Jaksa Pinangki Catut Sejumlah Nama untuk Perlancar Urus Fatwa MA
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Jaksa Pinangki Catut Sejumlah Nama untuk Perlancar Urus Fatwa MA

Kamis, 24 September 2020 | 17:08 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Pinangki Sirna Malasari telah menjalani sidang perdana kasus suap yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk Djoko Tjandra. Dalam surat dakwaan yang dibacakan, Jaksa Pinangki juga membawa-bawa nama Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono menjelaskan posisi Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam surat dakwaan yang dibacakan saat sidang perdana adalah upaya pencatutan nama untuk meyakinkan Djoko Tjandra.

"Dalam surat dakwaan sudah dijelaskan bahwa itu adalah perbuatan terdakwa (mencatut nama Jaksa Agung) terkait rencana (mengurus fatwa) yang akan dilakukan," kata Hari Setiyono, di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Dalam kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diketahui menjanjikan untuk membantu mengurus fatwa MA Djoko Tjandra. Tidak hanya nama Jaksa Agung, Pinangki juga mencatut nama mantan Ketua MA.

Namun demikian, dalam upaya mengurus fatwa MA yang dirancang Jaksa Pinangki dan kawan-kawannya telah ditolak oleh Djoko Tjandra sendiri. Dengan demikian perencanaan tersebut belum masuk pada tahap eksekusi.

Oleh sebab itu, penyidik Kejagung juga tidak memiliki kepentingan untuk melakukan pemeriksaan terhadap nama-nama yang dicatut oleh Pinangki dalam proposal yang diajukan ke Djoko Tjandra. Artinya, tidak ada korelasi atau urgensi dengan sejumlah inisial nama yang tertuang dalam surat dakwaan karena memang tidak pernah terjadi.

Dirinya pun meminta agar publik mengikuti persidangan kasus dugaan suap itu secara menyeluruh, sehingga dapat memahami konstruksi hukum yang dibangun secara jelas dan tuntas.

Dalam persidangan terungkap bahwa ada sejumlah nama yang dicatut. Di antaranya adalah Jaksa Agung ST Burhanuddin dan mantan Ketua MA. Mereka dimasukkan dalam sejumlah poin dalam rencana aksi versi Pinangki untuk membantu Djoko Tjandra bebas dari jerat hukum.

Dalam kasus suap, Jaksa Pinangki dijerat dengan tiga dakwaan berbeda. Di antaranya yaitu didakwa dengan Pasal gratifikasi, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pemufakatan Jahat.

Pinangki sendiri disebut-sebut telah menerima uang sebesar 500 dolar AS dari Djoko Tjandra. Uang itu dimaksudkan untuk membantu pengurusan fatwa MA melalui Kejagung agar pidana penjara yang dijatuhkan ke Djoko Tjandra tidak dapat dieksekusi.

Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan uang 500.000 dolar AS itu merupakan uang muka dari US$1 juta yang dijanjikan Djoko Tjandra. Uang itu diterima Pinangki melalui perantara Andi Irfan Jaya yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tingkatkan Ekonomi Desa, Pemerintah Perkuat Peran Bumdes

Menurut Menteri Desa, cara penguatan Bumdes dan Bumdesma dilakukan melalui registrasi.

NASIONAL | 24 September 2020

Langgar Protokol Kesehatan, Paslon Tidak Didiskualifikasi

Paslon yang maju pada Pilkada Serentak 2020 tidak dicoret atau diskualifikasi jika melakukan pelanggaran atas protokol kesehatan dalam melawan wabah Covid-19.

NASIONAL | 24 September 2020

Febri Diansyah: Dengan Segala Kecintaan pada KPK, Saya Pamit

"Dengan segala kecintaan saya pada KPK, saya pamit," kata Febri saat dikonfirmasi awak media, Kamis (24/9/2020).

NASIONAL | 24 September 2020

BSSN Apresiasi Dukungan Telin Jaga Ruang Siber

Kepala BSSN Hinsa Siburian menyatakan apresiasi serta harapan kepada Telin untuk tetap memberikan layanan telekomunikasi kepada bangsa Indonesia yang terjamin

NASIONAL | 24 September 2020

Perkuat Misi Sosial di Palu, Kemparekraf Berikan 11.000 Paket Balasa

Program balasa pun menetapkan kriteria khusus bagi penerimanya.

NASIONAL | 24 September 2020

Penetapan Nomor Urut Paslon Pilgub Sulteng, Hidayat-Bartho Dapat Nomor 1

Sementara pasangan Rusdy Mastura dan Ma'mun Amir mendapatkan nomor urut dua.

NASIONAL | 24 September 2020

Menteri Desa: Penggunaan Dana Desa Diprioritaskan untuk Tiga Program

Dana desa digunakan untuk percepatan peningkatan ekonomi desa.

NASIONAL | 24 September 2020

Terpapar Covid-19, Kondisi Kesehatan Wali Kota Jambi Membaik

Kondisi Pak Wali Kota Jambi, istri dan anaknya stabil. Pak Wali Kota Jambi sendiri tidak lagi pakai alat bantu pernapasan seperti di Jakarta.

NASIONAL | 24 September 2020

7 Saksi, 6 Ahli dan Pembuat Lift Diperiksa Polisi Terkait Kebakaran Kejagung

Belum dijelaskan keperluan memeriksa pembuat lift terkait kebakaran yang terjadi di Gedung Kejagung pada 22 Agustus lalu.

NASIONAL | 24 September 2020

Hadapi Ruralisasi, Pemerintah Perkuat Daya Ungkit Ekonomi Desa

Menurut Muhadjir, pemerintah akan melakukan program penanggulangan kemiskinan yang terkait dengan peningkatan ekonomi di desa.

NASIONAL | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS