Hukum Indonesia Harus Mampu Berikan Nilai Keadilan Substansial
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wahyu Djatmiko

Hukum Indonesia Harus Mampu Berikan Nilai Keadilan Substansial

Sabtu, 26 September 2020 | 20:56 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Potret hukum di Indonesia masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Keadilan masih menjadi barang yang "mahal" bagi kelompok marginal.

Demikian dikemukakan Wahyu Prijo Djatmiko, yang dikenal sebagai pengacara yang fokus menangani hukum pidana, khususnya korupsi.

Pria yang akrab disapa Pak Doktor Wahyu ini menyebutkan masyarakat miskin kerap kali menjadi korban ketidakadilan dalam penegakan hukum.

“Ini yang kemudian mendorong dirinya menjadi seorang pengacara," ujar Wahyu Djatmiko kepada Beritasatu.com, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Wahyu, profesi pengacara baginya adalah sebuah jalan dari Yang Maha Kuasa untuk menebarkan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi umat manusia.

Selama bergelut di dunia pengacara, Wahyu telah banyak membantu masyarakat secara pro bono pada kasus-kasus hukum yang menjadi perhatian publik, pada masyarakat kecil yang terhalangi oleh ekonomi dalam mencari keadilan.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik yang sedang ditanganinya, yakni kasus penipuan jual beli masker online, dan pelajar di Malang yang membunuh begal demi pacarnya.

Meski harus menguras tenaga dan pikiran dalam menangani dua kasus ini, dia tidak memungut sepeserpun uang dalam membela korban penipuan tersebut.

Wahyu juga dengan lantangnya menyuarakan keadilan dengan menjadi saksi ahli dalam kasus begal di Malang yang menghebohkan netizen.

Bahkan dia tak masalah meskipun dicibir banyak orang, asalkan apa yang diutarakannya tidak bertentangan dengan aturan dan nilai moral yang berlaku di masyarakat.

Wahyu berharap ke depan hukum di Indonesia mampu memberikan nilai-nilai keadilan substansial (substantive justice).

“Sayangnya, keadilan merupakan barang mahal yang jauh dari jangkauan para pencari keadilan, terutama bagi mereka yang berasal dari kelompok marginal,” ujar pria asal Jawa Timur yang telah berhasil mengukir kesuksesan berskala nasional maupun internasional ini.

Ditegaskan pengacara Indonesia selayaknya berani mengajak aparat penegak hukum (APH) yang lain untuk berhukum progresif.

Berhukum dengan berani membebaskan diri agar tidak terpaku pada hitam putih peraturan (text reading), melainkan memahami ukuran moralitas yang sedang menyelimuti masyarakat (moral reading), guna memberikan rasa keadilan bagi para pencarinya.

Inilah prinsip yang dipegangnya ketika memberikan pendampingan hukum bagi seseorang yang sedang mencari keadilan. Atas dasar itu, tidak heran pemikiran Wahyu tentang hukum banyak diadopsi orang lain.

Atas kepiawaian itu, Wahyu dipercaya oleh Prof Dr Suteki untuk menjadi penasehat hukum dalam kasus nasional yang menyeret namanya dan Rektor Undip pada tahun 2019.

Tertarik Ilmu Hukum
Wahyu menjelaskan profesi pengacara yag digelutinya sudah berjalan lebih dari 10 tahun.

Sebelumnya, dia penah menjadi pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) program studi Magister Manajemen Universitas Airlangga.

Selain itu, juga pernah mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis program studi Magister Manajemen dan Keuangan Universitas Hasanuddin.

Dalam perjalan hidupnya, pada tahun 2008 ia mulai tertarik dengan ilmu hukum, dan masuk kuliah S1 ilmu hukum di Universitas Darul ‘Ulum Jombang, Jawa Timur.

Tidak hanya berhenti di situ, Wahyu terus melanjutkan pendidikannya dengan mengambil S2 hukum bisnis di Universitas Merdeka Malang.

Tahun 2019, ia berhasil menyabet gelar S3 Hukum Pidana dengan cum laude dari Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Pasca lulus dari Undip, namanya mulai dikenal di kalangan pakar-pakar hukum nasional. Pada 2019, ia mendaftar calon Hakim Konstitusi.

Wahyu juga terpilih sebagai salah satu dari 24 peserta seleksi Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2019 yang berhasil lolos tahap assessment test.

Wahyu juga dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai ilmu pengetahuan.

Kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dibuktikan dengan aktif menjadi penulis di kolom opini media cetak seperti Kompas, Media Indonesia dan Suara Pembaruan, serta menulis buku dan jurnal-jurnal ilmiah.

Kini namanya tercatat sebagai author di Google Scholar dan Semantic Scholar dengan berbagai karya tulisan yang telah dikutip oleh banyak ilmuwan.

Di samping itu, Wahyu juga aktif menjadi pembicara dalam forum-forum diskusi ilmiah dengan skala nasional maupun internasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Kepala LAN: Widyaiswara Jadi Garda Terdepan Penyiapan ASN Unggul di Era Digital Learning

Birokrasi meninggalkan cara-cara lama dalam bekerja demi mencapai efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi

NASIONAL | 21 September 2021

PTM di Semarang, 7 Guru dan Siswa Tertular Covid-19

Ada tujuh guru dan siswa dikonfirmasi tertular Covid-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Semarang

NASIONAL | 21 September 2021

Prihatin Tragedi Kiwirok, Ratusan Nakes Gelar Aksi Bakar Lilin di Jayapura

Para nakes di antaranya berasal dari organisasi IDI, Patelki, HAKLI, Persagi, IBI, IAKMI, IAI dan PPNI.

NASIONAL | 21 September 2021

RIsma Jabarkan Strategi Percepatan Penanganan Kemiskinan

Di hadapan anggota Komite III DPD, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memaparkan strategi Kemsos mengakselerasi penanganan kemiskinan

NASIONAL | 21 September 2021

Pemuda Papua Sebut Pemimpin Idola, Sandiaga: Saya Hanya Orang Biasa

Salah seorang pemuda terharu dan menegaskan kalau Sandiaga adalah sosok pemimpin idola.

NASIONAL | 21 September 2021

Mendikbudristek Respons Positif Pemberdayaan SAD yang Diusung Universitas Jambi

Mendikbud Nadiem Makarim akan melihat dari dekat pemberdayaan suku anak dalam (SAD) di Sarolangun, Jambi terutama pada aspek pendidikannya.

NASIONAL | 21 September 2021

Napoleon Aniaya Muhammad Kece, Cak Nanto: Main Hakim Sendiri Tidak Dibenarkan

Cak Nanto menyebut tindakan penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece, tidak dapat dibenarkan.

NASIONAL | 21 September 2021

DPR Tetapkan 7 Hakim Agung, Herman Herry: Selamat Bekerja

DPR telah menetapkan tujuh hakim agung dalam rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

NASIONAL | 21 September 2021

MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendukung langkah TNI-Polri menumpas KKB di Papua.

NASIONAL | 21 September 2021

Fadli Zon: Pemerintah Harus Memperkuat Alutsista

Fadli Zon mengatakan pemerintah harus lebih keras lagi dalam mempertahankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna Utara.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Wagub Riza Ingatkan Ini kepada PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

Wagub Riza Ingatkan Ini kepada PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

MEGAPOLITAN | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings