Kuasa Hukum John Kei Tegaskan Kliennya Tidak Bersalah
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (0.01)   |   COMPOSITE 6338.51 (6.25)   |   DBX 1329.17 (0.85)   |   I-GRADE 184.48 (-0.03)   |   IDX30 515.715 (0.74)   |   IDX80 138.838 (0.01)   |   IDXBUMN20 409.612 (0.87)   |   IDXESGL 142.422 (-0.4)   |   IDXG30 145.816 (-0.46)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.59)   |   IDXQ30 147.765 (0.04)   |   IDXSMC-COM 298.595 (0.11)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-1.54)   |   IDXV30 136.758 (0.05)   |   INFOBANK15 1078.32 (-3.36)   |   Investor33 444.53 (0.3)   |   ISSI 183.756 (0.57)   |   JII 631.17 (0.3)   |   JII70 223.177 (-0.07)   |   KOMPAS100 1240.03 (-0.85)   |   LQ45 967.718 (0.17)   |   MBX 1724.61 (1.8)   |   MNC36 328.799 (-0.45)   |   PEFINDO25 328.487 (-2.68)   |   SMInfra18 313.342 (2.17)   |   SRI-KEHATI 378.358 (0.07)   |  

Kuasa Hukum John Kei Tegaskan Kliennya Tidak Bersalah

Jumat, 2 Oktober 2020 | 13:52 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kuasa hukum John Kei Afriati mengklaim bahwa kliennya tidak bersalah dalam kasus penyerangan di Duri Kosambi dan Perumahan Green Lake City.

Menurut Afriati, pemilik nama asli John Refra itu hanya ingin menagih uang kepada pamannya, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

"Seperti kita ketahui, klien kami John Kei atau John Refra sudah hijrah ke agamanya dan menjadi pelayan gereja," ujar Afriati. "Bung John sedang diuji, orang yang ingin berubah lebih baik, tentunya banyak ujiannya. Klien kami hanya menagih uang tidak lebih dari itu," tegas Afriati, Jumat (2/10/2020).

Afriati menilai aneh jika kliennya dituduh terlibat dalam peristiwa yang menyebabkan seorang tewas dan lainnya luka-luka itu. Mengingat, John tak berada di kedua lokasi saat peristiwa berlangsung.

"Seperti biasanya seorang klien meminta bantuan seorang pengacara untuk menagih uang, akan tetapi pelaksanaannya terdapat pengrusakan yang tentunya di luar sepengetahuan klien kami Bung John Kei, apalagi sampai adanya jatuh korban di Kosambi," kata dia.

"Akan tetapi tetap kita tunggu nanti persidangan, kita akan hadapi dengan teduh dan istiqomah serta menjunjung tinggi kebebasan peradilan," lanjut Afriati.

Kuasa hukum John Kei lainnya, Beni Christian menilai, tak mungkin kliennya melakukan tindak kejahatan. Sebab, John Kei masih dalam status pembebasan bersyarat. "Hanya orang bodoh atau orang gila yang memohon pembebasan bersyarat akan tetapi mau melakukan perbuatan pidana lagi," kata Beni.

"Untuk anak-anak yang melakukan tersebut, klien kami sudah minta maaf kepada rakyat Indonesia dan pemerintah melalui konferensi pers anaknya yang lalu," lanjutnya.

Beni pun meminta pembuktian keterlibatan John Kei harus tuntas dan lengkap. Sebab jika tidak, proses hukum tersebut dipastikan merugikan kliennya. "Jangan sampai klien kami John Kei atau John Refra terzalimi," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terima Gratifikasi Bersama Bupati, Eks Kadis PUPR Mojokerto Dihukum 4 Tahun Penjara

Mantan Kepala Dinas PUPR Mojokerto, Zainal Abidin dihukum empat tahun penjara.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Presiden: Situasi Akan Kembali Normal Saat Dimulai Vaksinasi Covid-19

Presiden optimistis situasi negeri ini akan kembali normal saat dimulai vaksinasi massal Covid-19 di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Bupati Bengkalis Dituntut Hukuman 6 Tahun Penjara

Jaksa meyakini Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan korupsi secara berlanjut.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Jokowi ke Pedagang di Labuan Bajo: Bantuan Modal Jangan Buat Beli Handphone atau Cicil Sepeda Motor

Jokowi meminta para pedagang di Labuan Bajo, NTT agar tidak menggunakan dana bantuan Rp 2,4 juta untuk membeli "handphone" atau mencicil motor.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Jokowi Juga Tinjau Penataan Kawasan Pariwisata di Labuan Bajo

Jokowi meninjau sekaligus mengontrol telah dimulainya penataan kawasan wisata Labuan Bajo

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Gelar Swab dan Rapid Test Gratis, Sahroni juga Ingatkan Gerakan 3M

Ahmad Sahroni juga mengingatkan warga terkait pentingnya menerapkan gerakan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Polri akan Tindak Tegas Pelanggaran Protokol Kesehatan Dalam Gelaran Pilkada 2020

Polri ingatkan semua pihak agar ikuti Pilkada serentak dengan tetap jaga protokol kesehatan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

6 Tenaga Kesehatan di Mukomuko Terpapar Covid-19

Keenam tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 tersebut saat ini telah menjalani isolasi di rumah sakit umum (RSU) setempat selama 14 hari.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Kemdikbud Ajak Danone Indonesia Dukung Edukasi Kesehatan, Kebersihan, dan Keterampilan

Dalam MoU tersebut, Kemendikbud dan Danone Indonesia sepakat untuk melaksanakan berbagai program yang berkaitan dengan kesehatan manusia dan kesehatan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Rekening Gendut Petugas Kebersihan Kejagung, Arteria Dahlan: Jaksa Agung Harus Curiga

Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan menilai Jaksa Agung ST Burhanuddin sepatutnya menaruh kecurigaan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS