar secara telekonferensi selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu, 21 – 23 September 2020. Terdapat tiga agenda yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut, yakni kemajuan proses sertifikasi BMN, penertiban BMN bermasalah, dan pengadaan barang dan jasa pemerintah (PBJ) di lingkungan Kementerian PUPR.

Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan menegaskan, lembaga antikorupsi berkomitmen dan mendukung penuh upaya penertiban aset melalui program sertifikasi BMN. "Paling tidak, khususnya terkait BMN yang dokumennya jelas dan lengkap. Bukan yang masih bermasalah atau bersengketa," kata Pahala dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Untuk itu, kata Pahala, KPK ingin mendengar sejauh mana kemajuan proses sertifikasi, terutama mengenai hambatan yang dihadapi Kempupera. Hal ini dinilai penting lantaran operasional teknis di lapangan kerap kali terkendala, meski dalam tataran kesepakatan sudah baik.

Menanggapi hal ini, Plt Sekretaris Jenderal Kempupera, Anita Firmanti Eko Susetyowati, menyebutkan pihaknya mengelola BMN yang total nilai perolehannya per Juni 2020 mencapai Rp 2.094 triliun. Sebanyak 55,99 persen atau senilai Rp 1.193 triliun dari jumlah tersebut merupakan BMN dalam bentuk bidang tanah.

Dikatakan Anita, Kempupera terus berupaya proses sertifikasi dapat tetap dilaksanakan. Namun Anita mengakui, dengan tugas membangun infrastruktur yang sangat besar, berdampak pada rendahnya anggaran untuk sertifikasi. Selain itu, sebagian aset tanah yang sudah cukup lama dimiliki Kempupera, sebagiannya sudah diisi oleh pihak-pihak yang tidak berhak. “Untuk mensertifikasi seluruh aset butuh banyak waktu dan sumber daya. Kami utamakan yang berlokasi di kota-kota besar dahulu,” ungkap Anita.

Sementara Kepala Biro PBMN Kempupera, Tri Agustiningsih, mengemukakan sesuai hasil revaluasi 2017-2018, Kempupera memiliki total BMN mencapai 43.177 Nomor Urut Pendaftaran (NUP). Rinciannya, sebanyak 10.494 bersertifikat, 24.657 belum bersertifikat, dan sisanya 8.026 tanpa keterangan. Luas keseluruhan adalah 1.941.562.580 meter persegi. Dari total 43.177 BMN yang berada dalam pengelolaan Kempupera, Tri menjelaskan sebanyak sebanyak 61 BMN yang bermasalah, yakni 42 BMN belum bersertifikat dan 19 lainnya BMN lainnya sudah bersertifikat tapi bermasalah. “Tanpa keterangan dapat berarti aset tanah belum siap disertifikasi, sedang bersengketa dengan pihak ketiga, atau dokumen belum lengkap dengan akta pelepasan atau hibah,” katanya.

Selain mendampingi pengelolaan BMN, KPK juga memastikan akan mendampingi Kempupera dalam upaya efisiensi keuangan negara dalam Pengadaan Barang/Jasa (PBJ). Koordinator Pencegahan Wilayah III KPK, Aida Ratna Zulaikha menjelaskan pembenahan proses bisnis dalam pelaksanaan PBJ bertujuan untuk efisiensi keuangan negara. Beberapa hal yang perlu didalami dalam PBJ, kata Aida, adalah review penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), penentuan kewajaran harga, proses pemilihan vendor, konsultan profesional, dan lain sebagainya. “Kita perlu melakukan reviw HPS dan penentuan kewajaran harga dalam PBJ. Bila perlu, kita libatkan pihak-pihak independen supaya hasilnya bisa lebih valid,” kata Aida.

Selain itu, lanjut Aida, pihaknya juga perlu mendiskusikan mengenai PBJ di bawah Rp 200 juta yang dapat dilakukan melalui penunjukan langsung. Menurut Aida, ada kecenderungan dari instansi pemerintah, termasuk pemerintah daerah, untuk memecah sejumlah program menjadi beberapa proyek yang nilainya di bawah Rp 200 juta, sehingga dapat dilakukan dengan penunjukan langsung. “Padahal, bila dianalisis proyek-proyek tersebut dapat dikonsolidasikan pengadaannya,” katanya.

Terdapat tiga paket PBJ prioritas Kempupera di tahun 2020, yakni paket Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan nilai total Rp 6,4 triliun, yang berlokasi di Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado. Selain itu, dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar total Rp 1,2 triliun, untuk food estate Kalimantan Tengah dan Kawasan Industri Batang. Terakhir, dukungan penanganan Covid-19, untuk fasilitas karantina infeksi penyakit menular di Pulau Galang dan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kempupera, Trisasongko Widianto, menambahkan hingga 22 September 2020, sudah ada total 5.244 paket tender atau seleksi PBJ di empat Direktorat Jenderal (Ditjen) Kempupera, dengan total nilai Rp 107,1 triliun. Sebanyak 4.677 paket di antaranya sudah selesai lelang dan 567 dalam proses dan belum lelang. Perinciannya, 2.068 paket di Ditjen Sumber Daya Alam senilai Rp 33,6 triliun, 1.733 paket di Ditjen Bina Marga senilai Rp 47,1 triliun, 886 paket di Ditjen Cipta Karya senilai Rp23,1 triliun, dan 407 paket di Ditjen Penyediaan Perumahan senilai Rp 3 triliun.

Trisasongko mengklaim Kempupera telah menyusun sembilan strategi pencegahan penyimpangan (fraud) dalam PBJ, melalui memo dinas Menpupera Nomor 01/2020, tanggal 29 Juni 2020. Sembilan strategi tersebut terdiri atas re-organisasi ULP dan Pokja PBJ, penguatan SDM, perbaikan mekanisme penyusunan HPS, pembinaan vendor (kontraktor dan konsultan), pemeriksaan hasil pekerjaan dengan melibatkan BPKP, penerapan manajemen risiko, pembentukan Unit Kepatuhan Internal pada unit organisasi dan Balai, pembentukan Inspektorat Bidang Investigasi dan penguatan kapasitas Auditor Inspektorat Jenderal (Itjen), dan continuous monitoring dengan penerapan teknologi informasi (PUPR 4.0).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dewan Pengawas KPK Beri Sanksi Ringan pada Ketua WP Yudi Purnomo

Yudi menyatakan menerima putusan Dewas tersebut.

NASIONAL | 24 September 2020

Subsidi Kuota Internet, Mendikbud: Kepsek dan Rektor Bertanggung Jawab pada Akurasi Nomor Ponsel

Nadiem juga menyebutkan, penyaluran kuota subsidi kuota internet ini akan dikoreksi setiap bulan.

NASIONAL | 23 September 2020

Skema Dana BOS 2021 Diubah, Komisi X DPR: Solusi untuk Sekolah di Daerah Tertinggal

Termasuk SMK yang membutuhkan alokasi dana yang lebih besar dalam pengembangan pendidikan.

NASIONAL | 23 September 2020

2021, Besaran Dana BOS untuk Sekolah di Daerah Tertinggal Naik

Penyaluran dana BOS Reguler akan berbeda antara kabupaten/kota sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

NASIONAL | 23 September 2020

KPU Tetapkan Empat Paslon di Pilkada Cilegon

Penetapan pasangan calon (Paslon) setelah melalui tahapan verifikasi dan penelitian dokumen oleh KPU.

NASIONAL | 23 September 2020

Siti Nurbaya: Pengembangan Food Estate Sumut Tak Boleh Ada Penurunan Kualitas Lingkungan

“Daerah-daerah pada lokasi tersebut sangat bagus dan memungkinkan untuk menjadikannya sebagai lumbung pangan,” ujar Siti Nurbaya.

NASIONAL | 23 September 2020

1.812 Personel Polisi Amankan Pilkada Bengkulu

Selain mengamankan pilkada, petugas juga mengawasi pelaksanaan penerapan protokol kesehatan.

NASIONAL | 23 September 2020

Perguruan Tinggi Diminta Ciptakan Peneliti dan Inovator

Jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 orang per 1 juta penduduk sedangkan Vietnam, memiliki jumlah peneliti 673 per 1 juta penduduk.

NASIONAL | 23 September 2020

UU Pers Dinilai Perlu Direvisi

Pasal 7 ayat 1 UU Pers menjadi salah satu pasal yang perlu dikaji ulang

NASIONAL | 23 September 2020

Perhumas Siap Gelar Konvensi Nasional Humas Virtual

Perhumas akan menggelar Konvensi Nasional Humas 2020 padda 4-5 Desember mendatang dengan tujuan mendorong peran humas yang lebih strategis.

NASIONAL | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS