Pengamat: Mencurigakan, Kuota Belajar Kemdikbud Rekomendasikan Aplikasi Berbayar dan Tidak Populer
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat: Mencurigakan, Kuota Belajar Kemdikbud Rekomendasikan Aplikasi Berbayar dan Tidak Populer

Selasa, 29 September 2020 | 01:46 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menegaskan, adanya pembagian kuota umum dan belajar disebabkan karena pemerintah ingin memastikan kuota tersebut benar-benar digunakan untuk pembelajaran, bukan untuk fungsi-fungsi lainnya. Namun, keputusan ini menuai kontroversi sebab, aplikasi belajar yang direkomendasikan Kemdikbud dalam http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/ banyak yang berbayar dan tidak populer.

Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji menuturkan, setelah ditelusuri, beberapa aplikasi yang dirujuk Kemdikbud ternyata berbayar. Misalnya Quipper, Ruang Guru, dan Sekolah.Mu.

“Setelah saya melihat aplikasi untuk kuota belajar ternyata ada aplikasi-aplikasi yang harus berbayar. Itu sama saja bohong. Artinya, kuota dikasih tapi seperti siswa didorong untuk membeli program-program tersebut,” kata Indra kepada Suara Pembaruan, Senin (28/9/2020).

Indra pun meminta Kemdikbud untuk tidak menjadi makelar aplikasi. Indra menyebutkan, adanya aplikasi berbayar ini menimbulkan kesan bahwa pemerintah memberikan gimmick agar masyarakat berlangganan aplikasi tersebut. Masyarakat digiring untuk belanja daring yang nanti bisa mengarah ke APBN atau APBD untuk belanja yang sama.

Untuk menghindari pemberian bantuan tidak efektif, Kemdikbud sebaiknya memberi keleluasaan penggunaan kuota. Sebab, Indra meyakini, ketika mengajar, seorang pendidik memiliki metode pembelajaran yang telah dipersiapkan dan tidak membutuhkan aplikasi pendamping.

Kalau pun menggunakan sumber lain, lanjut Indra, para pendidik selama ini lebih menyarankan siswa untuk menggunakan aplikasi tidak berbayar seperti Youtube yang juga menawarkan berbagai bahan ajar gratis.

Sementara itu, Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Fahriza Marta Tanjung mengatakan, rata-rata aplikasi yang ada pada kuota belajar tidak populer, kecuali Whatsapp. Ia pun menilai, ada upaya Kemdikbud mengarahkan penggunaan aplikasi tertentu yang akan memberikan keuntungan finansial bagi perusahaan pengembang aplikasi.

“Berdasarkan penelusuran FSGI melalui Google Play Store, dari 19 aplikasi yang tersedia pada kuota belajar, setidaknya ada lima aplikasi yang diragukan eksistensi dan kapasitasnya sebagai aplikasi yang akan digunakan di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Salah satu aplikasi yang diragukan adalah Birru, aplikasi video konferensi berbahasa Inggris yang dikembangkan oleh Nativ Global Int. Aplikasi itu baru diunduh sekitar 100 kali.

“Sedikitnya jumlah unduhan bisa menggambarkan bahwa aplikasi ini baru dikembangkan. Hal ini juga bisa tergambar dari belum adanya review yang diberikan terhadap aplikasi ini. Patut dipertanyakan, mengapa aplikasi yang tidak populer dan belum jelas kualitas serta rekam jejaknya bisa masuk sebagai aplikasi pada kuota belajar,” ucap Fahriza.

Selain Birru, ada juga Eduka, aplikasi ujian daring yang dikembangkan oleh Media Eduka yang juga baru diunduh sekitar 1.000 kali. Aplikasi ini terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2019.

Kemudian ada pula Ganeca Digital, aplikasi perpustakaan dan toko e-book yang dikembangkan oleh Ganeca Digital dan baru diunduh 1.000 kali.

“Jika kebutuhan pembelajaran daring tidak ter-cover maka bantuan kuota internet berpotensi tersisa dan tidak terpakai. Karena kuota sisa akan hangus bersamaan dengan habisnya masa aktif kuota. Kami memprediksi ada sekitar 15 GB pada kuota belajar yang tidak akan terpakai,” ucap Fahriza.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bobby Nasution Diulosi Pedagang di Pasar Pringgan Medan

Pedagang Pasar Pringgan Medan menyambut hangat Bobby Nasution. Mereka langsung mengupa-upa dengan menyematkan ulos ke bahu Bobby Nasution.

NASIONAL | 29 September 2020

Pulihkan Ekonomi, Kemristek Ciptakan 1.000 Teknopreneur

Kerja sama antara Kemristek dan Yayasan Inotek ini akan memperkuat program startup inovasi Indonesia yang sudah dimulai oleh Kemristek sejak 2015.

NASIONAL | 28 September 2020

Program Para-Para Papua Rangkul 500 Mahasiswa Papua

Program Para-Para Papua telah menjangkau enam kota di tiga pulau yang berbeda.

NASIONAL | 28 September 2020

Kejagung Soroti Pilkada Serentak 2020

Kejaksaan Agung (Kejagung) turut menyoroti perhelatan Pilkada 2020 agar bisa berjalan dengan baik dan meminimalisir penyimpangan yang terjadi

NASIONAL | 28 September 2020

Yorrys Konsultasi Bareskrim dan BPK Terkait Tindakan Sekjen DPD

Konsultasi untuk mengetahui implikasi hukum yang dilakukan Dony, sapaan Reydonnyzar Moenek

NASIONAL | 28 September 2020

Potensi Tsunami Megathrust, Kelola dan Perkuat Mitigasi Serta Tata Ruang

Potensi tsunami megathrust itu menjadi ketakutan bukan kesadaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan diri serta memperkuat mitigasi bencan

NASIONAL | 28 September 2020

1 Tahanan KPK Positif Covid-19

Tahanan yang terpapar Covid-19 tersebut sebelumnya ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

NASIONAL | 28 September 2020

BIN Miliki Kewenangan Atasi Covid-19

Dalam Pasal 30 huruf D UU 17/2011 tentang Intelijen Negara menyebutkan BIN bisa membentuk Satuan Tugas (Satgas) dalam pelaksanaan aktivitas intelijen.

NASIONAL | 28 September 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Lima Saksi dan Satu Tersangka

Kejaksaan Agung kembali melakukan pemeriksaan lima orang saksi dan satu tersangka Korporasi yang terkait dengan kasus Asuransi Jiwasraya.

NASIONAL | 28 September 2020

Berkas Perkara Surat Perjalanan Palsu Brigjen Prasetijo Diserahkan ke Kejari Jakarta Timur

Penyerahan para tersangka tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Agung menyatakan perkara tersebut lengkap

NASIONAL | 28 September 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS