Riset Kebencanaan Kenali Potensi dan Minimalkan Risiko
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Riset Kebencanaan Kenali Potensi dan Minimalkan Risiko

Rabu, 30 September 2020 | 20:03 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Riset kebencanaan bukan dimaksudkan membuat ketakutan di masyarakat. Dengan mengetahui ancaman dan potensi, protokol kebencanaan harus ditingkatkan guna meminimalkan risiko.

Indonesia perlu mencontoh Jepang dalam menghadapi tsunami. Indonesia maupun Jepang memiliki risiko gempa dan tsunami. Apalagi Indonesia berada di cincin api (ring of fire) yang rawan gempa bumi, tsunami bahkan bencana hidrometeorologi.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, masyarakat harus lebih memahami lokasi yang ditinggalinya, apakah terdapat ancaman bencana tertentu.

"Riset tersebut harus membuat kita lebih waspada dan antisipatif terhadap potensi tersebut," katanya dalam paparan publik secara virtual di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Menristek menegaskan, secara teknologi belum ada yang bisa memprediksi kapan gempa bumi akan terjadi. Untuk itu, mitigasi terhadap dampak bencana perlu terus diperkuat.

Untuk memperkuat mitigasi, para ahli pun melakukan riset dan kajian mendalam potensi bencana seperti yang baru saja dipublikasikan oleh tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sejumlah institusi terkait gempa megathrust diikuti tsunami maksimal setinggi 20 meter di selatan Jawa.

Oleh karena itu lanjutnya, riset kebencanaan menjadi salah satu fokus Kemristek. Salah satunya riset sesar gempa yang aktif di Pulau Jawa bagian barat, tengah dan timur. Penelitian kebencanaan di luar Pulau Jawa juga perlu diperhatikan.

Sebagai mitigasi, teknologi sistem peringatan dini tsunami sudah dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan menghasilkan buoy dan sistem kabel bawah laut (cabel based tsunameter).

"Penduduk yang terekspos bencana juga perlu lebih berhati-hati. Pembangunan di daerah rawan bencana juga perlu dibangun lebih hati-hati," ucapnya.

Guru Besar Kelompok Keahlian Geofisika Global ITB Sri Widiyantoro mengatakan, riset potensi tsunami dari gempa megathurst di selatan Jawa dimulai dari keingintahuan setelah adanya paper peneliti asing tahun 2016 yang menemukan tsunami deposit Pangandaran. Diperkirakan bencana terjadi tahun 1584/1586. Diberitakan kala itu candi Prambanan dan Borobudur mengalami kerusakan.

"Dari penelitian kita membuat banyak skenario, dan skenario terburuk yang kita ambil untuk mitigasi," ungkapnya.

Sri menambahkan, dari riset yang dilakukan ada area terkunci dengan akumulasi energi yang sudah besar dan terkunci kuat. Jika kunci itu terlepas maka potensi gempa megathrust akan terjadi.

Kepala Pusat Studi Gempa Nasional yang juga ahli gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Danny Hilman mengungkapkan, zona subduksi Jawa bagian dari zona subduksi Sunda yang memanjang dari Andaman, Bali sampai dengan Lombok.

Ia menyebut dalam catatan historis gempa, segmen megathrust Sumatera ada catatan gempa masa lalu yang bisa dijadikan untuk mensimulasi potensi perulangan siklus gempanya. Namun megathrust selatan Jawa tidak diketahui catatan historisnya.

Menurutnya, potensi gempa megathrust di selatan Jawa ini bukan isu yang baru. Tahun 2013, ia mengaku pernah mengulasnya dalam sebuah forum di Amerika.

"Di Jawa pun memang ada seismik gap dengan potensi besar," ucapnya.

Pelaksana tugas Direktur Evaluasi dan Pemetaan Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari yang juga terlibat dalam riset itu menegaskan, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan dan dimana gempa terjadi.

Menurutnya, karakteristik gempa tidak bisa digeneralisasi. Ada gempa besar tidak diikuti tsunami dan ada pula gempa kecil bisa diikuti tsunami.

"Jika merasa guncangan gempa kuat, keras dan guncangannya lebih dari 20 detik, maka itu menjadi waktu yang tepat untuk segera melakukan evakuasi," ungkap Abdul.

Ia menjelaskan, selain pantai selatan Jawa, daerah potensi tinggi tsunami yang bersumber dari megathrust antara lain wilayah barat Sumatera, ke selatan Jawa, selatan Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, utara Papua dan utara Sulawesi Utara.

Ia menegaskan, suatu kajian ilmiah yang sudah dipublikasikan tentunya harus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan. BNPB berupaya menjalankan prinsip _science based policy_. Hasil-hasil kajian yang sudah dipublikasikan dijadikan dasar dalam penyusunan program-program mitigasi bencana khususnya edukasi kepada masyarakat.

Khusus untuk kegiatan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami di selatan Jawa, BNPB tahun 2019 telah melaksanakan kegiatan Desa Tangguh Bencana di sepanjang pantai selatan Jawa, mulai dari Desa Mojopanggung di Banyuwangi bergerak ke barat hingga Desa Anyer melalui desa-desa sepanjang selatan Jawa.

"Kegiatan ini khusus untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat dengan benar-benar melihat langsung kondisi di lapangan, seberapa dekat desa tersebut dari pantai, kemana harus evakuasi, jalur apa yang harus digunakan dan lain-lain," paparnya.

Pola-pola seperti ini akan menjadi prioritas yang akan dilakukan oleh BNPB dalam tahun-tahun ke depan, tidak hanya di selatan Jawa tetapi seluruh Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menag Klarifikasi Pernyataan Kemenag Hadiah untuk NU

Menag Yaqut Cholil Qoumas memberi klarifikasi terkait pernyataannya menyebutkan Kementerian Agama (Kemenag) hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU).

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Kasus Suap Dodi Reza Alex Noerdin, KPK Sita Uang dan Dokumen di 2 Lokasi

KPK menemukan sejumlah uang dan dokumen terkait kasus dugaan suap sejumlah proyek yang menjerat Dodi Reza Alex Noerdin.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Sidang Suap Eks Penyidik KPK Hadirkan Azis Syamsuddin Jadi Saksi

Selain Azis Syamsuddin dalam persidangan hari ini, tim Jaksa KPK juga menghadirkan mantan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Perluasan Ganjil Genap, Tiga Hari Pertama Pelanggar Hanya Diberi Teguran

Pelanggar ganjil genap hanya diberi teguran sampai hari Rabu, selanjutnya diambil tindakan tegas.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Sah, Ivan Yustiavandana Jabat Kepala PPATK

Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyaksikan pengucapan sumpah Ivan Yustiavandana sebagai Kepala PPATK.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

7 Tips yang Membantu Anak dalam Masa Transisi dari TK ke SD

Masa transisi dari Taman Kanak-kanak ke Sekolah Dasar adalah langkah besar bagi seorang anak.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan Sembilan Duta Besar Negara Sahabat

Jokowi secara berturut-turut menerima surat kepercayaan dari sembilan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat.

NASIONAL | 25 Oktober 2021

Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori Meninggal Dunia

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Muhammad Hudori meninggal dunia, di Rumah Sakit MRCC Siloam Hospital Jakarta, Minggu malam

NASIONAL | 24 Oktober 2021

Penduduk Miskin Ekstrem di Karawang Capai 106.780 Jiwa

Bappeda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan, angka kemiskinan di kabupaten tersebut pada 2020 mencapai 195.410 jiwa

NASIONAL | 24 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
September, Dana Pemda Mengendap di Perbankan Rp 194,12 Triliun

September, Dana Pemda Mengendap di Perbankan Rp 194,12 Triliun

EKONOMI | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings