Kasus Jiwasraya, MAKI Puas Dengan Tuntutan Jaksa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Jiwasraya, MAKI Puas Dengan Tuntutan Jaksa

Rabu, 30 September 2020 | 12:38 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang kasus PT Asuransi Jiwasraya memasuki babak baru. Jaksa penuntut umum kejaksaan agung sudah mengajukan tuntutan kepada mantan para petinggi asuransi milik negara itu pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu malam (23/9/2020).

Ketiganya adalah mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim dengan tuntutan pidana 20 tahun penjara serta membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Adapun Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo dituntut penjara seumur hidup. JPU juga minta agar hakim menjatuhkan pidana denda kepada Hary sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Sementara Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya 2008-2014, Syahmirwan juga turut menjalani sidang tuntutan secara terpisah. Syahmirwan dituntut 18 tahun penjara.

Hendrisman, Hary dan Syahmirwan dinilai terbukti melakukan korupsi terkait Jiwasraya yang merugikan keuangan negara senilai Rp 16,80 triliun. Hal yang memberatkan para terdakwa tersebut adalah perbuatannya tidak mendukung program pemerintah untuk menghadirkan kondisi bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman yang juga selaku pelapor kasus korupsi perusahaan asuransi milik negara itu merasa puas dengan tuntutan dari Jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung terhadap para terdakwa.

Boyamin berharap terdakwa lainnya, seperti Benny Tjokrosaputro yang merupakan Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) dan Heru Hidayat selaku Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dituntut juga penjara seumur hidup.

“Sebagai pelapor Jiwasraya, saya cukup puas dengan tuntutan itu dan saya berharap juga terhadap yang masih tersisa yaitu Benny Tjokro dan Heru Hidayat juga, dikenakan pencucian uang dan kerugiannya diatas 100 miliar, ya berarti dipenjara seumur hidup seperti yang dialami oleh Hery Prasetyo,” ujar Boyamin, Rabu (30/9/2020).

Menurut Boyamin, tuntutan itu cukup representatif dengan kerugian negara akibat skandal Jiwasraya yang saat ini sebesar Rp 16,81 triliun itu akan membengkak mencapai kurang lebih sekitar minimal Rp 25 sampai 30 triliun, sebab hitungan akumulasi kerugian mulai dari tahun 2020 sampai tahun 2022 yang saat ini belum dihitung.

“Menurut saya representatif karena memang kerugianya ini sampai di angka nantinya minimal Rp 16 triliun sampai di angka 30 triliun dan itu kan kerugian 16 triliun tahun 2019. Sementara nanti kan ada 2020, 2021 dan 2022, kira-kira sekitar Rp 30 triliun kerugiannya,” ungkap Boyamin.

Boyamin menambahkan, akibat ulah para terdakwa melakukan perampokan Jiwasraya terdapat dua kerugian besar yang harus ditanggung, yaitu negara selaku pemilik perusahaan asuransi yang barus bertanggungjawab membayar kepada para nasabah dan hancurnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan terutama jasa asuransi.

“Ini kan ada dua segmen yang dirugikan, negara pasti harus akhirnya nanti menalangi Jiwasrasa untuk membayar kepada nasabah, kedua kejatuhan kepercayaan terhadap sistem keuangan, utamanya asuransi," tuturnya.

Lanjut Boyamin, dalam kasus Jiwasraya ini, telah meruntuhkan sistem kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi atau percaya terhadap asuransi lagi, dan orang akan pesimis untuk melakukan pembayaran polis asuransi.

“Asuransi itu sistem kepercayaannya tinggi, ketika ini jebol beginikan kemudian orang sudah tidak percaya asuransi lagi, karena asuransi kan bukan sekedar simpanan dan tidak ada jaminan, ini kan orang yang menggantungkan hidupnya ke depan supaya lebih baik di masa pensiun atau ketika nanti sakit, Jadi ini meruntuhkan sistem asuransi ini, lebih bahaya lagi karena orang menjadi pesimis untuk melakukan pembayaran untuk polis asuransi dan itu pilar sistem keuangan kita selain Bank kan asuransi dan saham,” bebernya.

Selain itu, Boyamin juga berharap, penyidik Kejaksaan Agung mengejar dan menyita kembali seluruh aset-aset para terdakwa hasil rampokan megakorupsi Jiwasraya, karena dinilai masih kurang untuk menutupi kerugian uang negara yang jumlahnya ditaksir mencapai 30 triliun.

“Jadi ya selain mengejar dengan penjara seumur hidup, harus pencucian uangnya harus dikejar lagi dan terakhir-akhir aku masih sempat mengajukan perusahaan nikel yang diduga milik para terdakwa, kemarin sudah dilacak ada yang ketemu satu dualah lumayan itu juga.” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Eddy Hiariej: Lapas Overcrowded Bukan Kesalahan Kemkumham

Eddy Hiariej menegaskan permasalahan lapas overcrowded bukan kesalahan Kemkumham.

NASIONAL | 21 September 2021

Satgas Madago Raya Rilis 4 DPO Terduga Teroris Poso, Ini Tampang Mereka

Saat ini DPO teroris Poso tersisa empat orang, masing-masing atas nama Askar alias Pak Guru, Mukhlas alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Suhardin

NASIONAL | 21 September 2021

7 Teroris Mujahidin Indonesia Timur Jaringan Poso Tewas Sepanjang 2021

Qatar yang dikenal sadis adalah eksekutor utama teroris Poso. Dia dipanggil Amir atau pimpinan dalam jaringan kelompok teroris Poso tersebut.

NASIONAL | 21 September 2021

Masa Depan Indonesia Ditentukan Keberhasilan Pembelajaran Tatap Muka

Ahmad Muzani menyatakan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh keberhasilan pembelajaran tatap muka yang dimulai berlangsung pada hari-hari ini.

NASIONAL | 21 September 2021

Diperiksa Sebagai Saksi, Anies Harap Keterangannya Bermanfaat bagi KPK

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap keterangannya dapat bermanfaat bagi penyidik KPK terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul

NASIONAL | 21 September 2021

PSBB, Cara Unik Bernard Huang Bantu Pedagang Kecil Terdampak PPKM

Bernard berkeliling Kota Batam dalam menjalankan misi PSBB-nya, dimulai dari kawasan Nagoya, Seipanas, Batam Center, dan kawasan lainnya.

NASIONAL | 21 September 2021

Binance Charity Pimpin Proyek Penanaman 10 Juta Pohon di Seluruh Dunia

Inisiatif Binance Charity telah berhasil mengundang 17 platform industri kripto untuk membantu upaya reforestasi dan menargetkan 100 anggota pada 21 Maret 2022.

NASIONAL | 21 September 2021

Diperiksa KPK, Ketua DPRD DKI Ditanya Soal Mekanisme Penganggaran

Prasetio Edi Marsudi rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul oleh KPK dan dimintai keterangan soal penganggaran

NASIONAL | 21 September 2021

Kementerian ATR dan BPOLBF Dorong Penyelesaian Masalah Agraria

Pemerintah mendorong penyelesaian masalah agraria, antara lain sengketa tanah, administrasi pertanahan, serta mafia tanah di Labuan Bajo.

NASIONAL | 21 September 2021

Meratus Berpeluang Besar Jadi UNESCO Global Geopark

Pegunungan yang menjadi punggung Pulau Kalimantan ini terbentuk dari subduksi samudera, benturan benua, serta volkanisme tua.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Eddy Hiariej: Lapas Overcrowded Bukan Kesalahan Kemkumham

Eddy Hiariej: Lapas Overcrowded Bukan Kesalahan Kemkumham

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings